Kantor Wali Kota Medan Digeledah, Ajudan yang Hampir Tabrak KPK Muncul

Kompas.com - 18/10/2019, 16:47 WIB
Wali Kota Medan Dzulmi Eldin (tengah) digiring petugas setibanya di gedung KPK, Jakarta, Rabu (16/10/2019). Dzulmi Eldin terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK terkait dugaan suap dari dinas-dinas di lingkungan Pemerintah Kota Medan. ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/ama. *** Local Caption *** 
ANTARA FOTO/Dhemas ReviyantoWali Kota Medan Dzulmi Eldin (tengah) digiring petugas setibanya di gedung KPK, Jakarta, Rabu (16/10/2019). Dzulmi Eldin terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK terkait dugaan suap dari dinas-dinas di lingkungan Pemerintah Kota Medan. ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/ama. *** Local Caption ***

MEDAN, KOMPAS.com - Tiga ruangan di kantor wali kota Medan, yakni ruang kerja wali kota, kasubag protokoler dan bagian umum pada Jumat (18/10/2019) digeledah tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sekitar pukul 09.30 WIB.

Ajudan Eldin, And muncul bersama tim KPK.

Sekitar pukul 10.00 WIB, Wakil Wali Kota Medan Akhyar Nasution tiba di kantor usai acara Panggung Prajurit di Lapangan Benteng.

Dia pun menemui teman-teman media. Mengenai penggeledahan oleh KPK, dia mempersilakan saja dan tidak memiliki hak melarang.

Baca juga: Duduk Perkara OTT Wali Kota Medan, demi Tutupi Biaya Perjalanan ke Jepang...

Menurutnya, ia dan seluruh staf yang sedang berada di lapangan memantau proses penggeledahan yang dilakukan oleh KPK.

"Silakan saja. Itu haknya KPK. Kita tak ada hak melarang," katanya.

Sekitar pukul 11.30 WIB, sosok yang selama ini dicari-cari muncul di kantor yang berada di Jalan Kapten Maulana Lubis, Medan. Dia mengenakan kaos berkerah warna biru gelap dan bertopi hitam. Sosok itu adalah And.

And diketahui sebagai orang yang mengambil uang tunai Rp 50 juta di rumah Isa Anshari. Dia melarikan diri saat penyidik KPK mendekati mobilnya. Saat upayanya melarikan diri itulah And hampir menabrak tim KPK.

And terus menundukkan kepala saat menuruni anak tangga dan tak mau mengucapkan satu kata pun.

Pria itu kemudian dibawa masuk ke mobil Toyota Innova warna hitam dengan nomor polisi BM 1864 P.

Mobil tersebut kemudian langsung meninggalkan gedung kantor yang berada tepat di depan kantor DPRD Kota Medan itu.

Baca juga: Fakta Terbaru OTT Wali Kota Medan, Harta Rp 20 M hingga Setoran untuk Tutupi Biaya ke Jepang

Diberitakan sebelumnya, Wali Kota Medan Tengku Dzulmi Eldin tertangkap tangan terima suap terkait proyek dan jabatan.

Selain menangkap Eldin, KPK juga mengamankan tujuh orang di Medan yaitu SFI (kepala Sub Bagian Protokoler Kota Medan), IAN (kepala Dinas PUPR Kota Medan), APP ( ajudan Wali Kota Medan, SSO (ajudan Wali Kota Medan), And (ajudan Wali Kota Medan).  

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X