Wali Kota Medan Terjaring OTT KPK, Ini Kata Pengamat Lingkungan

Kompas.com - 17/10/2019, 07:13 WIB
Wali Kota Medan Dzulmi Eldin (tengah) digiring petugas setibanya di gedung KPK, Jakarta, Rabu (16/10/2019). Dzulmi Eldin terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK terkait dugaan suap dari dinas-dinas di lingkungan Pemerintah Kota Medan. ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/ama. *** Local Caption *** 
ANTARA FOTO/Dhemas ReviyantoWali Kota Medan Dzulmi Eldin (tengah) digiring petugas setibanya di gedung KPK, Jakarta, Rabu (16/10/2019). Dzulmi Eldin terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK terkait dugaan suap dari dinas-dinas di lingkungan Pemerintah Kota Medan. ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/ama. *** Local Caption ***

MEDAN, KOMPAS.com - Medan adalah kota besar yang sudah bertaraf internasional sejak dulu. Belanda, membangun kota ini sebagai kota bisnis dan kotanya orang kaya yang merupakan tuan-tuan kebun. Kota ini dirancang tidak boleh banjir.

Terjaringnya Wali Kota Medan T Dzulmi Eldin adalah bukti bahwa kota ini tidak dikelola dengan jujur dan cerdas.

Hal tersebut diungkapkan pengamat lingkungan Jaya Arjuna ketika diminta tanggapannya terkait penangkapan orang nomor satu di kota yang tahun ini berusia 429 tahun ini.

Dijelaskannya, pembangunan kota Medan tidak bisa lepas dari Belanda yang merancangnya sebagai kotanya orang kaya yakni tuan-tuan kebun.

Kota ini juga dibangun sedemikian rupa sehingga tidak boleh banjir.

Baca juga: Penyidik KPK Nyaris Ditabrak Ajudan Wali Kota Medan, Begini Ceritanya

Medan didesain dengan standar Eropa sehingga memiliki keindahan dan fungsi yang mendukung bagi perkembangan kota.

Kota ini juga menjadi persinggahan orang-orang kaya atau tuan kebun yang datang dari Eropa, salah satunya Belanda.

"Mereka berhenti di Medan dan menginap di Hotel De Boer, makan dan minum di Tip Top dan belanja di The Sun yang berada di depannnya," katanya, Rabu sore  (16/10/2019).

Kemudian, kantor pos, stasiun kereta api, bank, Rumah Sakit Tembakau Deli, Kesawan dibangun di jantung kota ini.

"Dulu Medan ini bersaing ketat dengan Malaka dan Penang, kalau sampai sekarang begini-begini saja, artinya kita tak tahu bagaimana membangun kota ini dengan baik," katanya.

Baca juga: KPK Paparkan Kronologi OTT Wali Kota Medan

Soal OTT Wali Kota Medan

Menurutnya, penangkapan Eldin menjadi pijakan bagi pemimpin Kota Medan ke depan. Pengalaman-pengalaman yang sudah terjadi ini telah memalukan Kota Medan.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X