"Kota Medan Semakin Mengerikan, Begal-begal Sadis Berkeliaran..."

Kompas.com - 03/09/2019, 07:30 WIB
Begal sadis dan tega berkeliaran di Kota Medan, ancaman tembak mati tak meredam aksi kejahatan jalanan yang meresahkan masyarakat ini KOMPAS.COM/MEI LEANDHA ROSYANTIBegal sadis dan tega berkeliaran di Kota Medan, ancaman tembak mati tak meredam aksi kejahatan jalanan yang meresahkan masyarakat ini

Menurut kawan-kawannya yang mengerti hukum, perbuatan pelaku adalah percobaan pembunuhan karena sengaja mencelakai orang tanpa belas kasihan, harusnya dihukum lebih dari lima tahun.

"Tapi kebanyakan dihukum di bawah dua tahun, tidak efek jera..." sungutnya. 

Dari balik jeruji, para pelaku masih bisa mengancam dan merencanakan aksi selanjutnya. Semua dilakukan lewat telepon seluler yang diduga digunakan di dalam bui.

Ester membuktikan hal ini dengan mengungkapkan, pemilik akun Facebook yang mengancamnya ternyata sedang menjalani hukuman.

"Dari akun yang mengancam aku itu, ketahuan mereka komunikasi via Facebook. Mereka komen-komenan merencanakan aksi selanjutnya. Jadi kalau bisa, di penjara pun dimonitor atau diawasi penggunaan handphone karena dari situ bisa jadi awal kejahatan," katanya lagi.

Baca juga: Empat Begal Sadis Dibekuk, Kapolda Sumut: Kalau Berbuat Lagi, Matikan Saja

Hukuman ringan, pelaku masih muda dan tidak jera

Ditanya apakah kesenjangan sosial yang membuat para begal nekat terus beraksi, Ester angkat bahu lalu menggeleng. Pelaku rata-rata berusia muda, bukan usia mapan yang membutuhkan stabilitas ekonomi.

Narkoba dan eksistensi diri adalah kata kunci. Para pelaku beraksi hanya untuk membeli narkoba dan ingin terlihat hebat di mata komunitasnya.

"Yang begal aku umurnya 20-an, bukan bapak-bapak. Kan, gak ada orangtua jadi pelaku, kan? Mereka geng motor. Pas polisi gerebek markas mereka, ada puluhan sepeda motor curian di sana. Semuanya terindikasi untuk narkoba..." pungkas Ester. 

Dua pembegal Ester ditangkap Polsek Medan Kota pada April 2016 malam di kamar kos mereka di Jalan Turi, Medan. Keduanya adalah Nasrullah Pratama alias Nasrul alias Robert (21), dan Angga Tiara alias Amek (20). Kepada polisi, Nasrul mengaku sudah 20 kali beraksi sedangkan Angga 13 kali di berbagai lokasi. 

Driver ojol pun takut aksi begal

Arbaiyah Saragih, driver ojek online yang ditemui ketika mengantar orderan di Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara jujur mengatakan dirinya takut melihat maraknya kejahatan jalanan di Kota Medan saat ini.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penyaluran Bansos Semrawut, Pemerintah Desa Diduga Pakai Data 2011

Penyaluran Bansos Semrawut, Pemerintah Desa Diduga Pakai Data 2011

Regional
Sembuh dari Covid-19, Pemudik di Wonogiri Meninggal karena TBC

Sembuh dari Covid-19, Pemudik di Wonogiri Meninggal karena TBC

Regional
Fakta Napi Asimilasi Perkosa Bocah 12 Tahun, Korban Calon Anak Tiri, Dilakukan Berulang Kali

Fakta Napi Asimilasi Perkosa Bocah 12 Tahun, Korban Calon Anak Tiri, Dilakukan Berulang Kali

Regional
Puluhan Kendaraan Menuju Pantai Kuta Lombok Diminta Putar Balik

Puluhan Kendaraan Menuju Pantai Kuta Lombok Diminta Putar Balik

Regional
Ayah yang Setubuhi 2 Anak Tirinya hingga Hamil Sempat Diamuk Massa

Ayah yang Setubuhi 2 Anak Tirinya hingga Hamil Sempat Diamuk Massa

Regional
Gubernur Kalbar Persiapkan Kembali Buka Sekolah pada Juli 2020

Gubernur Kalbar Persiapkan Kembali Buka Sekolah pada Juli 2020

Regional
Sungai Meluap, Ratusan Rumah di Banyumas Terendam Banjir

Sungai Meluap, Ratusan Rumah di Banyumas Terendam Banjir

Regional
Saling Bertemu Saat Persiapan Ibadah Online, 9 Jemaat dan Pendeta Positif Covid-19

Saling Bertemu Saat Persiapan Ibadah Online, 9 Jemaat dan Pendeta Positif Covid-19

Regional
Bupati Cianjur Ingatkan Warga Tidak Euforia Saat New Normal

Bupati Cianjur Ingatkan Warga Tidak Euforia Saat New Normal

Regional
Cerita Perawat Jaga Pasien Covid-19, Kacamata Berembun hingga Masker Basah Keringat

Cerita Perawat Jaga Pasien Covid-19, Kacamata Berembun hingga Masker Basah Keringat

Regional
Muncul Klaster Baru di Batam, Pendeta dan Jemaat Positif Corona

Muncul Klaster Baru di Batam, Pendeta dan Jemaat Positif Corona

Regional
Bayi Positif Covid-19 Harus Ditunggui Keluarga yang Negatif, Ini Penjelasannya

Bayi Positif Covid-19 Harus Ditunggui Keluarga yang Negatif, Ini Penjelasannya

Regional
Di Sumedang, Kematian Akibat DBD Lebih Tinggi dari Covid-19

Di Sumedang, Kematian Akibat DBD Lebih Tinggi dari Covid-19

Regional
Larang Pemudik Balik ke Jabodabek, Bupati Wonogiri Tak Akan Keluarkan SKIM

Larang Pemudik Balik ke Jabodabek, Bupati Wonogiri Tak Akan Keluarkan SKIM

Regional
Gubernur Banten: PSBB Tahap Ketiga Ini Awal Sebelum Pemberlakuan New Nomal

Gubernur Banten: PSBB Tahap Ketiga Ini Awal Sebelum Pemberlakuan New Nomal

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X