Pemilik 2 Bayi Orangutan Diburu, Diduga Anggota Jaringan Perdagangan Satwa Liar

Kompas.com - 10/01/2020, 15:46 WIB
Kepala Seksi Perlindungan Taman Nasional Wilayah V, Bahorok, Palber Turnip, Jumat (10/1/2020). KOMPAS.COM/DEWANTOROKepala Seksi Perlindungan Taman Nasional Wilayah V, Bahorok, Palber Turnip, Jumat (10/1/2020).

MEDAN, KOMPAS.com - R alias IG (38) yang di rumahnya diamankan dua bayi orangutan yang diduga akan dijual tidak ada di lokasi saat tim menggerebek rumahnya pada Kamis (9/1/2020) sore. 

Tim dari Seksi Perlindungan Taman Nasional Wilayah V Bahorok, Polsek dan Danramil Bahorok tiba di rumahnya di di Dusun Kwala Nibung, Desa Pulau Rambung, Kecamatan Bahorok pada Kamis sore (9/1/2020) untuk mengambil dua bayi orangutan

"Di samping penyidik gakkum, kami akan kejar dia juga," ujar Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah V Bahorok, Palber Turnip, Jumat (10/1/2020).

Baca juga: Dua Bayi Orangutan Diamankan di Langkat, Diduga Akan Dijual oleh Sindikat Perdagangan Satwa Dilindungi

Saat konferensi pers di kantor Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser (BBTNGL), Palber Turnip mengatakan, kedatangannya bersama pihak terkait lainnya ke rumah R setelah mendapatkan informasi A1 (valid) adanya dua orangutan di rumahnya. 

"Foto yang ada sama kita, yang bersangkutan duduk memeluk (orangutan) yang paling kecil sehingga kita yakini setelah koordinasi dengan masyarkat sekitar memang orang yang sama," katanya.

"Maka kita serta merta datangi tempat yang bersangkutan namun dia tidak di berada di tempat." 

Baca juga: Induk Dua Bayi Orangutan Diduga Dibunuh Sebelum Anaknya Diambil

Target operasi 

Kepala BBTNGL, Jefri Susiafrianto (memegang mik) mengatakan dua bayi orangutan berhasil diamankan oleh timnya di rumah R di Dusun Kwala Nibung, Desa Pulau Rambung, Kecamatan Bahorok pada Kamis (9/1/2020). KOMPAS.COM/DEWANTORO Kepala BBTNGL, Jefri Susiafrianto (memegang mik) mengatakan dua bayi orangutan berhasil diamankan oleh timnya di rumah R di Dusun Kwala Nibung, Desa Pulau Rambung, Kecamatan Bahorok pada Kamis (9/1/2020).
Menurutnya, R memang sudah menjadi target operasi (TO) karena dari beberapa informasi primer dan sekunder, dia sering mendekati dan masuk ke kawasan TNGL dengan alat berburu dan menangkap.

"Saya yakini dia sudah berulang melakukannya," katanya. 

Ketika ditanya jika nantinya yang bersangkutan tidak ditemukan, akankah ada pengadilan in absentia dalam kasus ini, menurut Palber di dalam Undang-undang No. 5/1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya tidak mengenal peradilan in absentia. 

Lebih lanjut, Palber yang memiliki latar belakang sebagai penyidik ini  menjelaskan, ketika sudah penyidik sudah memeriksa saksi, ahli, dan menyita barang bukti, penetapan tersangka bisa dilakukan tanpa yang bersangkutan hadir dulu diperiksa sebagai saksi. 

Baca juga: Tiga Bayi Orangutan Ditemukan dalam Kardus di Pekanbaru, Diserahkan ke BBKSDA Riau

"Bisa serta merta ditetapkan sebagai tesangka kemudian dipanggil sebagai tersangka 1 atau 2 kali tidak hadir, kita minta keterangan di kepala desa bahwa yang bersangkutan tidak ada lagi di tempat, di-DPO kan," katanya. 

"Setelah daftar pencarian orang (DPO), seluruh warga negara ini bisa menangkapnya untuk diserahkan kepada penyidik. Pers rilis ini diharapkan mempersempit ruang geraknya."

