"Kota Medan Semakin Mengerikan, Begal-begal Sadis Berkeliaran..."

Kompas.com - 03/09/2019, 07:30 WIB
Begal sadis dan tega berkeliaran di Kota Medan, ancaman tembak mati tak meredam aksi kejahatan jalanan yang meresahkan masyarakat ini KOMPAS.COM/MEI LEANDHA ROSYANTIBegal sadis dan tega berkeliaran di Kota Medan, ancaman tembak mati tak meredam aksi kejahatan jalanan yang meresahkan masyarakat ini

Begitu juga Armina, ibu dua anak yang tinggal di Jalan Setia Budi Ujung, tak lagi mau ke luar rumah jika tak penting benar. Diingatnya, lima tahunan lalu, dirinya masih sering pulang larut malam dengan sepeda motor.

Sengaja dia memilih pulang menjelang pagi supaya tidak terjebak macet di jalanan. Sekarang, Mina sudah deg-degkan kalau masih di luar rumah di atas jam 20.00 WIB.

"Udah takut aku pulang malam sekarang, gak aman lagi di mana-mana. Mungkin kalau ada teman atau rame-rame, masih lebih tenang. Kalau sendirian, bawaan kita curiga terus, takut terus. Ada yang mepet atau dekat sikit aja, langsung curiga begal," katanya tertawa.

Lebih baik mencegah ketimbang cari gara-gara, kata perempuan ramah ini. Tetap korban yang dirugikan, khususnya perempuan.

Sudah hampir kehilangan nyawa, hilang harta benda, rusak fisik, hukuman untuk pelaku cuma hitungan bulan. Dia ingin, bagi pelaku begal yang mengulangi perbuatannya supaya hukumannya diperberat, ditambah jumlahnya biar tak mengulangi lagi.

"Ini ku baca, ada yang udah bolak-balik masuk penjara, tak jera-jera juga. Ada yang ditembak pun, tak jera juga, cemanalah ya... Ngeri aku," ungkapnya sambil merapikan kacamata.

Baca juga: Begal Sadis Berusia 17 Tahun Ini Ditembak karena Coba Kabur

Kapolda Sumut perintahkan tembak mati begal, tapi...

Ada dua masalah dalam pandangan praktisi hukum Julheri Sinaga soal tembak mati yang diperintahkan Kapolda Sumut untuk para begal yang membandel.

Pertama, dalam aturan hukum dijelaskan bahwa untuk menegakkan hukum tidak boleh cara melanggar hukuman.

Tembak mati harus ada alasan yang kuat dan berdasarkan keputusan pengadilan. Penegak hukum boleh melakukan penembakan kepada seseorang yang diduga melakukan kejahatan dengan syarat apabila membahayakan nyawa petugas dan hendak melarikan diri.

"Boleh dilakukan penembakan tapi tidak mematikan, yang boleh ditembak dari pinggang ke bawah, dan itu harus ada peringatan, tembak ke atas dulu. Bukan berarti kita mendukung begal. Ini sikap orang yang mengerti hukum. Tembak mati itu melanggar hukum, masa oang ditembak mati, melumpuhkan boleh..." katanya.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Fakta Napi Asimilasi Perkosa Bocah 12 Tahun, Korban Calon Anak Tiri, Dilakukan Berulang Kali

Fakta Napi Asimilasi Perkosa Bocah 12 Tahun, Korban Calon Anak Tiri, Dilakukan Berulang Kali

Regional
Puluhan Kendaraan Menuju Pantai Kuta Lombok Diminta Putar Balik

Puluhan Kendaraan Menuju Pantai Kuta Lombok Diminta Putar Balik

Regional
Ayah yang Setubuhi 2 Anak Tirinya hingga Hamil Sempat Diamuk Massa

Ayah yang Setubuhi 2 Anak Tirinya hingga Hamil Sempat Diamuk Massa

Regional
Gubernur Kalbar Persiapkan Kembali Buka Sekolah pada Juli 2020

Gubernur Kalbar Persiapkan Kembali Buka Sekolah pada Juli 2020

Regional
Sungai Meluap, Ratusan Rumah di Banyumas Terendam Banjir

Sungai Meluap, Ratusan Rumah di Banyumas Terendam Banjir

Regional
Saling Bertemu Saat Persiapan Ibadah Online, 9 Jemaat dan Pendeta Positif Covid-19

Saling Bertemu Saat Persiapan Ibadah Online, 9 Jemaat dan Pendeta Positif Covid-19

Regional
Bupati Cianjur Ingatkan Warga Tidak Euforia Saat New Normal

Bupati Cianjur Ingatkan Warga Tidak Euforia Saat New Normal

Regional
Cerita Perawat Jaga Pasien Covid-19, Kacamata Berembun hingga Masker Basah Keringat

Cerita Perawat Jaga Pasien Covid-19, Kacamata Berembun hingga Masker Basah Keringat

Regional
Muncul Klaster Baru di Batam, Pendeta dan Jemaat Positif Corona

Muncul Klaster Baru di Batam, Pendeta dan Jemaat Positif Corona

Regional
Bayi Positif Covid-19 Harus Ditunggui Keluarga yang Negatif, Ini Penjelasannya

Bayi Positif Covid-19 Harus Ditunggui Keluarga yang Negatif, Ini Penjelasannya

Regional
Di Sumedang, Kematian Akibat DBD Lebih Tinggi dari Covid-19

Di Sumedang, Kematian Akibat DBD Lebih Tinggi dari Covid-19

Regional
Larang Pemudik Balik ke Jabodabek, Bupati Wonogiri Tak Akan Keluarkan SKIM

Larang Pemudik Balik ke Jabodabek, Bupati Wonogiri Tak Akan Keluarkan SKIM

Regional
Gubernur Banten: PSBB Tahap Ketiga Ini Awal Sebelum Pemberlakuan New Nomal

Gubernur Banten: PSBB Tahap Ketiga Ini Awal Sebelum Pemberlakuan New Nomal

Regional
Penyekatan Arus Balik Kendaraan di Jateng Diperpanjang Selama Sepekan

Penyekatan Arus Balik Kendaraan di Jateng Diperpanjang Selama Sepekan

Regional
Menyamar Jadi Pembeli, Polisi Bongkar Pabrik Miras Merek Impor Palsu, Ini Kronologinya

Menyamar Jadi Pembeli, Polisi Bongkar Pabrik Miras Merek Impor Palsu, Ini Kronologinya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X