Perjalanan Daging Anjing di Medan, dari Pasar hingga Piring Makan (2)

Kompas.com - 22/02/2018, 14:59 WIB
Pedagang daging babi dan anjing di Jalan DI Panjaitan, Siantar, Sumatera Utara KOMPAS.com / Mei LeandhaPedagang daging babi dan anjing di Jalan DI Panjaitan, Siantar, Sumatera Utara

Para "pemain" anjing

Aritonang (57) sedang asyik memecah batu sisa proyek drainase saat ditemui di depan rumahnya di Jalan Pendidikan, Kecamatan Sunggal, Kota Medan. Mantan pemborong bangunan ini terus mengepulkan asap dari rokok yang diisapnya.

Aritonang adalah seorang jagal asu, istilah untuk mereka yang bekerja memotong anjing untuk dikonsumsi. Dia mengaku, baru 10 tahun ini menggeluti usaha menjadi pengepul dan pemotong anjing.

Dia mengaku hanya menampung ras anjing kampung yang kondisinya baik dan bersih. Berumur belum setahun, bukan anjing yang masih menyusui dan "lepas netek" atau tua.

“Kusuruh bawa pulang kalau yang diantar bayi anjing, payah ngurusnya, buat repot saja. Gitu juga kalau kondisinya kurus, kurikan (kulitnya penuh kudis), jelek, buat apa? Apalagi yang mau dimakan?” ucapnya.

Seekor anjing yang layak dihargai mulai Rp 200.000. Kalau sudah dipotong, harga daging anjing per kilogram dia jual sekitar Rp 50.000. Paling murah adalah bagian kepala, harganya sekitar Rp 40.000.

Langganannya adalah beberapa rumah makan khas Batak dan kedai BPK di kawasan Simpang Selayang. Kalau sedang banyak pasokan, dia akan menjualnya ke Pajak Sambu. Di pasar tradisional tersebut, ayah enam anak ini juga sudah memiliki pelanggan tetap.

“Tapi sekarang lagi kosong barang, sudah dua minggu tidak ada anjing. Untung aku beternak babi, ada dua ekor babiku untuk dijual pas Natal dan Tahun Baru ini,” kata kakek 12 cucu itu.

(Baca juga: Dalam Sehari, 1.200 Anjing Dikonsumsi di Kota Solo)

Dia bercerita, sebelum menderita stroke ringan sejak dua tahun lalu, dia adalah pemakan daging anjing yang kuat.

Selain terbukti mampu menyembuhkan penyakit demam berdarah dan kulit, daging anjing juga bagus untuk laki-laki. Sekarang, mencicipi sedikit saja daging anjing yang sudah diolah membuatnya langsung kesakitan.

“Langsung sakit kepala, enggak tahan aku. Udah enggak kuat lagi sejak stroke ini, faktor usia juga. Gara-gara terlalu banyak makan daging anjinglah makanya stroke aku,” kata Aritonang.

“Tapi anak-anakku masih makan daging anjing, cucu-cucuku kukasih sop kepala anjing biar enggak kena demam berdarah. Daging anjing itu kan panas, cocok untuk demam berdarah, ini paling kuat obatnya karena langsung menaikkan trombosit,” ungkapnya.

Di Kota Medan, Aritonang mengatakan, banyak sekali "pemain anjing", mulai dari KM 13 Jalan Medan–Binjai, pinggiran kota mulai Amplas, Belawan, Kutalimbaru, sampai Pancurbatu.

Namun, tidak semua pasar di Kota Medan menjual daging anjing. Biasanya pajak (sebutan untuk pasar di Sumatera Utara) yang pasti menjual daging anjing adalah Pajak Sambu, Simpanglimun, dan Pancurbatu. Peminat dagingnya mayoritas etnis Batak dan China.

“Banyak peminatnya. Orang China suka anjing, tetapi orang itu makannya pakai ramuan, obat mereka. Tapi tetap saja, harga daging babi yang lebih mahal, bukan anjing,” ucapnya.

Dia mengaku sering mendapati anjing yang menderita rabies. Tanda-tandanya adalah ekornya tidak berdiri tegak dan matanya merah. Menurut Aritonang, anjing rabies sulit dieksekusi karena para penjagalnya takut digigit dan terserang rabies.

“Mengamuk kalau mau dipotong, takut kita, kalau tak hati-hati tangan kita yang digigitnya,” ujar dia.

