Mengenal 3 Bangunan Tua yang Disinggahi Sandiaga Uno dan Bobby di Kesawan City Walk

Kompas.com - 31/03/2021, 08:05 WIB

MEDAN, KOMPAS.com - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mendukung Program Pemerintah Kota Medan, Sumatera Utara, menghidupkan ekonomi dengan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) lewat The Kitchen of Asia.

Program ini berada di kawasan cagar budaya Kesawan City Walk, Medan.

Dukungan nyata diperlihatkan Sandi dengan mengunjungi Kesawan pada Sabtu (27/3/2021) lalu.

Bersama Wali Kota Medan Muhammad Bobby Afif Nasution, Sandiaga memulai dengan berjalan-jalan di kawasan yang akan menjadi pusat budaya dan sentra kreatif tersebut.

Masjid Lama Gang Bengkok

Mereka lalu shalat magrib berjemaah di Masjid Lama Gang Bengkok.

Bangunan ini dibangun oleh saudagar Tionghoa Tjong A Fie pada 1885.

Renovasi pembangunannya selesai pada 1889.

Baca juga: Kawasan Heritage Kesawan di Medan akan Jadi The Kitchen of Asia

Masjid ini kemudian diserahkan kepada Kesultanan Deli di masa pemerintahan Sultan Deli Makmoen Al Rasjid Perkasa Alamsyah.

Tjong A Fie adalah Majoor der Chineezen atau Wali Kota pertama untuk komunitas China di Kota Medan.

Dia tutup usia pada 4 Februari 1921, karena mengalami pendarahan otak.

Dari foto pemakaman yang tergantung di dinding rumahnya, terlihat ratusan orang menghadiri dan mengantar jenazahnya ke kompleks pemakaman milik keluarga di kawasan Medanbrayan, Kota Medan.

Tjong A Fie adalah orang yang dikenal sangat dekat dengan Makmoen Al Rasjid Perkasa Alamsyah dan para petinggi kolonial Belanda.

Kawasan Heritage Kesawan di Kota Medan.Dok. Kemenparekraf Kawasan Heritage Kesawan di Kota Medan.
Gedung Warenhuis

Selesai shalat, Sandiaga dan Bobby berjalan kaki menuju ke Gedung Warenhuis di Jalan Hindu atau Ahmad Yani 7.

Bangunan ini adalah supermarket pertama di Kota Medan, yang dibangun pada masa kolonial Belanda.

Dari dinding yang catnya sudah terkelupas tertulis: mulai dibangun pada 1916 oleh arsitek berkebangsaan Jerman G Bos dan diresmikan pada 1919 oleh Wali Kota Medan pertama Daniel Baron Mackay.

Baca juga: Kesawan dan Kenangan Indah Kota Medan di Masa Lalu

Bangunan seluas 15 x 30 meter ini memiliki bungker untuk tempat menyimpan barang dagangan.

Supermarket ini menjual berbagai jenis barang, mulai makanan, pakaian, hingga produk elektronik.

Warenhuis ini menjadi saksi dan bukti bahwa sistem perdagangan di Kota Medan sudah maju sejak lama.

Namun, supermarket hanya bertahan 23 tahun, karena tutup begitu Jepang masuk ke Kota Medan.

Sang pemiliknya pada tahun 1942 memilih pulang kampung ke Belanda karena kondisi Kota Medan yang mulai tidak kondusif.

Sejak ditinggalkan, gedung kokoh itu sempat menjadi Kantor Departemen Tenaga Kerja.

Setelah itu dibiarkan terlantar dimakan usia dan dipenuhi belukar.

Lalu, Warenhuis sempat terbakar pada 2013.

Baca juga: Kembalikan Nilai Sejarah Kesawan, Bobby Nasution Mulai dari Supermarket Pertama di Medan

Tak mau melihat Warenhuis hancur begitu saja, Bobby Nasution yang kini menjabat Wali Kota Medan memerintahkan bawahannya untuk mengurus gedung itu.

Bobby ingin Warenhuis ditata lagi, dikembalikan ke wujud aslinya.

"Sejak lama saya katakan, Kesawan harus jadi kawasan heritage. Gedung-gedung bersejarah kita pugar. Kawasan Jalan Ahmad Yani, Perniagaan atau Pajak Ikan Lama sudah mulai direvitalisasi. Dananya pun sudah ada," kata Bobby.

Menparekraf Sandiaga Uno mendukung Program Pemkot Medan menghidupkan ekonomi dan UMKM lewat The Kitchen of Asiadi kawasan cagar budaya Kesawan City Walk, Sabtu (27/3/2021) malamKOMPAS.com/MEI LEANDHA ROSYANTI Menparekraf Sandiaga Uno mendukung Program Pemkot Medan menghidupkan ekonomi dan UMKM lewat The Kitchen of Asiadi kawasan cagar budaya Kesawan City Walk, Sabtu (27/3/2021) malam
Rumah Tjong A Fie

Usai mengitari Warenhuis, rombongan menuju rumah Tjong A Fie.

Luas rumah ini sekitar 6.000 meter persegi.

Rumah ini resmi dibuka untuk umum pada 18 Juni 2009, sekaligus untuk memperingati ulang tahun perantau sukses berbisnis perkebunan, pabrik sawit, gula, serta perkeretaapian yang ke-150 tahun.

