Dinkes Sumut Minta Saran Hukum Umumkan Nama dan Alamat ODP Agar Patuh Tetap di Rumah

Kompas.com - 24/03/2020, 08:23 WIB
Kepala Dinas Kesehatan Sumatera Utara Alwi Mujahit Hasibuan saat konferensi pers live di YouTube Humas Sumut, Kamis (19/3/2020). Dok. Youtube Humas SumutKepala Dinas Kesehatan Sumatera Utara Alwi Mujahit Hasibuan saat konferensi pers live di YouTube Humas Sumut, Kamis (19/3/2020).

 

MEDAN, KOMPAS.com - Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumatera Utara (Sumut) merilis jumlah orang dalam pemantauan (ODP) di Sumut terjadi peningkatan 35 persen.

Jika pada Minggu (22/3/2020) sebelumnya 496 orang, per Senin (23/3/2020) sore sudah menjadi 763 orang.

Menurut Dinkes Sumut, sebagian dari mereka membandel atau tidak patuh untuk melakukan isolasi diri.

Dinas Kesehatan sudah meminta saran hukum atas hal tersebut. Yakni untuk mengumumkan nama dan alamat ODP corona agar bisa patuh melakukan isolasi mandiri. 

Baca juga: ODP Corona di Sumut Diperkirakan Melejit 2 Pekan ke Depan, karena ODP Tak Patuh Isolasi Mandiri

Kepala Dinas Kesehatan Sumatera Utara Alwi Mujahit Hasibuan dalam konferensi pers via live streaming YouTube milik Humas Sumut pada Senin (23/3/2030) sore mengatakan, jumlah ODP ini didapatkan melalui penyelidikan epidemiologi atau tracing  yang dilakukan kepada kontak erat dari seluruh yang pasien posituf. 

"Jadi ini membuktikan bahwa rekan kami, baik itu di tingkat provinsi maupun kabupaten dan kota sudah melakukan tugasnya dengan baik. Buktinya dengan mendapatkan ODP yang semakin bertambah," katanya. 

Dijelaskannya, kalau ODP corona bisa diidentifikasi, maka dapat berkontribusi memutus rantai penularan yang terjadi.

Ditambah imbauan social distancing dan tidak berkeliaran kalau tidak perlu. Kemudian, ODP corona agar mengisolasi diri selama 14 hari. 

Baca juga: Cerita Petugas Dinkes Sumut Tracing ODP Corona, Petugas Sampai Diancam

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cerita Gunadi Tetap Jualan Cireng di Tengah Pandemi Corona, Ditelepon Bank untuk Bayar Cicilan

Cerita Gunadi Tetap Jualan Cireng di Tengah Pandemi Corona, Ditelepon Bank untuk Bayar Cicilan

Regional
Warga Tumpah Ruah Sambut Eva Yolanda LIDA di Zona Merah Covid-19, Polisi: Kami Sudah Berusaha

Warga Tumpah Ruah Sambut Eva Yolanda LIDA di Zona Merah Covid-19, Polisi: Kami Sudah Berusaha

Regional
Cerita Pasien 03 Positif Corona di Lampung Sembuh: Pilih 'Puasa' Berita dan Fokus pada Penyembuhan

Cerita Pasien 03 Positif Corona di Lampung Sembuh: Pilih "Puasa" Berita dan Fokus pada Penyembuhan

Regional
Tetap Jualan Saat Pandemi Corona, Pedagang Sayur Keliling Pakai Masker dan Hand Sanitizer

Tetap Jualan Saat Pandemi Corona, Pedagang Sayur Keliling Pakai Masker dan Hand Sanitizer

Regional
8 Pegawai Kemenag Jember Ikut Pelatihan Haji, 2 Jadi PDP Corona

8 Pegawai Kemenag Jember Ikut Pelatihan Haji, 2 Jadi PDP Corona

Regional
Viral Warga di NTB Berdesak-desakan Sambut Eva Yolanda LIDA, Padahal Zona Merah Covid-19

Viral Warga di NTB Berdesak-desakan Sambut Eva Yolanda LIDA, Padahal Zona Merah Covid-19

Regional
Sembuh dari Virus Corona, Kajari Bantul: Patuhi Apa yang Sudah Jadi Perintah Pemerintah

Sembuh dari Virus Corona, Kajari Bantul: Patuhi Apa yang Sudah Jadi Perintah Pemerintah

Regional
Tanggap Dampak Ekonomi Corona, Kepri Gratiskan SPP untuk SMA, SMK dan SLB

Tanggap Dampak Ekonomi Corona, Kepri Gratiskan SPP untuk SMA, SMK dan SLB

Regional
Harga Ayam Anjlok Rp 7.000 Per Kg, Peternak Jual Murah, Dibagikan Gratis, hingga Terpaksa Bunuh Anak Ayam

Harga Ayam Anjlok Rp 7.000 Per Kg, Peternak Jual Murah, Dibagikan Gratis, hingga Terpaksa Bunuh Anak Ayam

Regional
Kronologi Ditemukannya Bayi di Atap Rumah, Berawal dari Suara Benda Jatuh

Kronologi Ditemukannya Bayi di Atap Rumah, Berawal dari Suara Benda Jatuh

Regional
Wali Kota Solo: Pendatang Jangan Arogan Saat Didata Soal Karantina Mandiri

Wali Kota Solo: Pendatang Jangan Arogan Saat Didata Soal Karantina Mandiri

Regional
16 Sapi di Asahan Mati di Kebun Sawit, Diduga karena Racun Rumput

16 Sapi di Asahan Mati di Kebun Sawit, Diduga karena Racun Rumput

Regional
Polisi Panggil Putra Syekh Puji Terkait Ayahnya yang Diduga Menikahi Anak Usia 7 Tahun

Polisi Panggil Putra Syekh Puji Terkait Ayahnya yang Diduga Menikahi Anak Usia 7 Tahun

Regional
DPRD Jabar Khawatir Bantuan Dampak Corona Rp 5 Triliun Tak Tepat Sasaran

DPRD Jabar Khawatir Bantuan Dampak Corona Rp 5 Triliun Tak Tepat Sasaran

Regional
Sungai Kandilo Meluap, 5 Desa di Kaltim Terendam Banjir

Sungai Kandilo Meluap, 5 Desa di Kaltim Terendam Banjir

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X