Kronologi 8 Pelaku Bunuh 2 Pria di Kebun Sawit Labuhanbatu

Kompas.com - 08/11/2019, 19:51 WIB
Lima pelaku pembunuhan dua orang aktifis di perkebunan kelapa sawit di Labuhanbatu ditangkap oleh tim gabungan dari Polda Sumut, Polres Labubanbatu dan Polsek Panai Hilir di tempat berbeda. KOMPAS.COM/DEWANTOROLima pelaku pembunuhan dua orang aktifis di perkebunan kelapa sawit di Labuhanbatu ditangkap oleh tim gabungan dari Polda Sumut, Polres Labubanbatu dan Polsek Panai Hilir di tempat berbeda.

MEDAN, KOMPAS.com - Tim gabungan dari Polda Sumut, Polres Labuhanbatu, dan Polsek Panai Hilir, menangkap lima pelaku pembunuhan dua pria, Maraden Sianipar (55) dan Martua P Siregar alias Sanjai (48).

Jenazah Amraden dan Martua ditemukan di kebun sawit Komplek PT SAB / KSU Amelia, Dusun VI, Desa Wonosari, Kecamatan Panai Hilir, Kabupaten Labuhan Batu, Sumut, Rabu (30/10/2019).

Kelima pelaku bernama Viktor Situmorang alias Revi (49), Sabar Hutapea alias Tati (50), Daniel Sianturi (40), Janti Katimin alias Jampi Katimin, dan Wibharry Padmoasmolo alias Harry (40)

Maraden dan Martua dibunuh terkait dengan permasalahan lahan yang dieksekusi oleh Dinas Kehutanan Pemprov Sumut pada 2018.

Baca juga: 5 Pembunuh 2 Aktivis di Labuhanbatu Ditangkap, 3 Masih Buron

Dalam kasus ini, pelaku berjumlah delapan orang.

Polisi masih melakukan pengejaran terhadap tiga orang pelaku lainnya, yakni JS alias Jos (20), Rik (20) dan HS (38). 

Dirkrimum Polda Sumut Kombes Andi Ryan mengatakan, pembunuhan kedua korban berawal dari pemilik PT SAB/KSU Amelia, Harry, yang menyuruh anak buahanya untuk mengusir para penggarap di kebun KSU Amelia.

Sebelumnya pihak perkebunan PT Amelia berkali-kali mengusir dan memperingatkan para penggarap dari kelompok Maraden Sianipar serta siapa saja yang menggarap perkebunan tersebut.

Maraden pernah cekcok dan mengancam pihak perkebunan PT Amelia. Dari situ kemudian Harry memerintahkan pelaku Janti Katimin Hutahaean untuk menghabisi korban.

"'kalau grup Sianipar (korban) ada di sana, usir dan kalau melawan habisi dan akan kuberi upah kalau sudah menghabisi'," ucap Andi menirukan perkataan Harry.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Fakta Napi Asimilasi Perkosa Bocah 12 Tahun, Korban Calon Anak Tiri, Dilakukan Berulang Kali

Fakta Napi Asimilasi Perkosa Bocah 12 Tahun, Korban Calon Anak Tiri, Dilakukan Berulang Kali

Regional
Puluhan Kendaraan Menuju Pantai Kuta Lombok Diminta Putar Balik

Puluhan Kendaraan Menuju Pantai Kuta Lombok Diminta Putar Balik

Regional
Ayah yang Setubuhi 2 Anak Tirinya hingga Hamil Sempat Diamuk Massa

Ayah yang Setubuhi 2 Anak Tirinya hingga Hamil Sempat Diamuk Massa

Regional
Gubernur Kalbar Persiapkan Kembali Buka Sekolah pada Juli 2020

Gubernur Kalbar Persiapkan Kembali Buka Sekolah pada Juli 2020

Regional
Sungai Meluap, Ratusan Rumah di Banyumas Terendam Banjir

Sungai Meluap, Ratusan Rumah di Banyumas Terendam Banjir

Regional
Saling Bertemu Saat Persiapan Ibadah Online, 9 Jemaat dan Pendeta Positif Covid-19

Saling Bertemu Saat Persiapan Ibadah Online, 9 Jemaat dan Pendeta Positif Covid-19

Regional
Bupati Cianjur Ingatkan Warga Tidak Euforia Saat New Normal

Bupati Cianjur Ingatkan Warga Tidak Euforia Saat New Normal

Regional
Cerita Perawat Jaga Pasien Covid-19, Kacamata Berembun hingga Masker Basah Keringat

Cerita Perawat Jaga Pasien Covid-19, Kacamata Berembun hingga Masker Basah Keringat

Regional
Muncul Klaster Baru di Batam, Pendeta dan Jemaat Positif Corona

Muncul Klaster Baru di Batam, Pendeta dan Jemaat Positif Corona

Regional
Bayi Positif Covid-19 Harus Ditunggui Keluarga yang Negatif, Ini Penjelasannya

Bayi Positif Covid-19 Harus Ditunggui Keluarga yang Negatif, Ini Penjelasannya

Regional
Di Sumedang, Kematian Akibat DBD Lebih Tinggi dari Covid-19

Di Sumedang, Kematian Akibat DBD Lebih Tinggi dari Covid-19

Regional
Larang Pemudik Balik ke Jabodabek, Bupati Wonogiri Tak Akan Keluarkan SKIM

Larang Pemudik Balik ke Jabodabek, Bupati Wonogiri Tak Akan Keluarkan SKIM

Regional
Gubernur Banten: PSBB Tahap Ketiga Ini Awal Sebelum Pemberlakuan New Nomal

Gubernur Banten: PSBB Tahap Ketiga Ini Awal Sebelum Pemberlakuan New Nomal

Regional
Penyekatan Arus Balik Kendaraan di Jateng Diperpanjang Selama Sepekan

Penyekatan Arus Balik Kendaraan di Jateng Diperpanjang Selama Sepekan

Regional
Menyamar Jadi Pembeli, Polisi Bongkar Pabrik Miras Merek Impor Palsu, Ini Kronologinya

Menyamar Jadi Pembeli, Polisi Bongkar Pabrik Miras Merek Impor Palsu, Ini Kronologinya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X