Misteri Tengkorak di Sumur Tua, Korban Diduga Tewas 3 Tahun Lalu

Kompas.com - 08/10/2019, 15:32 WIB
Suasana saat evakuasi tengkorak dan tulang belulang manusia yang diangkat dari sumur tua di Desa Tanjung Haloban, Kecamatan Bilah Hilir, Kabupaten Labuhanbatu, pada Senin (28/9/2019). Hasil autopsi, tengkorak dan tulang belulang tersebut berjenis kelamin laki-laki berusia 40-60 tahun. Polisi masih melakukan penyelidikan. Dok. Polsek Bilah HilirSuasana saat evakuasi tengkorak dan tulang belulang manusia yang diangkat dari sumur tua di Desa Tanjung Haloban, Kecamatan Bilah Hilir, Kabupaten Labuhanbatu, pada Senin (28/9/2019). Hasil autopsi, tengkorak dan tulang belulang tersebut berjenis kelamin laki-laki berusia 40-60 tahun. Polisi masih melakukan penyelidikan.

MEDAN, KOMPAS.com - Misteri tengkorak di sumur tua di Desa Tanjung Haloban, Kecamatan Bilah Hilir, Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara, belum juga terkuak.

Polisi masih menyelidiki dan memeriksa beberapa orang saksi.

Namun, polisi menduga bahwa jenazah di sumur tua tersebut meninggal sejak 3 tahun lalu.

Hal tersebut diungkapkan Kapolsek Bilah Hilir Iptu Krisnat Andriyanto saat dikonfirmasi, Selasa (8/10/2019).

Baca juga: Polisi Tunggu Hasil Otopsi Jenazah Aktivis Walhi

Berdasarkan hasil otopsi di Rumah Sakit Djasamen Saragih di Pematang Siantar, tengkorak dan tulang belulang tersebut berjenis kelamin laki-laki.

Diperkirakan, usianya antara 40 hingga 60 tahun.

Hingga saat ini, sudah ada 7 orang saksi yang diperiksa. Kemarin, polisi juga sudah memeriksa Solina Br Napitupulu, selaku pemilik rumah dan sumur, sebelum dijual kepada Ramhot Sinurat (mertua Averina Br Barus).

"Dari beberapa keterangan yang bersangkutan, ada beberapa hal yang akan kita dalami lagi," kata Krisnat.

Krisnat tidak merinci kapan rumah tersebut dijual.

Namun, rumah tersebut dalam keadaan kosong sejak 2014.

"Hingga saat ini kita masih mengumpulkan keterangan saksi-saksi guna mengungkap peristiwa yang terjadi. Kita kumpulkan bukti sedikit demi sedikit, mengingat waktu kejadian kita perkirakan sudah lebih dari 3 tahun," kata Krisnat.

Baca juga: Pria di Bali Tembak Teman Gunakan Airsoft Gun karena Mabuk dan Bercanda

Kronologi penemuan

Sebelumnya, warga digegerkan dengan temuan tengkorak dan tulang belulang manusia di dalam sebuah sumur tua.

Kondisinya terbungkus dalam satu karung bersama kaki meja mesin jahit.

Averina Bru Lingga adalah orang pertama yang menemukannya. Dia adalah pemilik rumah tempat ditemukannya tengkorak dalam sumur.

Penemuan itu bermula dari niatnya menyiram tanaman cabai di samping rumahnya. Saat itu, dia dibantu kedua rekannya, Dody Hanter Aritonang dan Sanjaya Sinurat.

Saat itu, di daerah tersebut sedang musim kemarau. Averina mengukur kedalaman air sumur yang ada dengan mengunakan kayu.

Namun, Averina terkejut, karena kayu yang digunakan untuk mengukur ke dalam air menyentuh sesuatu di dalam sumur tersebut.

Averina menyuruh rekannya untuk masuk ke dalam sumur untuk melihat ada benda apa yang ada di sumurnya.

Averina yang penasaran segera mengambil besi pengait untuk mengambil benda tersebut dan  besi kaki mesin jahit.

Namun, ketika menaikan besi kaki mesin jahit, terlihat ada goni plastik yang menyakut pada kaki mesin jahit tersebut.

Setelah diangkat dan dibuka, dia terkejut karena di dalam goni tersebut terdapat tengkorak berupa kepala manusia dan tulang belulang.

Averina segera melaporkan penemuannya tersebut kepada aparat desa setempat.

Mendapat kabar tersebut, aparat desa langsung melaporkan penemuan tengkorak itu ke polisi.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X