Penumpang di Bandara Kualanamu Simpan Sabu Dalam Pasta Gigi

Kompas.com - 08/11/2019, 14:49 WIB
M. Bin Umar (21) ditangkap petugas di Bandara Kuala Namu karena kedapatan membawa sabu 21,2 gram yang disembunyikannya di dalam kemasan pasta gigi/odol. IstimewaM. Bin Umar (21) ditangkap petugas di Bandara Kuala Namu karena kedapatan membawa sabu 21,2 gram yang disembunyikannya di dalam kemasan pasta gigi/odol.

MEDAN, KOMPAS.com - Sabu seberat 21,2 gram disembunyikan oleh seorang pria di dalam kemasan pasta gigi atau odol.

Aksinya diketahui oleh petugas gabungan dari Direktorat Narkoba dan Bea Cukai Bandara Kualanamu.

Pria tersebut bernama MBU (21), warga Leubu Cot, Kecamatan Makmur, Kabupaten Bireun, Aceh.

Baca juga: Disandera, Petani Bilang ke Perampok: Mungkin Salah Orang...

Saat dikonfirmasi, Wakil Direktur Narkoba Polda Sumut AKBP Franky Yusandy membenarkan penangkapan tersebut.

"Dia diamankan dalam pemeriksaan di terminal kedatangan Bandara Internasional Kualanamu pada Rabu, sekitar pukul 09.00 WIB," kata Franky saat dikonfirmasi, Kamis (7/11/2019).

Franky menuturkan, penangkapan ini berawal saat tersangka tiba di Bandara Kualanamu.

Sebelumnya, pelaku berangkat dari Bandara Kuala Lumpur Malaysia dengan pesawat Air Asia QZ-123.

"Saat petugas intersection melakukan pemeriksaan pada tas miliknya menggunakan alat x-ray, termonitor barang mencurigakan, sehingga dilakukan pemeriksaan yang ternyata ditemukan barang bukti narkotika jenis sabu seberat 21,2 gram, dikemas dalam kemasan odol," kata Franky.

Baca juga: Siswa SMP Korban Bully di Pekanbaru Mengalami Patah Hidung

Setelah dilakukan pemeriksaan terhadap pelaku, petugas kemudian membawa pelaku ke Polda Sumatera Utara untuk diperiksa lebih lanjut.

"Selanjutnya petugas mengamankan serta membawa tersangka dan barang bukti tersebut ke Kantor Direktorat Narkoba Polda Sumut untuk diproses lebih lanjut," kata Franky. 

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penyaluran Bansos Semrawut, Pemerintah Desa Diduga Pakai Data 2011

Penyaluran Bansos Semrawut, Pemerintah Desa Diduga Pakai Data 2011

Regional
Sembuh dari Covid-19, Pemudik di Wonogiri Meninggal karena TBC

Sembuh dari Covid-19, Pemudik di Wonogiri Meninggal karena TBC

Regional
Fakta Napi Asimilasi Perkosa Bocah 12 Tahun, Korban Calon Anak Tiri, Dilakukan Berulang Kali

Fakta Napi Asimilasi Perkosa Bocah 12 Tahun, Korban Calon Anak Tiri, Dilakukan Berulang Kali

Regional
Puluhan Kendaraan Menuju Pantai Kuta Lombok Diminta Putar Balik

Puluhan Kendaraan Menuju Pantai Kuta Lombok Diminta Putar Balik

Regional
Ayah yang Setubuhi 2 Anak Tirinya hingga Hamil Sempat Diamuk Massa

Ayah yang Setubuhi 2 Anak Tirinya hingga Hamil Sempat Diamuk Massa

Regional
Gubernur Kalbar Persiapkan Kembali Buka Sekolah pada Juli 2020

Gubernur Kalbar Persiapkan Kembali Buka Sekolah pada Juli 2020

Regional
Sungai Meluap, Ratusan Rumah di Banyumas Terendam Banjir

Sungai Meluap, Ratusan Rumah di Banyumas Terendam Banjir

Regional
Saling Bertemu Saat Persiapan Ibadah Online, 9 Jemaat dan Pendeta Positif Covid-19

Saling Bertemu Saat Persiapan Ibadah Online, 9 Jemaat dan Pendeta Positif Covid-19

Regional
Bupati Cianjur Ingatkan Warga Tidak Euforia Saat New Normal

Bupati Cianjur Ingatkan Warga Tidak Euforia Saat New Normal

Regional
Cerita Perawat Jaga Pasien Covid-19, Kacamata Berembun hingga Masker Basah Keringat

Cerita Perawat Jaga Pasien Covid-19, Kacamata Berembun hingga Masker Basah Keringat

Regional
Muncul Klaster Baru di Batam, Pendeta dan Jemaat Positif Corona

Muncul Klaster Baru di Batam, Pendeta dan Jemaat Positif Corona

Regional
Bayi Positif Covid-19 Harus Ditunggui Keluarga yang Negatif, Ini Penjelasannya

Bayi Positif Covid-19 Harus Ditunggui Keluarga yang Negatif, Ini Penjelasannya

Regional
Di Sumedang, Kematian Akibat DBD Lebih Tinggi dari Covid-19

Di Sumedang, Kematian Akibat DBD Lebih Tinggi dari Covid-19

Regional
Larang Pemudik Balik ke Jabodabek, Bupati Wonogiri Tak Akan Keluarkan SKIM

Larang Pemudik Balik ke Jabodabek, Bupati Wonogiri Tak Akan Keluarkan SKIM

Regional
Gubernur Banten: PSBB Tahap Ketiga Ini Awal Sebelum Pemberlakuan New Nomal

Gubernur Banten: PSBB Tahap Ketiga Ini Awal Sebelum Pemberlakuan New Nomal

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X