Terkait Terorisme, Kapolda Sumut: Mereka Membangun Jaringan Melalui Medsos

Kompas.com - 18/10/2019, 12:27 WIB
Pangdam I Bukit Barisan Mayjend TNI MS Fadhilah (kiri) dan Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto saat menemui wartawan di sela-sela kegiatan konsolidasi di panggung prajurit di Lapangan Benteng, Medan, Jumat (18/10/2019) pagi. Kegiatan ini merupakan konsolidasi menjelang pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih pada Minggu (20/10/2019). KOMPAS.COM/DEWANTOROPangdam I Bukit Barisan Mayjend TNI MS Fadhilah (kiri) dan Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto saat menemui wartawan di sela-sela kegiatan konsolidasi di panggung prajurit di Lapangan Benteng, Medan, Jumat (18/10/2019) pagi. Kegiatan ini merupakan konsolidasi menjelang pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih pada Minggu (20/10/2019).

MEDAN, KOMPAS.com - Kamis pekan lalu, masyarakat dikejutkan dengan penyerangan terhadap Menko Polhukam Wiranto oleh seorang pria berinsial SA (51).

SA ternyata adalah warga Kecamatan Medan Deli. SA diduga terpapar radikalisme sepulangnya dari Malaysia dan merantau ke Jawa.

Mengenai jaringan terorisme di Sumatera Utara (Sumut), Kapolda Sumut Irjen Agus Andrianto mengatakan, seluruh masyarakat harus tetap waspada karena siapa pun bisa menjadi korban.

Pelaku teror, menurutnya, membangun jaringan melalui media sosial.

"Mereka ada di sekitar kita. Mereka melakukan pembangunan jaringan melalui media sosial. Artinya bahwa seluruh warga masyarakat harus waspada," ujar Agus di Lapangan Benteng, Medan, Jumat (18/10/2019) pagi.

Baca juga: Perintahkan Anak Lakukan Aksi Teror, Penusuk Wiranto Akan Disanksi Pidana Lebih Berat

Agus juga mengimbau masyarakat yang memiliki informasi atau mengetahui adanya hal yang mencurigakan agar melaporkannya kepada koramil, polsek, atau bhabinsa terdekat.

"Sampaikan jika mengetahui informasi atau ada hal yang mencurigakan karena mereka ada di sekitar kita," ujar Kapolda.

Sebelumnya diberitakan, Alex (39), rekan SA, mengaku terkejut dengan aksi nekat SA menusuk Wiranto.

Padahal, SA dikenal sebagai orang pintar dan lulus sebagai sarjana hukum meskipun pernah bersentuhan dengan narkotika saat frustrasi setelah berpisah dengan istri pertama.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penyaluran Bansos Semrawut, Pemerintah Desa Diduga Pakai Data 2011

Penyaluran Bansos Semrawut, Pemerintah Desa Diduga Pakai Data 2011

Regional
Sembuh dari Covid-19, Pemudik di Wonogiri Meninggal karena TBC

Sembuh dari Covid-19, Pemudik di Wonogiri Meninggal karena TBC

Regional
Fakta Napi Asimilasi Perkosa Bocah 12 Tahun, Korban Calon Anak Tiri, Dilakukan Berulang Kali

Fakta Napi Asimilasi Perkosa Bocah 12 Tahun, Korban Calon Anak Tiri, Dilakukan Berulang Kali

Regional
Puluhan Kendaraan Menuju Pantai Kuta Lombok Diminta Putar Balik

Puluhan Kendaraan Menuju Pantai Kuta Lombok Diminta Putar Balik

Regional
Ayah yang Setubuhi 2 Anak Tirinya hingga Hamil Sempat Diamuk Massa

Ayah yang Setubuhi 2 Anak Tirinya hingga Hamil Sempat Diamuk Massa

Regional
Gubernur Kalbar Persiapkan Kembali Buka Sekolah pada Juli 2020

Gubernur Kalbar Persiapkan Kembali Buka Sekolah pada Juli 2020

Regional
Sungai Meluap, Ratusan Rumah di Banyumas Terendam Banjir

Sungai Meluap, Ratusan Rumah di Banyumas Terendam Banjir

Regional
Saling Bertemu Saat Persiapan Ibadah Online, 9 Jemaat dan Pendeta Positif Covid-19

Saling Bertemu Saat Persiapan Ibadah Online, 9 Jemaat dan Pendeta Positif Covid-19

Regional
Bupati Cianjur Ingatkan Warga Tidak Euforia Saat New Normal

Bupati Cianjur Ingatkan Warga Tidak Euforia Saat New Normal

Regional
Cerita Perawat Jaga Pasien Covid-19, Kacamata Berembun hingga Masker Basah Keringat

Cerita Perawat Jaga Pasien Covid-19, Kacamata Berembun hingga Masker Basah Keringat

Regional
Muncul Klaster Baru di Batam, Pendeta dan Jemaat Positif Corona

Muncul Klaster Baru di Batam, Pendeta dan Jemaat Positif Corona

Regional
Bayi Positif Covid-19 Harus Ditunggui Keluarga yang Negatif, Ini Penjelasannya

Bayi Positif Covid-19 Harus Ditunggui Keluarga yang Negatif, Ini Penjelasannya

Regional
Di Sumedang, Kematian Akibat DBD Lebih Tinggi dari Covid-19

Di Sumedang, Kematian Akibat DBD Lebih Tinggi dari Covid-19

Regional
Larang Pemudik Balik ke Jabodabek, Bupati Wonogiri Tak Akan Keluarkan SKIM

Larang Pemudik Balik ke Jabodabek, Bupati Wonogiri Tak Akan Keluarkan SKIM

Regional
Gubernur Banten: PSBB Tahap Ketiga Ini Awal Sebelum Pemberlakuan New Nomal

Gubernur Banten: PSBB Tahap Ketiga Ini Awal Sebelum Pemberlakuan New Nomal

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X