Jelang Berakhirnya Karantina WNI di Natuna, Gubernur Sumut: Bila Perlu Saya Jemput...

Kompas.com - 13/02/2020, 22:16 WIB
Gubernur Sumut Edy Rahmayadi usai meresmikan Masjid Gubsu rumah dinasnya, Jumat (17/1/2020) KOMPAS.COM/MEI LEANDHA ROSYANTIGubernur Sumut Edy Rahmayadi usai meresmikan Masjid Gubsu rumah dinasnya, Jumat (17/1/2020)

KOMPAS.com - Beberapa hari ke depan 238 WNI dari Wuhan, China, yang dikarantina di Hanggar Lanud Raden Sadjad Ranai, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau (Kepri), akan segera berakhir dan akan dipulangkan ke rumah masing-masing.

Tak hanya 238 WNI yang saja yang akan dipulangkan, termasuk 47 orang kru penjemput. Sehingga total yang dipulangkan 285 orang.

Berdasarkan jadwal yang ditetapkan pemerintah, masa observasi berlangsung 14 hari hingga Minggu (16/2/202).

Dari 238 WNI yang menjalani karantina di Natuna, terdapat empat warga Medan

Baca juga: Pemerintah Akan Bertemu Warga Natuna untuk Ucapkan Terima Kasih

Gubernur Sumut Edy Rahmayadi mengatakan, ia bakal menjemput empat warganya yang sedang menjalani karantina di Natuna.

“Setelah 14 hari tidak dinyatakan terjangkit oleh virus corona bila perlu saya jemput dia,” katanya, Kamis (13/2/2020).

Baca juga: Pasca-observasi, Ini Rangkaian Pemulangan 238 Warga dari Natuna

Terkait pemulangan, Edy pun mengaku masih menunggu instruksi khusus dari pemerintah pusat.

Halaman:
Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rian Ernest Bakal Atur Keberadaan Taksi Online di Batam

Rian Ernest Bakal Atur Keberadaan Taksi Online di Batam

Regional
Kisah Miris Tiga Bocah Bersaudara Pemakan Sabun di Tapanuli Selatan, Si Bungsu Sampai Kurang Gizi

Kisah Miris Tiga Bocah Bersaudara Pemakan Sabun di Tapanuli Selatan, Si Bungsu Sampai Kurang Gizi

Regional
Ini Alasan Ibu Siswi SMP yang Tewas di Gorong-gorong Sekolah Yakin Anaknya Dibunuh

Ini Alasan Ibu Siswi SMP yang Tewas di Gorong-gorong Sekolah Yakin Anaknya Dibunuh

Regional
Pemkot Semarang Bangun Bendung Gerak KBB untuk Kendalikan Banjir

Pemkot Semarang Bangun Bendung Gerak KBB untuk Kendalikan Banjir

Regional
Cerita Pengungsi Banjir Karawang: Sejak Awal Tahun, Sudah 7 Kali Banjir Menerjang...

Cerita Pengungsi Banjir Karawang: Sejak Awal Tahun, Sudah 7 Kali Banjir Menerjang...

Regional
Firasat Ibu Siswi SMP yang Tewas di Drainase Sekolah: Menangis Saat Membereskan Seragam Korban

Firasat Ibu Siswi SMP yang Tewas di Drainase Sekolah: Menangis Saat Membereskan Seragam Korban

Regional
Misteri Siswi SMP Tewas di Gorong-gorong Sekolah Terungkap, Ibu Korban Ingin Pembunuhnya Dihukum Mati

Misteri Siswi SMP Tewas di Gorong-gorong Sekolah Terungkap, Ibu Korban Ingin Pembunuhnya Dihukum Mati

Regional
Ibu Delis: Saya Berharap Tuhan Membuka Penyebab dan Pembunuh Anak Saya...

Ibu Delis: Saya Berharap Tuhan Membuka Penyebab dan Pembunuh Anak Saya...

Regional
Fakta Baru Tragedi Susur Sungai Sempor di Sleman, Keluarga Bantah Tersangka IYA Melarikan Diri

Fakta Baru Tragedi Susur Sungai Sempor di Sleman, Keluarga Bantah Tersangka IYA Melarikan Diri

Regional
[POPULER NUSANTARA] Suami Istri Meninggal Hampir Bersamaan | Restoran Rindu Alam Resmi Ditutup

[POPULER NUSANTARA] Suami Istri Meninggal Hampir Bersamaan | Restoran Rindu Alam Resmi Ditutup

Regional
Ibu Siswi SMP yang Tewas di Gorong-gorong Lega, Misteri Pembunuhan Anaknya Tersingkap

Ibu Siswi SMP yang Tewas di Gorong-gorong Lega, Misteri Pembunuhan Anaknya Tersingkap

Regional
4 Fakta 6 Bocah Jadi Yatim Piatu dalam Sehari, Ayah Meninggal 7 Jam Setelah Ibunya

4 Fakta 6 Bocah Jadi Yatim Piatu dalam Sehari, Ayah Meninggal 7 Jam Setelah Ibunya

Regional
Fakta Meninggalnya Pasien Suspect Virus Corona di Semarang, Gangguan Napas Berat dan Pulang dari Spanyol

Fakta Meninggalnya Pasien Suspect Virus Corona di Semarang, Gangguan Napas Berat dan Pulang dari Spanyol

Regional
Mengenang Restoran Rindu Alam, 40 Tahun Bertahan di Puncak Bogor, Kini Tutup Tak Beroperasi

Mengenang Restoran Rindu Alam, 40 Tahun Bertahan di Puncak Bogor, Kini Tutup Tak Beroperasi

Regional
Kominfo Ungkap Ratusan Hoaks Serang Indonesia Terkait Virus Corona

Kominfo Ungkap Ratusan Hoaks Serang Indonesia Terkait Virus Corona

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X