Ini yang Membuat Kapok Pemudik Sepeda Motor

Kompas.com - 14/07/2015, 07:03 WIB
|
EditorAgung Kurniawan

Jakarta, Otomania - Sepeda motor pada dasarnya bukan kendaraan yang didesain untuk melakukan perjalanan jauh seperti mudik. Tapi, nilai ekonomis yang ditawarkan kendaraan ini membuat banyak pemudik nekat dan tetap mengendarainya dengan segala risiko di baliknya. Meskipun, tidak sedikit juga pemudik yang kapok setelah melakukan perjalanan mudik ke kampung halaman mengendarai sepeda motor dengan jarak jauh.

Dokter Ferius Soewito, Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi mengatakan, mengendarai sepeda motor untuk perjalanan jauh seperti mudik dipastikan sangat berbahaya. Hal tersebut disimpulkan dari faktor ketahanan tubuh manusia yang terbatas, sehingga akan rentan terhadap kecelakaan di jalan.

"Menggunakan sepeda motor sangat tidak disarankan untuk mudik, karena pada momen tersebut pengendara cenderung mengejar waktu, jadi manajemen waktu untuk beristirahatpun sangat tidak diperhatikan," ujar Ferius kepada Otomania, Minggu (12/7/2015).

Ferius mengatakan, mengendarai sepeda motor membutuhkan kapasitas fisik yang lebih besar dibandingkan mengendarai mobil. Selain membutuhkan ketahanan otot tulang belakang untuk mempertahankan postur, pengendara juga harus menjaga keseimbangan tubuh ketika motor bergerak.

"Peran seluruh anggota tubuh sangat diperlukan, jika salah satu organ tersebut melemah atau bahkan kehilangan konsentrasi, maka berkendara menjadi tidak aman. Apalagi sebelum berkendara intensitas tidur kurang dari yang ditentukan, seperti 6 sampai 8 jam," ucap Ferius.

Lebih dari itu, lanjut Dokter Ferius, efek yang akan ditimbulkan bila mengendarai sepeda motor dalam jangka waktu lama, otot akan mengalami rasa nyeri karena ketegangan otot (spasme). Otot juga nyeri karena menumpuknya hasil metabolisme otot. Mengarah pada berkurangnya kemampuan bermanuver dengan baik, jika sewaktu-waktu dibutuhkan.

Selain itu bila terjadi kecelakaan, pengaman pada sepeda motor lebih minim dibanding mobil, sehingga lebih berisiko untuk menderita cedera yang lebih berat.

" Organ yang paling riskan adalah otot karena secara langsung terlibat dalam aktivitas berkendara. Kalau kurang minum, bahkan ginjal bisa terkena. Mengendarai motor sendiri tidak akan langsung berpengaruh serius pada organ tubuh, namun jika kecelakaan terjadi, maka akan berbahaya bagi kesehatan pengendara," kata Ferius, menjelaskan.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.