Gara-gara Burung, Nakhoda dan 8 ABK Dituntut 10 Bulan Penjara

Kompas.com - 26/07/2019, 15:37 WIB
Gara-gara menyelundupkan 28 ekor burung yang dilindungi, nakhoda dan delapan ABK-nya jalani persidangan di PN Medan, Kamis (25/7/2019) MEI LEANDHA ROSYANTIGara-gara menyelundupkan 28 ekor burung yang dilindungi, nakhoda dan delapan ABK-nya jalani persidangan di PN Medan, Kamis (25/7/2019)

MEDAN, KOMPAS.com - Gara-gara menyelundupkan 28 ekor burung yang dilindungi, nakhoda Tug Boat Kenari Djaja milik PT Tjipta Rimba Djaja bersama delapan anak buah kapal (ABK) menjadi terdakwa di Pengadilan Negeri Medan.

Mereka adalah Zulkifli Nasution, Edi Mart Handra Butarbutar, Muhammad Saiful, Muhammad Siddik, Ismail, Aditya San Prayoga, Muhammad Ilham Ramadhan, Umar Effendi, dan Joshua Fransciskus Hutabarat.

Jaksa Sani Sianturi menuntut kesembilan terdakwa dengan hukuman masing-masing 10 bulan penjara.

“Menuntut masing-masing terdakwa dengan pidana penjara masing-masing 10 bulan penjara dan denda Rp 5 juta subsider 1 bulan kurungan,” ujar Sani dalam persidangan di PN Medan, Kamis (25/7/2019).

Baca juga: Temukan Burung Langka Rangkong Julang Emas Sekarat di Hutan, Warga Lapor Polisi

Jaksa menilai, para terdakwa telah melanggar Pasal 21 ayat (2) huruf a dan c jo Pasal 40 ayat (2) Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, serta peraturan dan undang-undang lain terkait satwa dilindungi.

Seusai tuntutan jaksa, hakim ketua kemudian menunda persidangan hingga pekan depan. Persidangan selanjutnya dengan agenda mendengarkan nota pembelaan atau pleidoi para terdakwa.

Perkara ini bermula pada 4 Februari 2019. Zulkifli bersama para ABK berangkat dari Pelabuhan Belawan, Kota Medan menuju Maluku.

Sebelum kembali ke Belawan, seluruh ABK ditawari warga kampung Wailanga untuk membeli burung. Burung-burung tersebut dibeli dengan harga bervariasi.

Paling mahal adalah seekor Kakak Tua Jambul Kuning seharga Rp2 juta. kemudian seekor Kasturi Kepala Hitam yang dibandrol Rp 500 ribu.

Saat kapal berada di perairan Belawan dengan koordinat N 03O52’48”/E 098O46’40” pada Sabtu (13/4/2019), sekitar pukul 22.00 WIB, petugas Bea dan Cukai melakukan pemeriksaan.

Saat itu ditemukan 28 ekor burung dilindungi tanpa izin dan dokumen pengangkutan.

Para terdakwa mengaku, mereka membeli burung-burung tersebut untuk dipelihara sendiri dan bukan untuk dijual kembali.

 



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penyaluran Bansos Semrawut, Pemerintah Desa Diduga Pakai Data 2011

Penyaluran Bansos Semrawut, Pemerintah Desa Diduga Pakai Data 2011

Regional
Sembuh dari Covid-19, Pemudik di Wonogiri Meninggal karena TBC

Sembuh dari Covid-19, Pemudik di Wonogiri Meninggal karena TBC

Regional
Fakta Napi Asimilasi Perkosa Bocah 12 Tahun, Korban Calon Anak Tiri, Dilakukan Berulang Kali

Fakta Napi Asimilasi Perkosa Bocah 12 Tahun, Korban Calon Anak Tiri, Dilakukan Berulang Kali

Regional
Puluhan Kendaraan Menuju Pantai Kuta Lombok Diminta Putar Balik

Puluhan Kendaraan Menuju Pantai Kuta Lombok Diminta Putar Balik

Regional
Ayah yang Setubuhi 2 Anak Tirinya hingga Hamil Sempat Diamuk Massa

Ayah yang Setubuhi 2 Anak Tirinya hingga Hamil Sempat Diamuk Massa

Regional
Gubernur Kalbar Persiapkan Kembali Buka Sekolah pada Juli 2020

Gubernur Kalbar Persiapkan Kembali Buka Sekolah pada Juli 2020

Regional
Sungai Meluap, Ratusan Rumah di Banyumas Terendam Banjir

Sungai Meluap, Ratusan Rumah di Banyumas Terendam Banjir

Regional
Saling Bertemu Saat Persiapan Ibadah Online, 9 Jemaat dan Pendeta Positif Covid-19

Saling Bertemu Saat Persiapan Ibadah Online, 9 Jemaat dan Pendeta Positif Covid-19

Regional
Bupati Cianjur Ingatkan Warga Tidak Euforia Saat New Normal

Bupati Cianjur Ingatkan Warga Tidak Euforia Saat New Normal

Regional
Cerita Perawat Jaga Pasien Covid-19, Kacamata Berembun hingga Masker Basah Keringat

Cerita Perawat Jaga Pasien Covid-19, Kacamata Berembun hingga Masker Basah Keringat

Regional
Muncul Klaster Baru di Batam, Pendeta dan Jemaat Positif Corona

Muncul Klaster Baru di Batam, Pendeta dan Jemaat Positif Corona

Regional
Bayi Positif Covid-19 Harus Ditunggui Keluarga yang Negatif, Ini Penjelasannya

Bayi Positif Covid-19 Harus Ditunggui Keluarga yang Negatif, Ini Penjelasannya

Regional
Di Sumedang, Kematian Akibat DBD Lebih Tinggi dari Covid-19

Di Sumedang, Kematian Akibat DBD Lebih Tinggi dari Covid-19

Regional
Larang Pemudik Balik ke Jabodabek, Bupati Wonogiri Tak Akan Keluarkan SKIM

Larang Pemudik Balik ke Jabodabek, Bupati Wonogiri Tak Akan Keluarkan SKIM

Regional
Gubernur Banten: PSBB Tahap Ketiga Ini Awal Sebelum Pemberlakuan New Nomal

Gubernur Banten: PSBB Tahap Ketiga Ini Awal Sebelum Pemberlakuan New Nomal

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X