LSI: "Money Politic" hanya Pelumas Kemenangan

Kompas.com - 26/04/2018, 22:40 WIB
Kompas TV Para pemilih yang belum merekam data e-KTP tersebar di 14 kabupaten/kota.

Terhadap calon wakil gubernur, Musa menang dari Sihar. Bila disimulasikan secara berpasangan, Eramas mendulang dukungan 43,3 persen dan Djoss 33,3 persen.

Namun di tingkat pengenalan calon gubernur, Djarot menang sebanyak 89,6 persen sedangkan Edy 86,3 persen. Untuk wakilnya, Sihar menang tipis 66,2 persen dari Musa yang bertengger di 64 persen.

"Untuk tingkat kesukaan pada calon, Edy mendapat skor 72,1 persen, Musa 70,8 persen, Djarot 70,1 persen, dan Sihar 65 persen," katanya.

"Apa yang membuat Eramas unggul? Kami menilai, pemilih besar dari etnis Jawa dan mayoritas Islam yang mendominasi dukungan. Di dapil, dari 12 dapil yang ada, Eramas merangkul 8 dapil," ucap Ade.

Tapi hasil survei bisa berubah di detik-detik terakhir pemilihan. Selain masih ada waktu sekitar dua bulan untuk menyusun strategi, tiga faktor lain dapat memengaruhi perubahan.

Ketiganya yakni swing voters yang masih tinggi, politik uang, dan partisipasi pemilih minim.

"Masih banyak pemilih, sekitar 51 persen yang tidak mengetahui kapan pilkada dilaksanakan," pungkasnya.

Halaman:
Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X