Harimau Kembali Mangsa Lembu di Bahorok, Warga Resah Sampai Minta Dievakuasi

Kompas.com - 08/01/2021, 21:23 WIB
Tangkapan layar video kemunculan harimau sumatera di blok hutan Sei Kelam, Resort Bahorok memangsa cadaver atau bangkai sisa lembu pada 19 Desember 2020. Di tempat tersebut seekor lembu warga di desa tersebut dimangsa harimau. IstimewaTangkapan layar video kemunculan harimau sumatera di blok hutan Sei Kelam, Resort Bahorok memangsa cadaver atau bangkai sisa lembu pada 19 Desember 2020. Di tempat tersebut seekor lembu warga di desa tersebut dimangsa harimau.

MEDAN, KOMPAS.com - Masyarakat di Dusun Selayang, Desa Lau Damak, Kecamatan Bahorok, Langkat sudah mulai resah dengan keberadaan harimau yang memangsa ternak lembu.

Betapa tidak, belum habis dua bangkai lembu yang ditemukan pada Rabu (6/1/2021), pada Jumat (8/1/2021) subuh tadi, seekor lembu ditemukan mati dengan luka gigitan di leher dan pantat. Jaraknya hanya 100 meter dari kejadian sebelumnya.

Kemungkinan harimau akan direlokasi.

Dikonfirmasi melalui telepon, Camat Bahorok, Dameka Putra Singarimbun mengatakan dirinya mendapatkan informasi adanya bangkai lembu yang dimangsa harimau pada Jumat pagi tadi.

Saat masih pagi buta, warga menemukan bangkai lembu itu sudah tergeletak di tanah. Terlihat ceceran darah yang keluar tubuh lembu tersebut di tanah. 

"Benar, pagi tadi, waktu subuh lah ditemukan ada bangkai lembu lagi dimangsa harimau. Jaraknya sekitar 100 meter dari kejadian sebelumnya," katanya, Jumat (8/1/2021). 

Baca juga: Belasan Ternak Dimangsa Harimau di Bahorok, Warga Diminta Bikin Kandang Khusus

Dari temuan itu, pihaknya langsung melaporkannya kepada pihak terkait, mulai dari Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser (BBTNGL). Dijelaskannya, sebenarnya pihaknya sudah berulangkali mengimbau masyarakat agar mengandangkan ternaknya agar tidak dimangsa oleh harimau.

Bahkan, pihak BBTNGL dan Dinas Kehutanan sudah bersedia untuk membuat kandang. Namun, dari masyarakat belum ada yang memberikan lahannya untuk dijadikan kandang.  

"Setiap kali ada kesempatan kita selalu imbau masyarakat untuk mengandangkan lembunya. TNGL dan lainnya sudah bersedia untuk membuat kandang, tapi memang belum ada masyarkaat yang hibahkan lahan untuk kandang. Mereka masih mengikat ternak mereka di kebun," katanya.

Baca juga: Tak Sampai Seminggu, Harimau Kembali Memangsa Anak Lembu di Bahorok

Warga resah sampai minta dievakuasi

Kepala Bagian Tata Usaha Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumut, Teguh Setiawan mengatakan pihaknya bersama dengan BBTNGL dan mitra lainnya seperti WCS-IP dan Yayasan Hutan Untuk Anak (YHUA) masih berada di lokasi berkomunikasi dengan masyarakat dan mendinginkan suasana.

"Karena masyarakat mulai resah dan minta dievakuasi. Langkah-langkah persiapan sudah disusun, salah satunya kandang (jebak) sudah diambil dari Besitang," katanya.

Menurutnya, kemungkinan harimau akan direlokasi. Namun pihaknya pihaknya tetap melihat situasi di lapangan.

"Sepertinya memang mengarah mau direlokasi. Cuman masih melihat situasi di lapangan. Informasi (kandang jebak) sudah mulai bergerak. Kita tim masih sama, bareng tim dari BBTNGL, WCS, YHUA, dan lainnya," katanya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Banjir di Kalsel Meluas, Warga Menunggu Evakuasi dari Loteng

Banjir di Kalsel Meluas, Warga Menunggu Evakuasi dari Loteng

Regional
Fakta Lengkap Kasus Pembunuhan Mahasiswa Telkom di Karawang

Fakta Lengkap Kasus Pembunuhan Mahasiswa Telkom di Karawang

Regional
Gita Tewas Tertimpa Bangunan, Sang Ayah: Dia Lupa HP-nya, Lalu Masuk Lagi

Gita Tewas Tertimpa Bangunan, Sang Ayah: Dia Lupa HP-nya, Lalu Masuk Lagi

Regional
Fenomena Awan Mirip Gulungan Ombak di Langit Bandara YIA Kulon Progo, Ini Penjelasannya

Fenomena Awan Mirip Gulungan Ombak di Langit Bandara YIA Kulon Progo, Ini Penjelasannya

Regional
OJK Nobatkan Jateng Jadi Provinsi Terbaik Penggerak Keuangan Inklusif

OJK Nobatkan Jateng Jadi Provinsi Terbaik Penggerak Keuangan Inklusif

Regional
Kisah Tragis Fathan, Tewas Dibunuh Rekannya gara-gara Tak Meminjami Uang

Kisah Tragis Fathan, Tewas Dibunuh Rekannya gara-gara Tak Meminjami Uang

Regional
Update Bencana Longsor di Sumedang, 25 Orang Tewas hingga Kendala Pencarian Tim SAR

Update Bencana Longsor di Sumedang, 25 Orang Tewas hingga Kendala Pencarian Tim SAR

Regional
Detik-detik Gita Tewas Tertimpa Reruntuhan Saat Gempa, Kembali Masuk Rumah untuk Ambil Ponsel yang Tertinggal

Detik-detik Gita Tewas Tertimpa Reruntuhan Saat Gempa, Kembali Masuk Rumah untuk Ambil Ponsel yang Tertinggal

Regional
Bupati Tidak di Tempat, Vaksinasi Ditunda hingga Satgas Kecewa

Bupati Tidak di Tempat, Vaksinasi Ditunda hingga Satgas Kecewa

Regional
Sempat Unggah Foto dan Tulisan 'Takut Gempa Susulan', Gita Meninggal Tertimpa Reruntuhan di Mamuju

Sempat Unggah Foto dan Tulisan "Takut Gempa Susulan", Gita Meninggal Tertimpa Reruntuhan di Mamuju

Regional
Video Seorang Anak Terjebak Reruntuhan Bangunan di Mamuju Jadi Viral, Ini Penjelasan Tim SAR

Video Seorang Anak Terjebak Reruntuhan Bangunan di Mamuju Jadi Viral, Ini Penjelasan Tim SAR

Regional
Cuaca Ekstrem di Sulut, Air Naik ke Permukiman Warga di Sangihe

Cuaca Ekstrem di Sulut, Air Naik ke Permukiman Warga di Sangihe

Regional
Ini Aturan Baru soal Syarat Masuk ke Kepri Melalui Laut dan Udara

Ini Aturan Baru soal Syarat Masuk ke Kepri Melalui Laut dan Udara

Regional
Gempa Magnitudo 5,1 di Sulawesi Utara, Terasa di Bitung dan Tondano

Gempa Magnitudo 5,1 di Sulawesi Utara, Terasa di Bitung dan Tondano

Regional
Jenazah Kopilot Fadly Tiba, Sang Ayah: Dia Gugur Dalam Tugas, Semoga Syahid

Jenazah Kopilot Fadly Tiba, Sang Ayah: Dia Gugur Dalam Tugas, Semoga Syahid

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X