Hakim PN Medan Dibunuh Istrinya, Pengacara Sebut Korban Ingin Cerai dan Miliki Harta Rp 48 Miliar

Kompas.com - 12/01/2020, 15:06 WIB
Kapolda Sumut, Irjen Pol Martuani Sormin (memegang mikrofon) memamarkan kasus pembunuhan hakim PN Medan di Mapolda Sumut Rabu pagi tadi(8/1/2020). Di belakangnya, istri korban, Zuraida Hanum yang ditetapkan sebagai tersangka bersama dengan dua orang lainnya, Jefri Pratama dan Reza Pahlevi. KOMPAS.COM/DEWANTOROKapolda Sumut, Irjen Pol Martuani Sormin (memegang mikrofon) memamarkan kasus pembunuhan hakim PN Medan di Mapolda Sumut Rabu pagi tadi(8/1/2020). Di belakangnya, istri korban, Zuraida Hanum yang ditetapkan sebagai tersangka bersama dengan dua orang lainnya, Jefri Pratama dan Reza Pahlevi.
Editor Rachmawati

KOMPAS.com - Jamaludin, hakim Pengadilan Negeri Medan yang ditemukan tewas pada Jumat (29/11/2029) saat masih hidup pernah menyatakan ingin bercerai dengan Zuraida.

Hal tersebut diceritakan Jamaludin kepada Maimunah, salah seorang pengacara yang rencananya akan mengurus perceraian Jamaludin dan istrinya, Zuraida Hanum.

Zuraida Hanum sendiri telah ditetapkan sebagai otak pelaku pembunuhan suaminya sendiri.

Menurut Maimunah keinginan cerai Jamaludin tersebut telah disampaikan ke sang isri, Zuraida Hanum pada September 2019 lalu.

Pada pertemuan kedua dengan Jamaludin pada 2 September 2019, Maimunah mengatakan bahwa kliennya bercerita istrinya tidak terima dengan perceraian tersebut dan tidak ingin harta Jamaludin dibagi dengan anak-anak istri pertama.

Baca juga: Fakta Lengkap Hakim PN Medan Tewas Dibunuh Istri, Sudah Curiga hingga Anak Berharap Bundanya Tak Dihukum Mati

"Saya semalam diperiksa di Polrestabes sampai pukul setengah 1 malam. Saya bilang bahwa niatan cerai pertama sudah disampaikan ke ibu (istri Jamaluddin) di bulan September. Jadi di pertemuan kedua pada 22 September 2019 dibilang bapak (Jamaluddin) kalau ibu tidak terima. Bapak bilang ibu enggak mau harta tersebut dibagikan pada anak-anak dari istri yang pertama," tutur Maimunah pada Selasa (17/12/2019) dilansir dari Tribunnews.com.

Maimunah menceritakan pada Selasa 26 November 2019 atau tiga hari sebelum ditemukan tewas, Jamaludin mengatakan telah membulatkan tekad akan mendaftarkan gugatan cerai.

"Terakhir ketemulah kami pada tanggal 26 November, tiga hari sebelum bapak meninggal. Bapak sudah bilang, 'Maimunah saya engga sanggup lagi. Ceraikan saja. Daripada banyak kali dosa,'," katanya menirukan ucapan Jamal.

Baca juga: Duduk Perkara Wanita di Medan Disidang karena Tagih Utang Rp 70 Juta ke Ibu Kombes Lewat Instagram

Sebagai orang yang dipercaya untuk mengurus perceraian tersebut. Maimunah telah mempersiapkan pemberkasan. Namun pertemuan selanjutnya tidak sempat dilakukan.

"Hari Selasa kami ketemu, disitu janji akan jumpa pada Rabunya tanggal 27 November mau ngurus surat bapak cerai. Tapi karena ada salinan putusan saya yang belum selesai dan orang Pengadilan Negeri bilang kalau belum selesai, saya batal ke PN untuk urus berkas cerai tersebut. Rabu itu Saya ke Polda dan Kamis juga enggak jadi keluar," tuturnya.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Disdikpora Gunungkidul Sebut Banyak SD dan SMP Kekurangan Murid

Disdikpora Gunungkidul Sebut Banyak SD dan SMP Kekurangan Murid

Regional
Siswi SMP Korban Perkosaan Akan Melahirkan, Keluarga Ingin Cabut Laporan di BK karena Terbeban

Siswi SMP Korban Perkosaan Akan Melahirkan, Keluarga Ingin Cabut Laporan di BK karena Terbeban

Regional
Penganiaya Pengemudi Ojol di Pekanbaru Minta Maaf dan Menyesal

Penganiaya Pengemudi Ojol di Pekanbaru Minta Maaf dan Menyesal

Regional
Kasus Positif Covid-19 di Bali Capai 1.900, Warga Diminta Lebih Disiplin

Kasus Positif Covid-19 di Bali Capai 1.900, Warga Diminta Lebih Disiplin

Regional
Masuk Kategori IKP Tinggi di Jateng, Begini Komentar Bawaslu Sukoharjo

Masuk Kategori IKP Tinggi di Jateng, Begini Komentar Bawaslu Sukoharjo

Regional
Video Viral Wakil Bupati Garut Mengadu Layangan dan Kalah

Video Viral Wakil Bupati Garut Mengadu Layangan dan Kalah

Regional
Ratusan Anggota Polisi Akan Direhabilitasi Setelah Mengaku Gunakan Narkoba

Ratusan Anggota Polisi Akan Direhabilitasi Setelah Mengaku Gunakan Narkoba

Regional
Gegara Bansos Covid-19, Seorang Ketua RT Dapat Ancaman Pembunuhan dari Warga

Gegara Bansos Covid-19, Seorang Ketua RT Dapat Ancaman Pembunuhan dari Warga

Regional
Pemprov Jabar Gaet 1.000 UKM untuk Buat 10 Juta Masker

Pemprov Jabar Gaet 1.000 UKM untuk Buat 10 Juta Masker

Regional
Pengakuan Suami Bunuh Pemuda yang Baru Dikenalnya: Saya Tak Terima Istri Dimarahi

Pengakuan Suami Bunuh Pemuda yang Baru Dikenalnya: Saya Tak Terima Istri Dimarahi

Regional
Sebelum Setubuhi Adik Kandung Usia 13 Tahun, Kakak Berbisik: 'Kalau Dua Beradik Boleh'

Sebelum Setubuhi Adik Kandung Usia 13 Tahun, Kakak Berbisik: "Kalau Dua Beradik Boleh"

Regional
Kronologi Seorang Pengusaha Rekayasa Perampokan, Takut Ditagih Utang hingga Tusuk Dada Sendiri

Kronologi Seorang Pengusaha Rekayasa Perampokan, Takut Ditagih Utang hingga Tusuk Dada Sendiri

Regional
6 Tahanan di Jayapura Kabur, 3 Positif Covid-19

6 Tahanan di Jayapura Kabur, 3 Positif Covid-19

Regional
Tak Terima Istri Dimarahi, Suami Bunuh Pemuda yang Baru Dikenalnya

Tak Terima Istri Dimarahi, Suami Bunuh Pemuda yang Baru Dikenalnya

Regional
Lewat 'Pengakuan Dosa', 240 Polisi di Sumsel Mengaku Gunakan Narkoba

Lewat "Pengakuan Dosa", 240 Polisi di Sumsel Mengaku Gunakan Narkoba

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X