Belasan Ternak Dimangsa Harimau di Bahorok, Warga Diminta Bikin Kandang Khusus

Kompas.com - 07/01/2021, 17:38 WIB
Kepala Seksi Konservasi Wilayah II Langkat, BBKSDA Sumut, Herbert Aritonang (tengah) memaparkan 2 ekor lembu warga di Dusun Selayang, Desa Lau Damak, Kecamatan Bahorok, Langkat dimangsa harimau pada Rabu (6/1/2021). Warga diimbau untuk mengamankan ternaknya dan membuat kandang anti harimau (Tiger proof enclosure). KOMPAS.COM/DEWANTOROKepala Seksi Konservasi Wilayah II Langkat, BBKSDA Sumut, Herbert Aritonang (tengah) memaparkan 2 ekor lembu warga di Dusun Selayang, Desa Lau Damak, Kecamatan Bahorok, Langkat dimangsa harimau pada Rabu (6/1/2021). Warga diimbau untuk mengamankan ternaknya dan membuat kandang anti harimau (Tiger proof enclosure).

MEDAN, KOMPAS.com - Konflik harimau sumatera yang memangsa ternak lembu milik warga di Langkat terjadi hampir setiap tahun. Khusus di wilayah Kecamatan Bahorok, dalam 2 tahun tercatat ada 12 ekor lembu dan 1 ekor kambing dimangsa.

Namun, hanya segelintir masyarakat yang mau mengandangkan ternaknya dan memilih tetap melepasnya di lahan sehingga memancing harimau yang memiliki sifat oportunistik.

"Kalkulasi harga lembu dengan bikin kandang, 2 ekor ini tidak kemana Rp 30 juta," ujar Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wil V Bahorok BBTNGL, Palber Turnip melalui telepon pada Kamis (7/1/2021) siang.

"Kalau lah minta bantuan kita untuk difasilitasi kandang lalu disiapkan lah lahannya, tiang-tiangnya, mungkin bisa terselamatkan. Ini kan ada 12 ekor dalam 2 tahun di wilayah Bahorok saja, 12 ekor lembu, 1 kambing. Tapi masyarakat juga tak ada yang menyodorkan minta dibikinkan kandang." 

Baca juga: Tol Penghubung Sumsel-Jambi Bakal Dilengkapi Terowongan untuk Harimau

Dia mencontohkan, seorang warga di Dusun Pulo Pisang, Desa Timbang Lawan, Kecamatan Bahorok, Kabupaten Langkat, tiga kali kehilangan ternak lembunya karena dimangsa harimau sumatera.

Peristiwa pertama terjadi pada 2014. Peristiwa berikutnya terjadi pada Agustus 2018 dan terakhir pada Oktober 2019. Tidak diketahui apakah yang menyerang pada 2014 dan 2018 adalah harimau yang sama.

Dijelaskannya, ternak lembu yang menjadi mangsa harimau itu berada di jarak 200 meter dari batas kawasan TNGL.

Sementara pada 2018, berada pada jarak 500 meter dari batas kawasan. Menurutnya, tidak mungkin ternak itu diseret hingga 300 meter.

Kemudian pada bulan Mei 2020, harimau juga memangsa ternak lembu warga Dusun Tanjung Naman, Desa Lau Damak, Kecamatan Bahorok, Langkat. Lokasi penemuan tersebut berjarak sekitar 3-4 km dari TNGL.

Baca juga: Dalam Sepekan, Harimau Mangsa 3 Lembu di Langkat, Ini Penampakannya

Tak jauh dari situ, seorang perempuan peladang, Bru Tarigan mengaku sudah kehilangan 4 ekor anjingnya dalam 1 bulan terakhir. Dia pun mengaku sering mendengar auman harimau dari ladangnya.  

"Dia malah sudah kehilangan 4 anjing. 1 indukan, 3 anakan. Kepala-kepala anjingnya ditemukan. Tersisa tinggal 1 ekor lah yang masih hidup. Itulah yang digendongnya terus itu," kata dia.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

OJK Nobatkan Jateng Jadi Provinsi Terbaik Penggerak Keuangan Inklusif

OJK Nobatkan Jateng Jadi Provinsi Terbaik Penggerak Keuangan Inklusif

Regional
Kisah Tragis Fathan, Tewas Dibunuh Rekannya gara-gara Tak Meminjami Uang

Kisah Tragis Fathan, Tewas Dibunuh Rekannya gara-gara Tak Meminjami Uang

Regional
Update Bencana Longsor di Sumedang, 25 Orang Tewas hingga Kendala Pencarian Tim SAR

Update Bencana Longsor di Sumedang, 25 Orang Tewas hingga Kendala Pencarian Tim SAR

Regional
Detik-detik Gita Tewas Tertimpa Reruntuhan Saat Gempa, Kembali Masuk Rumah untuk Ambil Ponsel yang Tertinggal

Detik-detik Gita Tewas Tertimpa Reruntuhan Saat Gempa, Kembali Masuk Rumah untuk Ambil Ponsel yang Tertinggal

Regional
Bupati Tidak di Tempat, Vaksinasi Ditunda hingga Satgas Kecewa

Bupati Tidak di Tempat, Vaksinasi Ditunda hingga Satgas Kecewa

Regional
Sempat Unggah Foto dan Tulisan 'Takut Gempa Susulan', Gita Meninggal Tertimpa Reruntuhan di Mamuju

Sempat Unggah Foto dan Tulisan "Takut Gempa Susulan", Gita Meninggal Tertimpa Reruntuhan di Mamuju

Regional
Video Seorang Anak Terjebak Reruntuhan Bangunan di Mamuju Jadi Viral, Ini Penjelasan Tim SAR

Video Seorang Anak Terjebak Reruntuhan Bangunan di Mamuju Jadi Viral, Ini Penjelasan Tim SAR

Regional
Cuaca Ekstrem di Sulut, Air Naik ke Permukiman Warga di Sangihe

Cuaca Ekstrem di Sulut, Air Naik ke Permukiman Warga di Sangihe

Regional
Ini Aturan Baru soal Syarat Masuk ke Kepri Melalui Laut dan Udara

Ini Aturan Baru soal Syarat Masuk ke Kepri Melalui Laut dan Udara

Regional
Gempa Magnitudo 5,1 di Sulawesi Utara, Terasa di Bitung dan Tondano

Gempa Magnitudo 5,1 di Sulawesi Utara, Terasa di Bitung dan Tondano

Regional
Jenazah Kopilot Fadly Tiba, Sang Ayah: Dia Gugur Dalam Tugas, Semoga Syahid

Jenazah Kopilot Fadly Tiba, Sang Ayah: Dia Gugur Dalam Tugas, Semoga Syahid

Regional
Gempa Bumi Magnitudo 5,0 Terjadi di Majene

Gempa Bumi Magnitudo 5,0 Terjadi di Majene

Regional
Cerita Warga Teluk Dawan, Bertahun-tahun Diteror Buaya, Pemerintah Hanya Pasang Spanduk

Cerita Warga Teluk Dawan, Bertahun-tahun Diteror Buaya, Pemerintah Hanya Pasang Spanduk

Regional
Awan Panas Guguran Muncul di Gunung Merapi, Jarak Luncur 1,5 Kilometer

Awan Panas Guguran Muncul di Gunung Merapi, Jarak Luncur 1,5 Kilometer

Regional
Kemensos dan Dinsos Sulsel Kirim Bantuan untuk Korban Gempa di Sulbar

Kemensos dan Dinsos Sulsel Kirim Bantuan untuk Korban Gempa di Sulbar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X