Kepala Seksi Wilayah I Balai Gakkukm LHK Wilayyah I Sumut, Haluanto Ginting mengatakan, pihaknya baru menerima berkas dan bahan dan akan melanjutkan proses penyelidikan.

"Apakah itu jaringan, aakan kita selidiki. Tapi dari yang saya baca dari bahan yang diterima, kayaknya dia sudah menggunakan media sosial. Mungkin ini memang jaringan," katanya. 

Baca juga: Fakta Orangutan Hope Ditembak 74 Peluru Senapan Angin, 7 Berhasil Dikeluarkan hingga Protes dari Aktivis

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Calon Suami Menghilang Saat DP Biaya Nikah Sudah Dibayar, Dwi Lapor Polisi

Calon Suami Menghilang Saat DP Biaya Nikah Sudah Dibayar, Dwi Lapor Polisi

Regional
PDI-P Sudah Putuskan 9 Paslon Kepala Daerah di Jatim, Ini Bocorannya

PDI-P Sudah Putuskan 9 Paslon Kepala Daerah di Jatim, Ini Bocorannya

Regional
Disdikpora Gunungkidul Sebut Banyak SD dan SMP Kekurangan Murid

Disdikpora Gunungkidul Sebut Banyak SD dan SMP Kekurangan Murid

Regional
Siswi SMP Korban Perkosaan Akan Melahirkan, Keluarga Ingin Cabut Laporan di BK karena Terbeban

Siswi SMP Korban Perkosaan Akan Melahirkan, Keluarga Ingin Cabut Laporan di BK karena Terbeban

Regional
Penganiaya Pengemudi Ojol di Pekanbaru Minta Maaf dan Menyesal

Penganiaya Pengemudi Ojol di Pekanbaru Minta Maaf dan Menyesal

Regional
Kasus Positif Covid-19 di Bali Capai 1.900, Warga Diminta Lebih Disiplin

Kasus Positif Covid-19 di Bali Capai 1.900, Warga Diminta Lebih Disiplin

Regional
Masuk Kategori IKP Tinggi di Jateng, Begini Komentar Bawaslu Sukoharjo

Masuk Kategori IKP Tinggi di Jateng, Begini Komentar Bawaslu Sukoharjo

Regional
Video Viral Wakil Bupati Garut Mengadu Layangan dan Kalah

Video Viral Wakil Bupati Garut Mengadu Layangan dan Kalah

Regional
Ratusan Anggota Polisi Akan Direhabilitasi Setelah Mengaku Gunakan Narkoba

Ratusan Anggota Polisi Akan Direhabilitasi Setelah Mengaku Gunakan Narkoba

Regional
Gegara Bansos Covid-19, Seorang Ketua RT Dapat Ancaman Pembunuhan dari Warga

Gegara Bansos Covid-19, Seorang Ketua RT Dapat Ancaman Pembunuhan dari Warga

Regional
Pemprov Jabar Gaet 1.000 UKM untuk Buat 10 Juta Masker

Pemprov Jabar Gaet 1.000 UKM untuk Buat 10 Juta Masker

Regional
Pengakuan Suami Bunuh Pemuda yang Baru Dikenalnya: Saya Tak Terima Istri Dimarahi

Pengakuan Suami Bunuh Pemuda yang Baru Dikenalnya: Saya Tak Terima Istri Dimarahi

Regional
Sebelum Setubuhi Adik Kandung Usia 13 Tahun, Kakak Berbisik: 'Kalau Dua Beradik Boleh'

Sebelum Setubuhi Adik Kandung Usia 13 Tahun, Kakak Berbisik: "Kalau Dua Beradik Boleh"

Regional
Kronologi Seorang Pengusaha Rekayasa Perampokan, Takut Ditagih Utang hingga Tusuk Dada Sendiri

Kronologi Seorang Pengusaha Rekayasa Perampokan, Takut Ditagih Utang hingga Tusuk Dada Sendiri

Regional
6 Tahanan di Jayapura Kabur, 3 Positif Covid-19

6 Tahanan di Jayapura Kabur, 3 Positif Covid-19

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X