Kadinkes Sumut: Penyebar Hoaks Ada Pasien Corona di Medan Sama Jahatnya dengan Teroris

Kompas.com - 18/02/2020, 13:03 WIB
Tangkapan video berdurasi 49 detik seorang pria menyebut sudah ada pasien Corona di Medan dan dirawat di RSUP Haji Adam Malik. Video tersebut beredar di group aplikasi percakapan WhatsApp. Pihak RSUP Haji Adam Malik membantah dan menyebutnya sebagai hoax. IstimewaTangkapan video berdurasi 49 detik seorang pria menyebut sudah ada pasien Corona di Medan dan dirawat di RSUP Haji Adam Malik. Video tersebut beredar di group aplikasi percakapan WhatsApp. Pihak RSUP Haji Adam Malik membantah dan menyebutnya sebagai hoax.

MEDAN, KOMPAS.com - Seorang pria yang beberapa hari lalu videonya tersebar di aplikasi percakapan WhatsApp tentang adanya pasien terjangkit virus corona di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Haji Adam Malik menemui Kepala Dinas Kesehatan Sumatera Utara, Alwi Mujahit Hasibuan dan meminta maaf.

Saat dihubungi, Senin (17/2/2020), Alwi menjelaskan pria tersebut menemuinya pada hari Minggu (16/2/2020) di Medan. Pertemuan tersebut, kata dia, difasilitasi oleh Ketua Ketua DPD KNPI Sumut El Adrian Shah.

"Tidak datang ke kantor, tapi datang menjumpai saya minta maaf. Kita maafkan. Dengan peringatan keras," katanya.

Peringatan keras itu, lanjut dia, adalah pernyataannya dengan menyebut penyebar hoaks tentang penyebaran virus corona atau yang kini dikenal dengan Covid-19 sebagai teroris.

"Saya bilang itu teroris karena menyebarkan hoaks. Itu sudah nyebar, di media, sudah saya cap teroris. Karena teroris itu kan menebar teror," katanya.

Baca juga: KKP Kelas I Medan: 83 Orang Suspect Virus Corona Diobservasi di Sumut, Semua Sehat

Viral di media sosial

Dijelaskannya, pria yang diketahui berinisial F (Alwi enggan menyebutkan namanya), saat datang dan meminta maaf menyebarkan video tersebut mengaku khilaf atas perbuatannya.

Menurutnya, saat itu dia meminta maaf kepada Dinkes Sumut, RSUP Haji Adam Malik dan juga masyarakat.

"Dia khilaf, biasa lah, di medsos ini kan. Tak dikroscek langsung diupload. Dapat informasi dari blog yang  pengunjungnya 2000-an orang jadi dianggapnya benar saja," katanya.

Diberitakan sebelumnya, sebuah video berdurasi 49 detik beredar di aplikasi percakapan WhatsApp.

Dalam video tersebut, seorang pria berambut klimis dan bermasker abu-abu menyebut ada pasien dengan penyakit corona (Covid-19) sudah masuk ke Medan.

Perkataannya disebut pihak Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Haji Adam Malik sebagai hoaks.

Dalam video tersebut, pria berkemeja panjang hitam dengan cincin di jari kelingkingnya itu, selain menyebut ada pasien corona di RSUP Adam Malik juga berpesan kepada masyarakat untuk waspada, menggunakan masker dan mengurangi kontak fisik dengan orang ketika berkunjung di rumah sakit, di rumah maupun di tengah jalan.

Baca juga: Hoaks Foto Tol Cipularang Km 118+600 Kembali Longsor dan Terancam Putus

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Update Bencana Longsor di Sumedang, 25 Orang Tewas hingga Kendala Pencarian Tim SAR

Update Bencana Longsor di Sumedang, 25 Orang Tewas hingga Kendala Pencarian Tim SAR

Regional
Detik-detik Gita Tewas Tertimpa Reruntuhan Saat Gempa, Kembali Masuk Rumah untuk Ambil Ponsel yang Tertinggal

Detik-detik Gita Tewas Tertimpa Reruntuhan Saat Gempa, Kembali Masuk Rumah untuk Ambil Ponsel yang Tertinggal

Regional
Bupati Tidak di Tempat, Vaksinasi Ditunda hingga Satgas Kecewa

Bupati Tidak di Tempat, Vaksinasi Ditunda hingga Satgas Kecewa

Regional
Sempat Unggah Foto dan Tulisan 'Takut Gempa Susulan', Gita Meninggal Tertimpa Reruntuhan di Mamuju

Sempat Unggah Foto dan Tulisan "Takut Gempa Susulan", Gita Meninggal Tertimpa Reruntuhan di Mamuju

Regional
Video Seorang Anak Terjebak Reruntuhan Bangunan di Mamuju Jadi Viral, Ini Penjelasan Tim SAR

Video Seorang Anak Terjebak Reruntuhan Bangunan di Mamuju Jadi Viral, Ini Penjelasan Tim SAR

Regional
Cuaca Ekstrem di Sulut, Air Naik ke Permukiman Warga di Sangihe

Cuaca Ekstrem di Sulut, Air Naik ke Permukiman Warga di Sangihe

Regional
Ini Aturan Baru soal Syarat Masuk ke Kepri Melalui Laut dan Udara

Ini Aturan Baru soal Syarat Masuk ke Kepri Melalui Laut dan Udara

Regional
Gempa Magnitudo 5,1 di Sulawesi Utara, Terasa di Bitung dan Tondano

Gempa Magnitudo 5,1 di Sulawesi Utara, Terasa di Bitung dan Tondano

Regional
Jenazah Kopilot Fadly Tiba, Sang Ayah: Dia Gugur Dalam Tugas, Semoga Syahid

Jenazah Kopilot Fadly Tiba, Sang Ayah: Dia Gugur Dalam Tugas, Semoga Syahid

Regional
Gempa Bumi Magnitudo 5,0 Terjadi di Majene

Gempa Bumi Magnitudo 5,0 Terjadi di Majene

Regional
Cerita Warga Teluk Dawan, Bertahun-tahun Diteror Buaya, Pemerintah Hanya Pasang Spanduk

Cerita Warga Teluk Dawan, Bertahun-tahun Diteror Buaya, Pemerintah Hanya Pasang Spanduk

Regional
Awan Panas Guguran Muncul di Gunung Merapi, Jarak Luncur 1,5 Kilometer

Awan Panas Guguran Muncul di Gunung Merapi, Jarak Luncur 1,5 Kilometer

Regional
Kemensos dan Dinsos Sulsel Kirim Bantuan untuk Korban Gempa di Sulbar

Kemensos dan Dinsos Sulsel Kirim Bantuan untuk Korban Gempa di Sulbar

Regional
Cerita Wali Kota Bandung Oded 8 Hari Melawan Covid-19, Batal Jadi Penerima Vaksin Tahap Pertama

Cerita Wali Kota Bandung Oded 8 Hari Melawan Covid-19, Batal Jadi Penerima Vaksin Tahap Pertama

Regional
Wali Kota Jambi Tunda Sistem Belajar Tatap Muka, Ini Alasannya

Wali Kota Jambi Tunda Sistem Belajar Tatap Muka, Ini Alasannya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X