"Kota Medan Semakin Mengerikan, Begal-begal Sadis Berkeliaran..."

Kompas.com - 03/09/2019, 07:30 WIB
Begal sadis dan tega berkeliaran di Kota Medan, ancaman tembak mati tak meredam aksi kejahatan jalanan yang meresahkan masyarakat ini KOMPAS.COM/MEI LEANDHA ROSYANTIBegal sadis dan tega berkeliaran di Kota Medan, ancaman tembak mati tak meredam aksi kejahatan jalanan yang meresahkan masyarakat ini

MEDAN, KOMPAS.com - Wajah Ester mendadak muram saat diminta menceritakan peristiwa tragis yang dialaminya pada Agustus 2015 lalu. Sambil melemparkan pandangan ke arah kiri, perempuan 43 tahun ini bergumam.

"Masih trauma dan takut aku..." Lama dalam geming, dia akhirnya berubah fikiran, mungkin ceritanya akan membuat orang lain mawas diri, sebab sekarang Kota Medan begitu mengerikan, begal- begal sadis dan tega berkeliaran.

"Aku khawatir sekali, masih trauma, apa yang terjadi sama ku itu buat luka dan takut. Apalagi aku masih harus pulang malam karena tuntutan pekerjaan," katanya kepada Kompas.com, Minggu (1/9/2019). 

Matanya menerawang, mengingat Jalan Pattimura Medan yang dilintasi usai mengantar temannya ke stasiun kereta api. Azan Subuh baru hilang dari pendengaran saat Ester sampai di depan SPBU yang sampingnya kuburan.

Perempuan berambut ikal panjang ini dipepet dua pria yang mengendarai satu sepeda motor. Salah seorang pelaku menendang motornya, Ester tercampak ke aspal dan terseret beberapa meter. Beruntung seorang petugas jaga malam mendengar teriakan dan segera menolongnya.

"Luka fisik yang ku alami cukup serius, belum lagi kerugian dan ancaman yang sepertinya dari pelaku. Meski dia di dalam penjara, tapi bisa mengirim pesan lewat messenger yang mengabarkan kalau dia akan segera ke luar dari penjara. Aku khawatir... Apalagi isi berita, begal di mana-mana," ucapnya dengan mimik memelas.

Baca juga: Begal Sadis di Medan Kerap Beroperasi pada Pagi Hari

Minta polisi bekerja lebih keras di jam rawan

Ester meminta polisi bekerja lebih keras, mengusut tuntas dan cepat kasus-kasus begal. Berpatroli lebih gencar dan sering tidak hanya di jam-jam rawan.

Pagi hari saat orang-orang akan berangkat kerja dan para pekerja shif malam pulang juga waktunya begal beraksi karena kejahatan jalanan tak mengenal waktu. Kepada Pemerintah Kota Medan, permintaannya supaya menerangi semua ruas-ruas jalan yang minim penerangan. 

"Waktu aku dulu, itu jalan gelap, gak ada lampu jalannya," bilangnya sambil menggeleng.

Soal hukuman, perempuan suku Batak ini tegas mengatakan tidak setimpal dan adil. Seperti kasus yang dialaminya, pelaku hanya dihukum 30 bulan penjara padahal apa yang mereka lakukan hampir menghilangkan nyawa.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tak Terima Istri Dimarahi, Suami Bunuh Pemuda yang Baru Dikenalnya

Tak Terima Istri Dimarahi, Suami Bunuh Pemuda yang Baru Dikenalnya

Regional
Lewat 'Pengakuan Dosa', 240 Polisi di Sumsel Mengaku Gunakan Narkoba

Lewat "Pengakuan Dosa", 240 Polisi di Sumsel Mengaku Gunakan Narkoba

Regional
3 Perusahaan di Semarang Jadi Klaster Penularan Covid-19, Apindo Jateng Perketat Protokol Kesehatan

3 Perusahaan di Semarang Jadi Klaster Penularan Covid-19, Apindo Jateng Perketat Protokol Kesehatan

Regional
Jenazah Pasien Positif Corona Diambil Paksa Keluarga, Dimandikan Lalu Dimakamkan Tanpa Protokol Kesehatan

Jenazah Pasien Positif Corona Diambil Paksa Keluarga, Dimandikan Lalu Dimakamkan Tanpa Protokol Kesehatan

Regional
Kakak Setubuhi Adik Kandung hingga Hamil 4 Bulan, Tergiur saat Korban Tertidur Pulas

Kakak Setubuhi Adik Kandung hingga Hamil 4 Bulan, Tergiur saat Korban Tertidur Pulas

Regional
Seorang Tersangka Pengambilan Paksa Jenazah Pasien Corona di Surabaya Positif Covid-19

Seorang Tersangka Pengambilan Paksa Jenazah Pasien Corona di Surabaya Positif Covid-19

Regional
Uang Bantuan Corona Rp 110 Juta untuk Satu Desa di Pandeglang Dirampok

Uang Bantuan Corona Rp 110 Juta untuk Satu Desa di Pandeglang Dirampok

Regional
Peserta dan Panitia UTBK di Jabar Bakal Jalani 'Rapid Test'

Peserta dan Panitia UTBK di Jabar Bakal Jalani "Rapid Test"

Regional
Polisi Tangkap WN Turki Pelaku Skimming, Ternyata Baru 3 Bulan Keluar Penjara

Polisi Tangkap WN Turki Pelaku Skimming, Ternyata Baru 3 Bulan Keluar Penjara

Regional
Gara-gara Anjingnya Mati, Warga Asing Ini Aniaya Seorang Remaja

Gara-gara Anjingnya Mati, Warga Asing Ini Aniaya Seorang Remaja

Regional
17 Warga Dihukum Sapu Halaman Pasar Gegara Tak Pakai Masker

17 Warga Dihukum Sapu Halaman Pasar Gegara Tak Pakai Masker

Regional
Bantu Pengungsi Rohingya, Dompet Dhuafa Aceh Buka Posko Kesehatan

Bantu Pengungsi Rohingya, Dompet Dhuafa Aceh Buka Posko Kesehatan

Regional
Stadion Mandala Krida Yogyakarta Dicoret Sebagai Venue Piala Dunia U-20, Ini Kata Sultan HB X

Stadion Mandala Krida Yogyakarta Dicoret Sebagai Venue Piala Dunia U-20, Ini Kata Sultan HB X

Regional
Warga Rebutan Potong Hiu 1 Ton yang Terdampar di Pinggir Pantai untuk Dikonsumsi

Warga Rebutan Potong Hiu 1 Ton yang Terdampar di Pinggir Pantai untuk Dikonsumsi

Regional
Gugus Tugas Minta Sosialisasi Covid-19 Gunakan Pendekatan Bersifat Kearifan Lokal

Gugus Tugas Minta Sosialisasi Covid-19 Gunakan Pendekatan Bersifat Kearifan Lokal

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X