Diduga Dibunuh, Kuasa Hukum Walhi Tangani Kasus Perizinan Pembukaan Kawasan Hutan untuk PLTA dan Pembalakan Liar

Kompas.com - 09/10/2019, 06:36 WIB
Ilustrasi PIXABAY.comIlustrasi
Editor Rachmawati

Baca juga: Korban Demo Mahasiswa di Palembang Berjumlah 49 Orang, Walhi Buka Posko Pengaduan


Dugaan penganiayaan

Zenzi merasa hal ini janggal karena merujuk pada keterangan pengemudi becak motor yang membawa korban ke rumah sakit, korban ditemukan di jalanan beraspal. Justru di celananya ditemukan bekas lumpur.

"Untuk cedera yang parah di kepala, kalau jatuh itu tidak mungkin tidak ada kerusakan di motornya. Justru motornya tidak mempunyai kerusakan berarti. ini yang membuat kita menduga sepertinya ini bukan kecelakaan," jelas Zenzi.

Lagipula, lanjut Zenzi, ketika ditemukan barang berharga milik Golfrid raib, termasuk laptop, dompet, ponsel dan cincin yang dia kenakan.

Baca juga: Walhi: Negara Seolah Menyubsidi Pelaku Kejahatan Lingkungan

Pada Sabtu (5/10/2019) silam, Walhi Sumut melaporkan kejadian ini ke kepolisian atas dugaan penganiayaan, namun menurut Zenzi, laporan ini ditolak oleh Polsek Deli Tua yang menganggap penyebab kematian Gilfrid adalah kecelakaan lalu lintas.

Baru pada Minggu (6/10/2019) malam, kasus ini diambil alih oleh Polrestabes Medan untuk memastikan penyebab kematian Golfrid.

Kabid Humas Polda Sumut, Tatan Dirsan Atmaja mengungkapkan, selain menunggu hasil autopsi, kepolisian saat ini sedang mengumpulkan alat-alat bukti, termasuk rekaman CCTV rumah sakit dan lokasi kejadian, serta jejak digital ponsel korban.

"Di samping itu kita juga mengumpulkan berbagai saksi, kemudian membuka percakapan telpon dan melacak percakapan handphone yang dilakukan yang bersangkutan," jelas Tatan.

Baca juga: Walhi Sebut Karhutla Terjadi karena Manusia Tak Mau Beradaptasi dengan Alam


Daftar hitam kekerasan pegiat lingkungan

Salah satu kasus yang ditangani oleh Golfrid adalah kasus perizinan pembukaan kawasan hutan Batang Toru di Tapanuli untuk proyek PLTA Batang Toru yang dikhawatirkan akan mengancam habitat orangutan tapanuli Rivan Awal Lingga/ANTARA Salah satu kasus yang ditangani oleh Golfrid adalah kasus perizinan pembukaan kawasan hutan Batang Toru di Tapanuli untuk proyek PLTA Batang Toru yang dikhawatirkan akan mengancam habitat orangutan tapanuli
Golfrid yang merupakan manajer kajian hukum Walhi Sumut dilaporkan tengah menangani kasus hukum yang berkaitan dengan lingkungan hidup di wilayah Sumatra Utara.

Di antaranya kasus perizinan pembukaan kawasan hutan Batang Toru di Tapanuli untuk proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batang Toru dan kasus pembalakan liar di Kabupaten Karo, serta beberapa kasus lain.

Sejumlah pegiat lingkungan hidup di Indonesia tercatat mengalami kekerasan, seperti Direktur Eksekutif Walhi Nusa Tenggara Barat, yang rumahnya dibakar pada awal tahun ini. Hingga saat ini belum terungkap siapa pelakunya.

Baca juga: WALHI Nilai Sanksi Administratif Tak Bikin Jera Perusahaan Pembakar Lahan

Pola kekerasan dan diskriminasi terhadap pegiat lingkungan, kata Kepala Departemen Advokasi Eksekutif Nasional WALHI, Zenzi Suhadi, kian berkembang.

Jika sebelumnya ancaman, kekerasan dan kriminalisasi hanya dialami oleh masyarakat dan tokoh masyarakat, kini mengarah pada aktivis pendamping dan pimpinan organisasi, penasehat hukum, dan para ahli.

"Kalau dilihat perkembangannya saat ini sudah darurat dalam hal tanggung jawab negara menjamin dan melindungi aktivis lingkungan karena sudah berkembang pola kekerasan dan ancaman kepada pembela lingkungan," tegas Zenzi.

Baca juga: Walhi: Jangan-jangan Segel Lahan Hanya Demi Memuaskan Jokowi?

Walhi mendesak polisi untuk mengungkap tuntas aksi-aksi kekerasan terhadap pegiat lingkungan hidup dan mendesak negara untuk segera mengeluarkan kebijakan yang melindungi aktivis lingkungan dalam menegakkan keadilan ekologis.

"Seharusnya pemerintah melindungi dan menjaga serta menjamin suara-suara dari masyarakat sipil karena negara membutuhkan second opinion dari kebijakan yang dikeluarkan negara," ungkapnya.

Baca juga: Walhi Minta Pemerintah Batalkan PK Terkait Karhutla

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X