Kisah Pedagang di Jalan Bulan, Warna-warni Bunga Krisan dan Tenda yang Roboh

Kompas.com - 09/08/2019, 07:00 WIB
Seorang petugas kebersihan menunggu gerobaknya yang dipenuhi bunga krisan yang terserak di jalanan saat penertiban PKL di Jalan Bulan Medan. Lokasi ini merupakan salah satu pusat grosir bunga krisan di Medan. DewantoroSeorang petugas kebersihan menunggu gerobaknya yang dipenuhi bunga krisan yang terserak di jalanan saat penertiban PKL di Jalan Bulan Medan. Lokasi ini merupakan salah satu pusat grosir bunga krisan di Medan.

MEDAN, KOMPAS.com - Panas terik menyengat kepala. Sejumlah pedagang memilih dan memilah bunga krisan yang masih bagus lalu memasukannya ke dalam plastik.

Sisanya dibiarkan terserak di lantai semen di gubuk beratap terpal. Mereka menggerutu, mengumpat dan memaki untuk menunjukkan kemarahannya atas penertiban yang dilakukan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) pada Kamis (8/8/2019) siang.

Sejak pagi, di Jalan Bulan, Kelurahan Pusat Pasar, Kecamatan Medan Kota, Sumatera Utara, sebagian pedagang kaki lima sudah mengosongkan tendanya. Mereka menerima informasi akan adanya penertiban.

Sebagian lainnya masih tetap berjualan, meskipun kemudian sedikit demi sedikit mulai mengangkatnya ke halaman toko yang berderet di sekitarnya.

Ramah Br Ginting (63) tampak sibuk mengangkat bunga krisan yang disusun di atas keranjang. Dia memasukkannya ke dalam ruko yang baru disewanya sejak dua tahun lalu.

Dia sengaja menyewa ruko untuk berjualan berbagai bunga krisan untuk menghindari penggusuran, walaupun harus merogoh kocek hingga Rp60 juta per tahun.

Dia adalah salah satu dari puluhan pedagang bunga krisan di Jalan Bulan. Dia sudah memulai berjualan bunga krisan sejak usia 14 tahun, tepatnya lokasi yang saat ini sudah menjadi bangunan mall.

Ramah sudah berulang kali digusur. Namun, karena berjualan bunga krisan adalah satu-satunya penghidupannya, maka dia tetap berjualan hingga sekarang.

"Dulu aku juga jualan di situ nyah, di tempat yang digusur itu. Baru dua tahun ini lah kusewa ruko ini. Biar tak digusur-gusur lagi," katanya.

Menurut Ramah, penggusuran seolah sudah menjadi bagian dari nasib pedagang di Jalan Bulan.

Untuk diketahui, tenda-tenda PKL yang digusur berada tepat di tengah-tengah jalan. Jalan ini lebarnya sekitar 15-20 meter.

Halaman:


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kapal Berpenumpang Wartawan Istana Terbalik di Labuan Bajo

Kapal Berpenumpang Wartawan Istana Terbalik di Labuan Bajo

Regional
Gudang SD Dipakai Simpan 29 Kg Ganja, Penjaga Sekolah Jadi Kurirnya

Gudang SD Dipakai Simpan 29 Kg Ganja, Penjaga Sekolah Jadi Kurirnya

Regional
3 Hari Hilang, Seorang Remaja Ditemukan Tewas dalam Pipa Waduk

3 Hari Hilang, Seorang Remaja Ditemukan Tewas dalam Pipa Waduk

Regional
Peretas Situs PN Kepanjen Tulis 'Begal Dibela, Pelajar Dipenjara'

Peretas Situs PN Kepanjen Tulis 'Begal Dibela, Pelajar Dipenjara'

Regional
Banjir Bandang dan Longsor, Akses Jalan Lintas Sumatera di Sijunjung Lumpuh Total

Banjir Bandang dan Longsor, Akses Jalan Lintas Sumatera di Sijunjung Lumpuh Total

Regional
Ikan Dewa Jadi Buruan Jelang Imlek, Harga Capai Rp 1 Juta per Kilogram

Ikan Dewa Jadi Buruan Jelang Imlek, Harga Capai Rp 1 Juta per Kilogram

Regional
Dua Rekomensi Penyelesaian Anak yang Disekap Ayahnya di Jember

Dua Rekomensi Penyelesaian Anak yang Disekap Ayahnya di Jember

Regional
Soal Kasus Anak Bunuh Ayah Kandungnya, Polisi Konsultasi ke Jaksa

Soal Kasus Anak Bunuh Ayah Kandungnya, Polisi Konsultasi ke Jaksa

Regional
Sekda Tasikmalaya: Selama Belasan Tahun Kesultanan Selaco Tak Pernah Meresahkan...

Sekda Tasikmalaya: Selama Belasan Tahun Kesultanan Selaco Tak Pernah Meresahkan...

Regional
Mahasiswa Jember Membusuk di Kamar Indekos, Saksi Lihat Kaki dan Perutnya Sudah Banyak Lalat

Mahasiswa Jember Membusuk di Kamar Indekos, Saksi Lihat Kaki dan Perutnya Sudah Banyak Lalat

Regional
Sembilan Santri Lari dari Pesantren, Laporkan Guru Ngaji yang Cabuli 2 Teman Mereka

Sembilan Santri Lari dari Pesantren, Laporkan Guru Ngaji yang Cabuli 2 Teman Mereka

Regional
Banjir di RSUD Kraton Pekalongan Sudah Surut, Petugas Mulai Pembersihan

Banjir di RSUD Kraton Pekalongan Sudah Surut, Petugas Mulai Pembersihan

Regional
Tangani 'Recovery' Korban Banjir dan Longsor di Sukajaya, Dompet Dhuafa Siap Kolaborasi dengan Lembaga Lain

Tangani "Recovery" Korban Banjir dan Longsor di Sukajaya, Dompet Dhuafa Siap Kolaborasi dengan Lembaga Lain

Regional
4 Kasus Perdagangan Bayi di Berbagai Daerah, Dijual untuk Bayar Persalinan hingga Ditawarkan di Facebook

4 Kasus Perdagangan Bayi di Berbagai Daerah, Dijual untuk Bayar Persalinan hingga Ditawarkan di Facebook

Regional
Emil Dardak: Gara-gara Nyanyikan Lagu Glenn Fredly Saya Bisa Naik ke Pelaminan

Emil Dardak: Gara-gara Nyanyikan Lagu Glenn Fredly Saya Bisa Naik ke Pelaminan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X