Demonstran: Sudah Dua Lagu Kami Nyanyikan, Tak Satu Pun DPRD ke Sini

Kompas.com - 23/05/2019, 19:24 WIB
Seorang massa aksi dari Aliansi HMI Komisariat Bersatu membacakan puisi saat berunjuk rasa di depan DPRD Sumut, Kamis (23/5/2019). Dalam aksinya mereka menyampaikan 8 tuntutan. KOMPAS.com/Dewantoro Seorang massa aksi dari Aliansi HMI Komisariat Bersatu membacakan puisi saat berunjuk rasa di depan DPRD Sumut, Kamis (23/5/2019). Dalam aksinya mereka menyampaikan 8 tuntutan.

MEDAN, KOMPAS.com - Aliansi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Bersatu menggelar aksi unjuk rasa di depan gedung DPRD Sumatera Selatan di Jalan Imam Bonjol, Medan, Kamis (23/5/2019).

Ada delapan tuntutan yang disampaikan massa aksi, yakni tentang pemilu dan pendidikan. Namun, lebih dari dua jam berunjuk rasa, tak ada satu pun wakil rakyat yang turun menemui mereka.

Koordinator aksi, Ridho Fahrezy mengatakan, aliansi HMI Komisariat Bersatu ini terdiri dari 16 komisariat HMI di 6 universitas di Sumatera Utara. Mereka memulai aksinya dengan membakar dua ban bekas dan membaca puisi pada pukul 16.23 WIB.

Saat massa berorasi di belakang kawat berduri, Kapolsek Medan Baru Kompol Martuasah Tobing menyapa pengunjuk rasa dari dalam pagar gedung DPRD Sumut melalui pengeras suara. Namun sapaannya ditolak massa aksi karena mereka merasa tidak dihargai polisi berbicara dari balik pagar. 

Baca juga: Forum Umat Islam Bersatu Sulawesi Selatan Pilih Unjuk Rasa Damai

Martuasah berupaya membujuk dengan mempersilakan massa aksi menyampaikan aspirasinya. Tak lama kemudian Martuasah pun mundur.

Petugas kepolisian mencoba menarik kembali kawat berduri yang sempat diseret massa hingga ke seberang jalan. Di saat itu pula massa kembali menginjak-injak kawat berduri sembari bernyanyi.

"Ternyata, kita sudah nyanyi-nyanyi begini pun, tak ada satu pun pihak dari DPRD dan kepolisian yang berani turun ke sini menjumpai kita di sini," katanya.

Lebih dari satu jam massa terus berorasi dan memanggil-manggil nama Wagirin Arman, ketua DPRD Sumut. Namun tak satu pun perwakilan DPRD menemui mereka.

"Kami ingin bernegosiasi. Kami di sini melakukan aksi damai. Ternyata, sudah dua lagu kita (kami) nyanyikan di sini, tidak ada dari DPRD dan kepolisian yang datang ke sini," teriak seorang orator.

Merasa tidak ada yang menanggapi, massa kembali kemdian membacakan 8 tuntutan. Pertama mengusut tuntas meninggalnya 527 petugas KPPS. Kedua, evaluasi kinerja KPU dan Bawaslu. Ketiga, meminta pertanggungjawaban pemerintah atas demokrasi dan pendidikan politik kepada masyarakat. 

Keempat, massa menuntut netralitas Polri dan TNI. Kelima, meminta klarifikasi tindakan represif Polri terhadap massa aksi. Keenam, meminta klarifikasi Bawaslu terkait kecurangan dalam pemilu.

"Ke tujuh, kami meminta perbaikan peningkatan fasilitas pendidikan dan efektivitas dana BOS. Dan, terakhir kami menuntut supremasi hukum dan HAM," ujar seorang orator.

Baca juga: Massa Pendukung 02 Unjuk Rasa di Depan Kantor Bawaslu Sumatera Utara

Tak lama kemudian, sekitar ukul 17.30 WIB, massa membubarkan diri secara teratur.

Sementara itu, di halaman gedung DPRD Sumut, petugas kepolisian tampak berjaga-jaga.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Divonis 5 Bulan Penjara, Eks Panglima Laskar Jihad Indonesia Tinggal Jalani Tahanan 11 Hari

Divonis 5 Bulan Penjara, Eks Panglima Laskar Jihad Indonesia Tinggal Jalani Tahanan 11 Hari

Regional
Pencabulan 15 Santri, Kuasa Hukum Ajukan Penahanan Pimpinan Pesantren

Pencabulan 15 Santri, Kuasa Hukum Ajukan Penahanan Pimpinan Pesantren

Regional
Seorang Ayah Gantung Diri Setelah Bunuh Anaknya yang Berusia 7 Tahun

Seorang Ayah Gantung Diri Setelah Bunuh Anaknya yang Berusia 7 Tahun

Regional
Pria Ini Tega Aniaya Putrinya Usia 2 Tahun hingga Tangan dan Kaki Patah

Pria Ini Tega Aniaya Putrinya Usia 2 Tahun hingga Tangan dan Kaki Patah

Regional
Stadion GBLA Rusak, Ridwan Kamil Bilang 'Kalau Gak Sanggup Serahkan Ke Pemprov'

Stadion GBLA Rusak, Ridwan Kamil Bilang "Kalau Gak Sanggup Serahkan Ke Pemprov"

Regional
Otak Pembunuh Siswi SMP yang Diperkosa 14 Pria Menanti Hukuman Mati

Otak Pembunuh Siswi SMP yang Diperkosa 14 Pria Menanti Hukuman Mati

Regional
Video Adegan Mesra 2 PNS Beredar, Kisah Cintanya Berujung Bui

Video Adegan Mesra 2 PNS Beredar, Kisah Cintanya Berujung Bui

Regional
Sopir Bus Pengantar Jemaah Haji yang Tewaskan Seorang Anak Jadi Tersangka

Sopir Bus Pengantar Jemaah Haji yang Tewaskan Seorang Anak Jadi Tersangka

Regional
Temukan 5 Video Mesum dengan Wanita Lain, Istri Laporkan Perwira Polda Bali ke Polisi

Temukan 5 Video Mesum dengan Wanita Lain, Istri Laporkan Perwira Polda Bali ke Polisi

Regional
Truk Terjun Bebas ke Sungai Sedalam 20 Meter, Sopir dan Kernet Terluka

Truk Terjun Bebas ke Sungai Sedalam 20 Meter, Sopir dan Kernet Terluka

Regional
Sudah 3 Tahun, SD Negeri di Jawa Tengah Ini Tak Punya Siswa Baru

Sudah 3 Tahun, SD Negeri di Jawa Tengah Ini Tak Punya Siswa Baru

Regional
Penyebab Magma Encer Keluar dari Gunung Karangetang

Penyebab Magma Encer Keluar dari Gunung Karangetang

Regional
Sebut Kasus Pencabulan Pimpinan Pesantren Fitnah, 3 Orang Ditangkap

Sebut Kasus Pencabulan Pimpinan Pesantren Fitnah, 3 Orang Ditangkap

Regional
Pimpinan Pesantren yang Cabuli Santri Dicoret dari Pengurus Yayasan

Pimpinan Pesantren yang Cabuli Santri Dicoret dari Pengurus Yayasan

Regional
Kerugian Sementara Akibat Gempa Bali Ditaksir Rp 727 Juta

Kerugian Sementara Akibat Gempa Bali Ditaksir Rp 727 Juta

Regional
Close Ads X