Kapolda Sumut: Takbiran Idul Adha Cukup di Masjid, Jangan Keliling

Kompas.com - 29/07/2020, 17:44 WIB
Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Martuani Sormin mengimbau kepada masyarakat yang merayakan hari raya iduladha agar tidak melakukan takbiran keliling. Begitu halnya dengan salat iduladha, masyarakat juga diimbau tetap menjalankan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19. KOMPAS.COM/DEWANTOROKapolda Sumatera Utara Irjen Pol Martuani Sormin mengimbau kepada masyarakat yang merayakan hari raya iduladha agar tidak melakukan takbiran keliling. Begitu halnya dengan salat iduladha, masyarakat juga diimbau tetap menjalankan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19.

MEDAN, KOMPAS.com - Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Martuani Sormin mengimbau masyarakat yang merayakan Hari Raya Idul Adha agar tidak menggelar takbiran keliling.

Masyarakat juga diimbau tetap menjalankan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19, terutama saat melaksanakan shalat Idul Adha. 

“Untuk dalam hal pelaksanaan nanti shalat Idul Adha, imbauan dari Polda Sumut, untuk seluruh masyarakat tidak perlu takbiran keliling. Cukup di masjid dan shalat di dalam masjid,” katanya kepada wartawan ketika ditemui di aula rumah Gubernur Sumatera Utara pada Rabu (29/7/2020) sore. 

Baca juga: Idul Adha di Tengah Pandemi Covid-19, Polisi Larang Takbir Keliling

Menurutnya, masyarakat harus tetap menjalankan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran virus Corona atau Covid-19.

“Polda dan jajaran siap amankan pelaksanaan Idul Adha. Diharapkan protokol kesehatan itu dipatuhi. Dicatat untuk lonjakan di Sumut cukup menonjol, sudah menembus angka lebih dari 3.200 positif,” katanya. 

Dikutip dari akun Instagram @humassumut, informasi yang diunggah pada Selasa (28/7/2020) pukul 17.00 WIB, jumlah pasien positif Covid-19 di Sumatera Utara mengalami penambahan 80 orang menjadi 3.518 orang. 

Jumlah yang meninggal sudah mencapai 183 orang, bertambah 2 dari sehari sebelumnya.

Sedangkan angka kesembuhan sebanyak 918 orang, bertambah 18 orang dari sehari sebelumnya.

Dari informasi yang diunggah, tinggal 4 yang masih bersih dari Corona atau Covid-19, yakni Kabupaten Nias, Nias Barat, Nias Utara, dan Pakpak Bharat.  

Baca juga: Digelar Jumat Besok, Simak Panduan Shalat Idul Adha Aman Covid-19

Sementara dari akun Instargram @humas_pemkomedan, jumlah pasien positif Covid-19 di Kota Medan sebanyak 2.138 orang, sembuh 708 orang, meninggal dunia 110 orang dan yang masih dirawat sebanyak 1.322 orang. Kota Medan, saat ini merupakan zona merah di seluruh kecamatan. 



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mobil Rombongan Pengantar Pengantin Masuk Jurang, 6 Orang Tewas

Mobil Rombongan Pengantar Pengantin Masuk Jurang, 6 Orang Tewas

Regional
Saling Ejek, Gadis ABG di Solo Diduga Di-bully 9 Teman, Saksi: Ada yang Menampar

Saling Ejek, Gadis ABG di Solo Diduga Di-bully 9 Teman, Saksi: Ada yang Menampar

Regional
2 Anggota Dewan Positif Covid-19, Kantor DPRD Garut Ditutup 2 Pekan

2 Anggota Dewan Positif Covid-19, Kantor DPRD Garut Ditutup 2 Pekan

Regional
Mahasiswi S2 Dibunuh Kekasihnya, Ini Alasan Pelaku

Mahasiswi S2 Dibunuh Kekasihnya, Ini Alasan Pelaku

Regional
Keluarga Menduga Kepsek di Madiun Tertular Covid-19 dari Petakziah, Bukan Saat Hadiri Hajatan

Keluarga Menduga Kepsek di Madiun Tertular Covid-19 dari Petakziah, Bukan Saat Hadiri Hajatan

Regional
Tunggak Pajak, Pemilik Motor Berpelat 'Malas Kredit' Sempat Mau Kabur dari Razia, Ini Ceritanya

Tunggak Pajak, Pemilik Motor Berpelat "Malas Kredit" Sempat Mau Kabur dari Razia, Ini Ceritanya

Regional
Bos Muncikari Prostitusi Artis: VS Dapat Rp 12 Juta, Saya Rp 8 Juta

Bos Muncikari Prostitusi Artis: VS Dapat Rp 12 Juta, Saya Rp 8 Juta

Regional
Mahasiswi S2 Dibunuh dalam Kondisi Hamil, Dicekik Usai Cekcok dan Digantung Pakai Tali

Mahasiswi S2 Dibunuh dalam Kondisi Hamil, Dicekik Usai Cekcok dan Digantung Pakai Tali

Regional
Wanita Ini Bunuh Selingkuhannya karena Dicekik Saat Berhubungan Intim di Sawah

Wanita Ini Bunuh Selingkuhannya karena Dicekik Saat Berhubungan Intim di Sawah

Regional
Dicekik dan Digantung, Mahasiswi S2 Tewas di Tangan Kekasih, Lap Keringat untuk Hilangkan Jejak

Dicekik dan Digantung, Mahasiswi S2 Tewas di Tangan Kekasih, Lap Keringat untuk Hilangkan Jejak

Regional
Ini Tujuan Anak Risma Niat Maju Pilkada Surabaya

Ini Tujuan Anak Risma Niat Maju Pilkada Surabaya

Regional
Gerakan Sumbang Ponsel Bekas untuk Belajar Online, Siswi: Alhamdulillah Enggak Pinjam Lagi...

Gerakan Sumbang Ponsel Bekas untuk Belajar Online, Siswi: Alhamdulillah Enggak Pinjam Lagi...

Regional
Kisah di Balik Relawan Vaksin Covid-19, Ngantuk Berat dan Alasan Wakil Wali Kota Bandung Batal

Kisah di Balik Relawan Vaksin Covid-19, Ngantuk Berat dan Alasan Wakil Wali Kota Bandung Batal

Regional
Sederet Kasus Ibu Digugat Anak Kandung, Ada yang Doakan Anaknya Setiap Shalat dan Meminta Air Susunya Dibayar

Sederet Kasus Ibu Digugat Anak Kandung, Ada yang Doakan Anaknya Setiap Shalat dan Meminta Air Susunya Dibayar

Regional
Kronologi Mahasiswi S2 Dibunuh Kekasih hingga Jenazah Korban Digantung agar Seperti Bunuh Diri

Kronologi Mahasiswi S2 Dibunuh Kekasih hingga Jenazah Korban Digantung agar Seperti Bunuh Diri

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X