500 Kotak Amal, Stiker, dan Brosur Disita Densus 88 dari Gudang di Deli Serdang

Kompas.com - 28/03/2021, 21:55 WIB
Personel menmeriksa kotak amal yang ditemukan di sebuah gudang di Desa Manunggal, Kecamatan Helvetia, Deli Serdang pada Jumat (16/3/2021). Sebanyak 500 kotak amal diamankan dari lokasi tersebut. Berikut ratusan stiker, brosur dan beberapa lembar baju yang digunaakan saat menarik kotak amal dari yang sudah ditentukan. IstimewaPersonel menmeriksa kotak amal yang ditemukan di sebuah gudang di Desa Manunggal, Kecamatan Helvetia, Deli Serdang pada Jumat (16/3/2021). Sebanyak 500 kotak amal diamankan dari lokasi tersebut. Berikut ratusan stiker, brosur dan beberapa lembar baju yang digunaakan saat menarik kotak amal dari yang sudah ditentukan.

KOMPAS.com - Sebanyak 500 kotak amal, ratusan stiker, brosur, dan beberapa lembar baju disita tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri.

Barang-barang tersebut didapatkan dari sebuah gudang di Desa Manunggal, Kecamatan Helvetia, Deli Serdang, Sumatera Utara, pada Jumat (26/3/2021) sore.

Kepala Bidang Humas Polda Sumut Kombes Hadi Wahyudi menjelaskan, dalam stiker dan brosur terdapat tulisan yang menyebut nama lembaga atau yayasan.

Baca juga: Densus 88 Sita 500 Kotak Amal dari Terduga Teroris di Deli Serdang

Di stiker dan brosur itu juga termuat tulisan bernada ajakan untuk bersedekah kepada yatim piatu dan lain sebagainya.

Sedangkan beberapa lembar baju yang ditemukan diduga dipakai sewaktu mengambil kotak amal di beberapa tempat, antara lain pasar, minimarket, rumah makan, dan swalayan.

"Kotak amal itu tersebar di Helvetia, Belawan. Itu yang diamankan posisinya sudah ada di bengkel. Sebagian masih ada tersisa, ada isinya. Sebagian besar sudah kosong. Jadi itu mungkin sudah digunakan oleh keperluan mereka," ujarnya ketika dikonfirmasi Kompas.com, Jumat malam.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Kesaksian Warga Sekitar Gudang yang Digerebek Densus 88: Penjaga Gudang Itu Tertutup, Sudah Seminggu Menghilang

 

Penangkapan terduga teroris

Ilustrasi penangkapanThink Stock Ilustrasi penangkapan

“Mereka” yang disebut oleh Hadi adalah terduga teroris. Beberapa waktu sebelumnya, tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri menangkap 18 orang di Sumatera Utara.

Penangkapan itu dilakukan di lima kabupaten/kota, yakni Medan, Binjai, Langkat, Deli Serdang, dan Tanjung Balai.

Pada Jumat (19/3/2021), ada 6 orang di Medan dan 2 orang di Tanjung Balai yang ditangkap Densus 88.

Berdasarkan hasil pengembangan dari penangkapan sebelumnya, 3 orang diamankan pada Minggu (21/3/2021).

Lalu, pada Senin (22/3/2021), tim Densus 88 kembali menciduk 7 orang.

Dari penangkapan tersebut, Densus 88 menyita 31 kotak amal yang tersebar di 13 titik.

Baca juga: Bom Bunuh Diri di Makassar, Ini Kesaksian Pastor Gereja Katedral

531 kotak amal disita

Personel menmeriksa kotak amal yang ditemukan di sebuah gudang di Desa Manunggal, Kecamatan Helvetia, Deli Serdang pada Jumat (16/3/2021). Sebanyak 500 kotak amal diamankan dari lokasi tersebut. Berikut ratusan stiker, brosur dan beberapa lembar baju yang digunaakan saat menarik kotak amal dari yang sudah ditentukan.Istimewa Personel menmeriksa kotak amal yang ditemukan di sebuah gudang di Desa Manunggal, Kecamatan Helvetia, Deli Serdang pada Jumat (16/3/2021). Sebanyak 500 kotak amal diamankan dari lokasi tersebut. Berikut ratusan stiker, brosur dan beberapa lembar baju yang digunaakan saat menarik kotak amal dari yang sudah ditentukan.

Saat ini, Densus 88 Antiteror Mabes Polri telah menyita 531 kotak amal sebagai barang bukti.

Hadi mengungkapkan, benda-benda yang diamankan oleh Densus 88 sudah berdasarkan penyelidikan yang mendalam terkait penggunaan dana yang tersebar di kotak amal.

