Bandung, Surabaya dan Medan Minta Inka Buatkan LRT demi Atasi Kemacetan

Kompas.com - 26/07/2019, 16:34 WIB
LRT--Direktur Utama PT INKA, Budi Noviantoro menunjukkan miniatur LRT Palembang bauatan anak bangsa. LRT Palembang merupakan produk perdana LRT buatan PT INKA. MUHLIS AL ALAWILRT--Direktur Utama PT INKA, Budi Noviantoro menunjukkan miniatur LRT Palembang bauatan anak bangsa. LRT Palembang merupakan produk perdana LRT buatan PT INKA.

MADIUN, KOMPAS.com - Tiga pemerintah daerah yakni Surabaya, Bandung dan Medan meminta PT Industri Kereta Api membuatkan Light Rail Transit menyusul makin banyaknya titik kemacetan dalam beberapa tahun terakhir.

"Permintaan banyak dari daerah agar Inka bekerja sama dengan BUMN untuk investasi LRT. Surabaya sudah minta. Medan sudah minta dan Bandung juga minta. Ini sudah antre," kata Direktur Utama PT Inka, Budi Noviantoro, Jumat (25/7/2019).

Menurut Budi, kebutuhan moda transportasi massal makin mendesak seiring banyaknya titik-titik kemacetan di Surabaya, Bandung dan Medan. Dengan demikian, moda transportasi LRT menjadi soslusi mengatasi kemacetan kota besar.

"Saat ini saja sudah macet apalagi sepuluh tahun ke depan," kata Budi.

Baca juga: Soal Kelanjutan LRT, Pemkot Bogor Siap Datangkan Trem dari Belanda

Hanya saja, pendanaan menjadi kendalanya. Untuk itu, Presiden Jokowi dan menteri BUMN meminta Inka bersinergi dengan BUMN dan perbankan membantu pemerintah daerah yang membutuhkan LRT.

"Hanya saja keterbatasan dana dari pemerintah sehingga butuh sinergisitas BUMN yang membantu investasi LRT di daerah mereka," kata Budi.

Baca juga: Satu Tahun LRT Palembang, dari Pelengkap Asian Games hingga Kini Jadi Jantung Transportasi

Budi menambahkan, LRT Palembang merupakan produk pertama INKA menggunakan teknologi baru, yakni badan kereta dengan alumunium. Kendati baru produk perdana, Budi mengatakan, Presiden Jokowi puas dengan LRT buatan INKA karena produk pertama buatan anak bangsa.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X