6 Fakta Kuasa Hukum Walhi Sumut Tewas, Diduga Dibunuh hingga Polisi Minta Izin Otopsi

Kompas.com - 08/10/2019, 06:13 WIB
Ilustrasi CCTV. SHUTTERSTOCKIlustrasi CCTV.

Baca juga: Keluarga Wanita yang Tewas Dalam Karung: Pembunuhan Keji Menyayat Hati Keluarga

4. Polisi cek rekaman CCTV

Untuk mengungkap tewasnya kuasa hukum Walhi Sumut, Golfierd Siregar, Polretabes Medan mengecek beberapa kamera CCTV di tempat kejadian perkara, dari hasil pengecekan tersebut, polisi pun mendapatkan beberapa temuan.

Kasatreskrim Polrestabes Medan Kompol Eko Hartanto mengatakan, pihaknya sudah bergerak mengecek siapa tukang becak yang mengetahui pertama kali dan mengantar ke Rumah Sakit Mitra Sejati.

"Dan kami sudah cek CCTV di RS itu. Memang pada waktu isi ada 4 orang. Dua orang yang menggotong di dalam becaknya, satu pengemudi becak dan satu yang bersama korban dan setelah itu ada yang mengantar sepeda motor korban. Ada juga Grab terlihat di situ. (Grab) motor," katanya, Senin (7/10/2019).

Selain itu, pihaknya juga mengecek toko awal, apakah di fly over Amplas atau fly over Jamin Ginting namun belum identik dengan sepeda motor yang dikendarai korban, sepeda motor korban adalah jenis CBR 150 warna merah.

"Sepeda motornya kan yang CBR warna merah. Kami juga cari CCTV di sekitar situ," katanya.

Baca juga: Telusuri Penyebab Kematian Kuasa Hukum Walhi, Ini Temuan Polisi dari Rekaman CCTV

5. Polisi minta izin otopsi

IlustrasiTHINKSTOCK Ilustrasi

Walhi Sumut menyebut banyak hal yang mencurigakan atas kematian kuasa hukumnya, untuk mengungkap kasus tersebut polisi pun meminta izin kepada pihak keluarga Golfried Siregar untuk mengotopsi jenazah Golfried.

Golfried tewas di Medan akibat luka serius di kepala, Minggu (6/10/2019).

"Pihak kepolisian sekarang sedang berupaya minta izin kepada keluarga untuk dilakukan otopsi," ujar Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Asep Adi Saputra di Gedung Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin.

Baca juga: Polisi Minta Izin Otopsi Jenazah Kuasa Hukum Walhi Sumut ke Keluarga

6. Polisi dalami penyebab kematian Golfierd

Ilustrasi tewas.Shutterstock Ilustrasi tewas.

Polisi menyatakan bahwa Golfried adalah korban tabrak lari. Namun Walhi Sumut menemukan banyak kejanggalan.

Asep mengatakan, polisi masih terus mendalami penyebab kematian Golfried mengingat beberapa fakta di lapangan, salah satunya mengenai barang bawaan korban yang hilang, seperti laptop dan telepon genggam.

"Peristiwa ini akan terus didalami karena meskipun ada sebuah dugaan awal itu kecelakaan, tapi yang perlu dikembangkan pihak kepolisian adalah barang bawaan yang bersangkutan hilang, di antaranya laptop dan HP dan sebagainya," kata dia.

"Jadi itu menjadi sebuah bukti atau fakta di TKP yang terus kita kembangkan, apa yang jadi penyebab utama yang bersangkutan meninggal," sambungnya.

Baca juga: Jenazah dalam Kondisi Sujud di Pinggir Jalan Ternyata Korban Pembunuhan Tukang Becak

Sumber: KOMPAS.com (Dewantoro, Mei Leandha, Devina Halim)

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X