Diduga Dibunuh, Kuasa Hukum Walhi Tangani Kasus Perizinan Pembukaan Kawasan Hutan untuk PLTA dan Pembalakan Liar

Kompas.com - 09/10/2019, 06:36 WIB
Ilustrasi kecelakaan motor gas2.orgIlustrasi kecelakaan motor
Editor Rachmawati

Baca juga: Telusuri Penyebab Kematian Kuasa Hukum Walhi, Ini Temuan Polisi dari Rekaman CCTV


Banyak kejanggalan

Jenazah Golfrid, tiba di RS Bhayangkara, Medan, pada Senin (7/10/2019) malam untuk diautopsi, setelah menempuh tiga jam perjalanan dari rumah duka di Tiga Dolok, Kabupaten Simalungun, Sumatra Utara.

Istrinya, Resmi Barimbing, tampak lesu menunggu autopsi jenasah suami yang baru dinikahinya selama dua tahun itu.

Tak banyak ucap dari mulut Resmi, namun dia berharap pihak kepolisian segera mengusut tuntas kasus kematian suaminya yang merupakan aktivis Hak Asasi Manusia adan juga advokat Wahana Lingkungan Hidup Indonesia ( Walhi) Sumatera Utara.

Baca juga: Kuasa Hukum Meninggal Dunia, Walhi Sumut Sebut Banyak Kejanggalan

"Kami mau ini diusut tuntas karena apa meninggalnya," ujar Resmi seperti dikutip dari kantor berita Antara.

Bibi Golfrid yang mendampingi Resmi, Serdiana Sitompul, mengatakan sedianya jenazah Golfrid akan dimakamkan pada hari itu. Namun, keluarga mendapat kabar dari kepolisian bahwa jenasah Golfrid akan diautopsi untuk memastikan penyebab kematiannya.

Serdiana menambahkan keluarga menduga Golfrid meninggal bukan karena kecelakaan, seperti yang dilaporkan sebelumnya. Mereka merasa janggal dengan luka yang hanya ditemukan pada bagian kepala, sementara itu tidak ditemukan luka di sekujur badan.

"Kalau keluarga yang di kampung itu, mereka bilang ini bukan korban tabrakan, karena kepalanya ini yang hancur, soalnya luka [kepala] ke bawah tidak ada. Kalau tabrakan pasti ada [luka dari kepala] ke bawah," ujar Serdiana kepada wartawan.

Baca juga: Diduga Dibunuh, Kuasa Hukum Walhi Sumut Tewas dengan Luka Parah di Kepala

Kepala Departemen Advokasi Eksekutif Nasional WALHI, Zenzi Suhadi, yang merujuk keterangan rekan sejawat yang mendampingi korban selama di rumah sakit, menemukan "sangat banyak kejanggalan pada kejadian dan tubuh korban."

Cedera pada tubuh korban merupakan akibat dari trauma benda tumpul yang terkonsentrasi di kepala, terutama tengkorak bagian belakang remuk dan mata sebelah kanan bengkak.

Selebihnya, di tubuhnya tidak ditemukan luka-luka yang lain.

Selain itu, pakaian yang dikenakan korban tidak ditemukan bekas lecet seperti orang jatuh dari motor.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X