Gubernur Edy Pastikan Tak Ada Warga Sumut yang Meninggal Saat Kerusuhan Wamena

Kompas.com - 03/10/2019, 22:47 WIB
Gubernur Sumut Edy Rahmayadi mengaku turut prihatin atas kondisi yang terjadi di Wamena, Selasa (1/10/2019). KOMPAS.com/MEI LEANDHA ROSYANTIGubernur Sumut Edy Rahmayadi mengaku turut prihatin atas kondisi yang terjadi di Wamena, Selasa (1/10/2019).

MEDAN, KOMPAS.com – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy mengatakan, tidak ada warga Sumut yang meninggal karena konflik di Wamena, Papua. 

“Tidak ada warga Sumut yang menjadi korban di Wamena. Mungkin ada yang luka-luka tapi tidak ada korban jiwa," ujar Edy, Kamis (3/10/2019).

Diketahui hingga hari ini ada 80 warga Sumatera Utara yang mengungsi ke Rindam XVII Cenderawasih.

Namun, Jumlah keseluruhan belum bisa dipastikan karena masih banyak warga yang mengungsi di tempat lain.

Angka ini diterima Gubernur Sumut Edy Rahmayadi saat menghubungi petugas yang dikirim ke Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua. 

“Total ada 80 orang yang mengungsi di Rindam. Masih banyak lagi yang mungkin mengungsi di tempat-tempat lain seperti rumah kerabat atau saudara mereka. Ini akan dipastikan oleh tim kita yang berangkat ke sana,” kata Edy.

Baca juga: Kerusuhan Wamena, Polisi Tetapkan 7 Tersangka

Petugas yang dihubungi itu juga menginformasikan bahwa kondisi Wamena sudah kondusif, dan masyarakat mulai kembali beraktivitas seperti biasa.

Hal ini juga sesuai dengan keterangan Septian Tambunan, warga Sumut yang tinggal di Wamena dan telah kembali ke Medan pada Senin (30/9/2019).

Septian mengaku saat dia meninggalkan Wamena, sudah tidak ada kericuhan lagi. Meski begitu, dia tetap memutuskan pulang kampung.

Kumpulkan dana

Untuk membantu warga di Wamena, Edy mengumpulkan dana dengan tajuk Sumut Peduli Wamena di lantai dua kantornya. Tak tanggung-tanggung, sudah terkumpul uang sebanyak Rp 2,1 miliar. 

Para penyumbang yaitu Bupati Labuhanbatu Utara Khairuddin Syah, Bupati Mandiling Natal Dahlan Hasan Nasution, Ketua Yayasan RS Sembiring Johannes Sembiring, Kepala BPBD Sumut Riadil Akhir Lubis, Kepala Dinas PUPR Effendi Pohan, Ketua BM3 Sumut Syahruddin Ali, beberapa mantan Sekda Sumut, pengusaha, tokoh masyarakat dan agama.

“Alhamdulillah, terkumpul Rp 2,1 miliar lebih. Masih ada tiga hari lagi sebelum tim kita berangkat ke sana. Jadi, kalau masih ada yang mau menyumbang silakan hubungi kami,” kata Edy.

Sumbangan akan dibelikan kebutuhan pengungsi misalnya makanan, kain, obat-obatan, susu, atau mungkin memperbaiki rumah warga.

Edy berterima kasih kepada para penyumbang. Dia berharap jumlahnya akan terus bertambah.

Sebelumnya, pada Rabu (2/10/2019), Edy dan Wakil Gubernur Musa Rajekshah bertemu lintas elemen masyarakat untuk menyerap masukan.

Edy dan Musa meminta saran mulai dari bantuan apa saja yang akan diberikan, penggalangan dana, pemulangan, penampungan, serta pemenuhan sarana dan prasarana yang dibutuhkan.

Baca juga: Janji Bupati Madiun Saat Jemput Pengungsi Wamena di Lanud Iswahyudi

 

Edy menyampaikan, telah dibentuk tim khusus penanganan warga Sumut di Papua. 

“Supaya kita tahu kondisi nyata warga di sana. Segala kemungkinan sudah kita siapkan, apabila harus kembali ke mari, kita kembalikan. Kalau dia orang Langkat, kita pulangkan ke bupatinya. Perjalanan evakuasi adalah tanggung jawab gubernur,” ujar Edy.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cerita Perawat Jaga Pasien Covid-19, Kacamata Berembun hingga Masker Basah Keringat

Cerita Perawat Jaga Pasien Covid-19, Kacamata Berembun hingga Masker Basah Keringat

Regional
Muncul Klaster Baru di Batam, Pendeta dan Jemaat Positif Corona

Muncul Klaster Baru di Batam, Pendeta dan Jemaat Positif Corona

Regional
Bayi Positif Covid-19 Harus Ditunggui Keluarga yang Negatif, Ini Penjelasannya

Bayi Positif Covid-19 Harus Ditunggui Keluarga yang Negatif, Ini Penjelasannya

Regional
Di Sumedang, Kematian Akibat DBD Lebih Tinggi dari Covid-19

Di Sumedang, Kematian Akibat DBD Lebih Tinggi dari Covid-19

Regional
Larang Pemudik Balik ke Jabodabek, Bupati Wonogiri Tak Akan Keluarkan SKIM

Larang Pemudik Balik ke Jabodabek, Bupati Wonogiri Tak Akan Keluarkan SKIM

Regional
Gubernur Banten: PSBB Tahap Ketiga Ini Awal Sebelum Pemberlakuan New Nomal

Gubernur Banten: PSBB Tahap Ketiga Ini Awal Sebelum Pemberlakuan New Nomal

Regional
Penyekatan Arus Balik Kendaraan di Jateng Diperpanjang Selama Sepekan

Penyekatan Arus Balik Kendaraan di Jateng Diperpanjang Selama Sepekan

Regional
Menyamar Jadi Pembeli, Polisi Bongkar Pabrik Miras Merek Impor Palsu, Ini Kronologinya

Menyamar Jadi Pembeli, Polisi Bongkar Pabrik Miras Merek Impor Palsu, Ini Kronologinya

Regional
Pasien Covid-19 di NTB Bertambah 42 Orang, Total Ada 636 Kasus

Pasien Covid-19 di NTB Bertambah 42 Orang, Total Ada 636 Kasus

Regional
Pasien Positif Corona di Grobogan Bertambah 2 Orang

Pasien Positif Corona di Grobogan Bertambah 2 Orang

Regional
Pensiunan TNI Dapat Gelar Petani Berprestasi dari Menteri, Ini Ceritanya...

Pensiunan TNI Dapat Gelar Petani Berprestasi dari Menteri, Ini Ceritanya...

Regional
Melihat Kesiapan Tarakan, Salah Satu Kota yang Jadi Lokasi Uji Coba New Normal

Melihat Kesiapan Tarakan, Salah Satu Kota yang Jadi Lokasi Uji Coba New Normal

Regional
Update Covid-19 Bengkulu, Jumlah Pasien Bertambah 14 Orang

Update Covid-19 Bengkulu, Jumlah Pasien Bertambah 14 Orang

Regional
PSBB Gorontalo Diperpanjang untuk Persiapan New Normal

PSBB Gorontalo Diperpanjang untuk Persiapan New Normal

Regional
PSBB Tangerang Raya Diperpanjang, Belajar di Rumah Sampai 15 Juni

PSBB Tangerang Raya Diperpanjang, Belajar di Rumah Sampai 15 Juni

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X