Baca juga: Halangi Pelaku Bom Bunuh Diri, Sekuriti Gereja Katedral Makassar Alami Luka Bakar

"Nanti setelah operasi yang dijalankan Densus di Sumut selesai, gamblangnya akan disampaikan oleh Mabes Polri. Tim Densus masih terus mendalami dan bekerja di lapangan karena proses penelusuran ini tidak bisa seketika dan membutuhkan proses memakan pikiran, tenaga, dan lain sebagainya," terangnya.

Sumber: Kompas.com (Penulis: Kontributor Medan, Dewantoro | Editor: Khairina)

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Saat Suami Antar Anak ke Sekolah, Rumahnya Didatangi Pencuri, Istri Diperkosa dan Dibunuh

Saat Suami Antar Anak ke Sekolah, Rumahnya Didatangi Pencuri, Istri Diperkosa dan Dibunuh

Medan
Daftar 22 Lokasi E-Parking di Kota Medan dan Tarifnya

Daftar 22 Lokasi E-Parking di Kota Medan dan Tarifnya

Medan
Kapolsek Percut Sei Tuan Menangis Saat Pamit dan Bilang ke Anak Buah 'Maaf Sering Marah, tapi agar Kita Berhasil'

Kapolsek Percut Sei Tuan Menangis Saat Pamit dan Bilang ke Anak Buah "Maaf Sering Marah, tapi agar Kita Berhasil"

Medan
Usai Dicopot, Eks Kapolsek Percut Sei Tuan Dimutasi ke Yanma Polda Sumut

Usai Dicopot, Eks Kapolsek Percut Sei Tuan Dimutasi ke Yanma Polda Sumut

Medan
Dicopot Usai Jadikan Pedagang Tersangka, Kapolsek Percut Sei Tuan Janpiter Menangis Saat Tinggalkan Kantornya

Dicopot Usai Jadikan Pedagang Tersangka, Kapolsek Percut Sei Tuan Janpiter Menangis Saat Tinggalkan Kantornya

Medan
Pedagang Pasar dan Penganiaya Sama-sama Jadi Tersangka, Ini Duduk Perkaranya

Pedagang Pasar dan Penganiaya Sama-sama Jadi Tersangka, Ini Duduk Perkaranya

Medan
Aipda Roni Syahputra Perkosa dan Bunuh Remaja 13 Tahun, Ibu Korban: Makan Masih Disulangi, Rambutnya Ku Sisiri

Aipda Roni Syahputra Perkosa dan Bunuh Remaja 13 Tahun, Ibu Korban: Makan Masih Disulangi, Rambutnya Ku Sisiri

Medan
BNN Sebut Peredaran Narkoba di Kampus FIB USU Sudah Berlangsung 4 Bulan

BNN Sebut Peredaran Narkoba di Kampus FIB USU Sudah Berlangsung 4 Bulan

Medan
Fakta BNN Gerebek Kampus FIB USU, Amankan 508 Gram Ganja, 31 Positif Narkoba, 3 Pengedar Jadi Tersangka

Fakta BNN Gerebek Kampus FIB USU, Amankan 508 Gram Ganja, 31 Positif Narkoba, 3 Pengedar Jadi Tersangka

Medan
BNN Gerebek FIB USU, 14 Mahasiswa dan 6 Alumni Positif Gunakan Narkotika, 508 Gram Ganja Diamankan

BNN Gerebek FIB USU, 14 Mahasiswa dan 6 Alumni Positif Gunakan Narkotika, 508 Gram Ganja Diamankan

Medan
BNN Gerebek FIB USU, Belasan Mahasiswa Ditangkap, Rektor Angkat Bicara

BNN Gerebek FIB USU, Belasan Mahasiswa Ditangkap, Rektor Angkat Bicara

Medan
'Inilah Hukum di Indonesia, Aku Korban yang Dianiaya Preman, Aku Pula Jadi Tersangka...'

"Inilah Hukum di Indonesia, Aku Korban yang Dianiaya Preman, Aku Pula Jadi Tersangka..."

Medan
Satu Pegawai Lapas Tanjung Gusta Terbukti Aniaya Napi yang Videonya Viral, Kemenkumham: Kita Bina

Satu Pegawai Lapas Tanjung Gusta Terbukti Aniaya Napi yang Videonya Viral, Kemenkumham: Kita Bina

Medan
Pedagang Sudah Memelas, tapi Ketua Ormas Tetap Memaksa Minta Uang dan Bilang 'Enggak Kau Hargai Aku'

Pedagang Sudah Memelas, tapi Ketua Ormas Tetap Memaksa Minta Uang dan Bilang "Enggak Kau Hargai Aku"

Medan
Kronologi Seorang Pria di Medan Tembak Paha Temannya dengan Airsoft Gun, Pelaku Ditangkap

Kronologi Seorang Pria di Medan Tembak Paha Temannya dengan Airsoft Gun, Pelaku Ditangkap

Medan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.