Sepanjang kariernya menjadi pengepul dan jagal asu, dia juga kerap menemukan anjing jenis herder dan saint-bernard seperti dalam film Beethoven yang dijual pemiliknya karena pemiliknya sudah tak mau memelihara lagi.

Namun, Aritonang menolaknya karena daging anjing jenis ras itu tidak laku dan dagingnya tidak enak.

Bersambung ke halaman 3

 

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Warga di Kampung Tasikmalaya Bikin Satgas Covid-19, Setiap Tamu Didata dan Disemprot Disinfektan

Warga di Kampung Tasikmalaya Bikin Satgas Covid-19, Setiap Tamu Didata dan Disemprot Disinfektan

Regional
Cerita Gunadi Tetap Jualan Cireng di Tengah Pandemi Corona, Ditelepon Bank untuk Bayar Cicilan

Cerita Gunadi Tetap Jualan Cireng di Tengah Pandemi Corona, Ditelepon Bank untuk Bayar Cicilan

Regional
Warga Tumpah Ruah Sambut Eva Yolanda LIDA di Zona Merah Covid-19, Polisi: Kami Sudah Berusaha

Warga Tumpah Ruah Sambut Eva Yolanda LIDA di Zona Merah Covid-19, Polisi: Kami Sudah Berusaha

Regional
Cerita Pasien 03 Positif Corona di Lampung Sembuh: Pilih 'Puasa' Berita dan Fokus pada Penyembuhan

Cerita Pasien 03 Positif Corona di Lampung Sembuh: Pilih "Puasa" Berita dan Fokus pada Penyembuhan

Regional
Tetap Jualan Saat Pandemi Corona, Pedagang Sayur Keliling Pakai Masker dan Hand Sanitizer

Tetap Jualan Saat Pandemi Corona, Pedagang Sayur Keliling Pakai Masker dan Hand Sanitizer

Regional
8 Pegawai Kemenag Jember Ikut Pelatihan Haji, 2 Jadi PDP Corona

8 Pegawai Kemenag Jember Ikut Pelatihan Haji, 2 Jadi PDP Corona

Regional
Viral Warga di NTB Berdesak-desakan Sambut Eva Yolanda LIDA, Padahal Zona Merah Covid-19

Viral Warga di NTB Berdesak-desakan Sambut Eva Yolanda LIDA, Padahal Zona Merah Covid-19

Regional
Sembuh dari Virus Corona, Kajari Bantul: Patuhi Apa yang Sudah Jadi Perintah Pemerintah

Sembuh dari Virus Corona, Kajari Bantul: Patuhi Apa yang Sudah Jadi Perintah Pemerintah

Regional
Tanggap Dampak Ekonomi Corona, Kepri Gratiskan SPP untuk SMA, SMK dan SLB

Tanggap Dampak Ekonomi Corona, Kepri Gratiskan SPP untuk SMA, SMK dan SLB

Regional
Harga Ayam Anjlok Rp 7.000 Per Kg, Peternak Jual Murah, Dibagikan Gratis, hingga Terpaksa Bunuh Anak Ayam

Harga Ayam Anjlok Rp 7.000 Per Kg, Peternak Jual Murah, Dibagikan Gratis, hingga Terpaksa Bunuh Anak Ayam

Regional
Kronologi Ditemukannya Bayi di Atap Rumah, Berawal dari Suara Benda Jatuh

Kronologi Ditemukannya Bayi di Atap Rumah, Berawal dari Suara Benda Jatuh

Regional
Wali Kota Solo: Pendatang Jangan Arogan Saat Didata Soal Karantina Mandiri

Wali Kota Solo: Pendatang Jangan Arogan Saat Didata Soal Karantina Mandiri

Regional
16 Sapi di Asahan Mati di Kebun Sawit, Diduga karena Racun Rumput

16 Sapi di Asahan Mati di Kebun Sawit, Diduga karena Racun Rumput

Regional
Polisi Panggil Putra Syekh Puji Terkait Ayahnya yang Diduga Menikahi Anak Usia 7 Tahun

Polisi Panggil Putra Syekh Puji Terkait Ayahnya yang Diduga Menikahi Anak Usia 7 Tahun

Regional
DPRD Jabar Khawatir Bantuan Dampak Corona Rp 5 Triliun Tak Tepat Sasaran

DPRD Jabar Khawatir Bantuan Dampak Corona Rp 5 Triliun Tak Tepat Sasaran

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X