Kepada Eksekutor Pembunuhan Suaminya, Zuraida Janjikan Rp 100 Juta untuk Umrah

Kompas.com - 13/01/2020, 22:43 WIB
Dalam rekonstruksi pembunuhan hakim PN Medan, Jamaludin, Zuraida memberikan uang Rp 2 juta kepada Reza untuk membeli barang-barang untuk digunakan dalam pembunuhan. Terungkap Zuraida menjanjikan Rp 100 juta untuk biaya umroh setelah pembunuhan. KOMPAS.COM/DEWANTORODalam rekonstruksi pembunuhan hakim PN Medan, Jamaludin, Zuraida memberikan uang Rp 2 juta kepada Reza untuk membeli barang-barang untuk digunakan dalam pembunuhan. Terungkap Zuraida menjanjikan Rp 100 juta untuk biaya umroh setelah pembunuhan.

MEDAN, KOMPAS.com - Zuraida Hanum (41), istri hakim PN Medan Jamaluddin (55) menjanjikan uang Rp 100 juta untuk umrah kepada eksekutor pembunuh Jeffry Pratama (42) dan Reza Fahlevi (29), jika tugas membunuh suaminya selesai dilakukan.

Kedua hal tersebut diketahui saat pelaku menjalani rekontruksi pembunuhan pada adegan kelima di Kafe Town Jalan Gagak Hitam, Ringroad Medan, Senin (13/1/2020).

"Maksud saya 100 juta ini, kita umrah berempat dengan 100 juta. Tidak ada saya janjikan uang, tapi saya janjikan umrah untuk ibunya, iya. Itu maksud saya, biaya umrah, maksud saya. Itu saya sampaikan," kata Zuraida melalui pengeras suara saat dikonfrontir polisi.

Baca juga: Terungkap, Ini Alasan Istri Hakim PN Medan Rencanakan Pembunuhan terhadap Suaminya

Sementara itu, pelaku Jeffry Pratama mengatakan yang dia ketahui, uang tersebut untuk umroh bertiga antara dirinya, Hanum dan Reza.

"Untuk umrah kami bertiga. Saya Hanum dan adik saya ini. Tapi karena Reza tidak mau, digantikan sama mamaknya," katanya.

Selama 15 menit di Kafe Town, proses rekonstruksi kemudian berpindah ke tempat tersangka membeli barang-barang berupa HP, pakaian dan lain sebagainya.

Saat ketiga tersangka dibawa keluar ruangan tersebut, keriuhan terjadi di pintu keluar hingga jalan raya yang dipenuhi warga yang menonton.

Baca juga: Tangis Istri Hakim PN Medan Saat Ikuti Rekonstruksi Pembunuhan Suaminya

Direskrimum Polda Sumut Kombes Pol Andi Ryan mengatakan, rekontruksi digelar untuk mengetahui pelaku merencanakan pembunuhan terhadap Jamaluddin.

"Sesuai rencana, di tahap pertama ada 15 adegan. Artinya ada 15 lokasi. Beberapa yang banyak itu di mana salah satu tersangka melakukan pembelian peralatan sebelum eksekusi," katanya.

Dalam rekonstruksi ini, kata dia, tidak ada saksi yang dilibatkan karena semata-mata pertemuan berdasarkan kesepakatan tersangka.

"Hari ini kita selesaikan tahap perencanaan karena ini cukup panjang. Penyidik ingin memastikan betul-betul unsur perencanaan terpenuhi makanya kita ajak teman-teman jaksa sehingga dalam proses pembuktian tidak ada yang meleset," ujarnya.

 

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tak Terima Istri Dimarahi, Suami Bunuh Pemuda yang Baru Dikenalnya

Tak Terima Istri Dimarahi, Suami Bunuh Pemuda yang Baru Dikenalnya

Regional
Lewat 'Pengakuan Dosa', 240 Polisi di Sumsel Mengaku Gunakan Narkoba

Lewat "Pengakuan Dosa", 240 Polisi di Sumsel Mengaku Gunakan Narkoba

Regional
3 Perusahaan di Semarang Jadi Klaster Penularan Covid-19, Apindo Jateng Perketat Protokol Kesehatan

3 Perusahaan di Semarang Jadi Klaster Penularan Covid-19, Apindo Jateng Perketat Protokol Kesehatan

Regional
Jenazah Pasien Positif Corona Diambil Paksa Keluarga, Dimandikan Lalu Dimakamkan Tanpa Protokol Kesehatan

Jenazah Pasien Positif Corona Diambil Paksa Keluarga, Dimandikan Lalu Dimakamkan Tanpa Protokol Kesehatan

Regional
Kakak Setubuhi Adik Kandung hingga Hamil 4 Bulan, Tergiur saat Korban Tertidur Pulas

Kakak Setubuhi Adik Kandung hingga Hamil 4 Bulan, Tergiur saat Korban Tertidur Pulas

Regional
Seorang Tersangka Pengambilan Paksa Jenazah Pasien Corona di Surabaya Positif Covid-19

Seorang Tersangka Pengambilan Paksa Jenazah Pasien Corona di Surabaya Positif Covid-19

Regional
Uang Bantuan Corona Rp 110 Juta untuk Satu Desa di Pandeglang Dirampok

Uang Bantuan Corona Rp 110 Juta untuk Satu Desa di Pandeglang Dirampok

Regional
Peserta dan Panitia UTBK di Jabar Bakal Jalani 'Rapid Test'

Peserta dan Panitia UTBK di Jabar Bakal Jalani "Rapid Test"

Regional
Polisi Tangkap WN Turki Pelaku Skimming, Ternyata Baru 3 Bulan Keluar Penjara

Polisi Tangkap WN Turki Pelaku Skimming, Ternyata Baru 3 Bulan Keluar Penjara

Regional
Gara-gara Anjingnya Mati, Warga Asing Ini Aniaya Seorang Remaja

Gara-gara Anjingnya Mati, Warga Asing Ini Aniaya Seorang Remaja

Regional
17 Warga Dihukum Sapu Halaman Pasar Gegara Tak Pakai Masker

17 Warga Dihukum Sapu Halaman Pasar Gegara Tak Pakai Masker

Regional
Bantu Pengungsi Rohingya, Dompet Dhuafa Aceh Buka Posko Kesehatan

Bantu Pengungsi Rohingya, Dompet Dhuafa Aceh Buka Posko Kesehatan

Regional
Stadion Mandala Krida Yogyakarta Dicoret Sebagai Venue Piala Dunia U-20, Ini Kata Sultan HB X

Stadion Mandala Krida Yogyakarta Dicoret Sebagai Venue Piala Dunia U-20, Ini Kata Sultan HB X

Regional
Warga Rebutan Potong Hiu 1 Ton yang Terdampar di Pinggir Pantai untuk Dikonsumsi

Warga Rebutan Potong Hiu 1 Ton yang Terdampar di Pinggir Pantai untuk Dikonsumsi

Regional
Gugus Tugas Minta Sosialisasi Covid-19 Gunakan Pendekatan Bersifat Kearifan Lokal

Gugus Tugas Minta Sosialisasi Covid-19 Gunakan Pendekatan Bersifat Kearifan Lokal

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X