Setiap hari, rumah ini ramai dikunjungi orang. Kebanyakan wisatawan lokal asal Jakarta.

Seusai melongok isi rumah, rombongan dijamu oleh keturanan Tjong A Fie sampai kenyang.

Sebelum pulang, kepada wartawan Sandi mengatakan bahwa magnet dari Kota Medan adalah pengalaman kuliner dan cerita sejarahnya yang menambah daya tarik pariwisata.

Sandiaga optimistis program Dapur Asia yang diusung Pemkot Medan akan membuka peluang usaha serta lapangan pekerjaan baru.

"Saya mendukung terwujudnya The Kitchen of Asia untuk membantu pertumbuhan ekonomi di Kota Medan. Jangan lupa untuk tetap menerapkan protokol kesehatan," kata Sandiaga.

Di samping itu, Sandi ingin Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif terlibat di segi adaptasi teknologi dan keberagaman produk-produk ekonomi kreatif.

Harapannya, UMKM yang terlibat pendapatannya naik 70 hingga 80 persen.

Bobby mengatakan, salah satu spirit The Kitchen of Asia diambil dari semangat Tjong A Fie yang telah membangun kerukunan antar etnis dan budaya di Kota Medan.

Dia ingin menjadikan kawasan Kesawan sebagai pusat budaya dan kuliner, namun tetap menjaga keasliannya.

"The kitchen of Asia berarti dapur yang saat ini tidak lagi tertutup, tetapi menjadi sebuah entertaiment, inilah yang diharapkan ke depanya, masing-masing etnis dapat menceritakan kuliner kekhasannya masing-masing," kata dia.

Pada Minggu (28/3/2021), Bobby melakukan soft launching Kesawan City Walk dan E-Parking di depan rumah Tjong A Fie.

Acara diramaikan dengan tabuhan Gordang Sambilan khas suku Mandailing.

 

Pembayaran parkir non-tunai dengan QRIS dan QREN ditandai dengan pemberian kode barcode dari Kepala Bank Indonesia Perwakilan Sumut kepada Bobby, Pangdam 1 Bukit Barisan dan Kapolda Sumut.

Pemkot Medan berkomitmen mewujudkan transaksi tanpa uang tunai untuk seluruh tenant di Kesawan City Walk.

Secara bertahap, seluruh pembayaran parkir juga akan menggunakan QRIS maupun QREN.

Sistem ini, menurut Bobby, memaksimalkan fungsi pengawasan sekaligus mencegah terjadi penguapan pendapatan asli daerah (PAD).

“Saya yakin dengan semangat kolaborasi, kemajuan akan kita capai. Medan akan jadi kebanggaan di Sumut. Akan terus dilakukan evaluasi untuk perbaikan ke depan, sehingga manfaatnya dirasakan masyarakat. Protokol kesehatan harus diterapkan, termasuk soal jam operasional,” kata Bobby.

Ketua DPRD Medan Hasyim mengapresiasi pembenahan kawasan heritage Kesawan yang dipadukan dengan pemberdayaan UMKM, penataan lalu lintas dan perparkiran.

Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Penataan Ruang (PKPPR) Kota Medan Benny Iskandar melaporkan, dari 116 pedagang, sebanyak 113 telah divaksin.

Begitu juga dengan seluruh petugas di Kesawan City Walk.

Ada 86 angkringan yang menyajikan berbagai kuliner khas Kota, 14 stan kuliner tradisional dan 18 stan cenderamata.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Paman yang Bunuh Siswa SD Saat Belajar di Kelas Ditangkap, Polisi: Dilatarbelakangi Dendam

Paman yang Bunuh Siswa SD Saat Belajar di Kelas Ditangkap, Polisi: Dilatarbelakangi Dendam

Medan
Sakit Hati Ditegur karena Ambil Daun Pisang, Doman Bakar Rumah Kades di Deli Serdang

Sakit Hati Ditegur karena Ambil Daun Pisang, Doman Bakar Rumah Kades di Deli Serdang

Medan
Jimmy Dipenjarakan Adik Kandungnya, Kerap Curi Barang Keluarga hingga Lempar Ponakan Pakai Batu

Jimmy Dipenjarakan Adik Kandungnya, Kerap Curi Barang Keluarga hingga Lempar Ponakan Pakai Batu

Medan
Akhirnya Polisi Tangkap Paman yang Tikam Bocah SD hingga Tewas di Dalam Kelas, Diduga ODGJ

Akhirnya Polisi Tangkap Paman yang Tikam Bocah SD hingga Tewas di Dalam Kelas, Diduga ODGJ

Medan
Hendak ke Kamboja, 212 Calon Pekerja Migran Ilegal Diamankan, Mengaku Akan Melancong ke Luar Negeri

Hendak ke Kamboja, 212 Calon Pekerja Migran Ilegal Diamankan, Mengaku Akan Melancong ke Luar Negeri

Medan
Berharap Upah Rp 1,5 Juta, Penarik Becak di Medan Jadi Kurir Sabu 8,8 Kg, Kini Divonis 20 Tahun Penjara

Berharap Upah Rp 1,5 Juta, Penarik Becak di Medan Jadi Kurir Sabu 8,8 Kg, Kini Divonis 20 Tahun Penjara

Medan
Siswa SD di Deli Serdang Tewas Ditikam Paman di Kelas, Korban Pernah Diancam Akan Dicelakai

Siswa SD di Deli Serdang Tewas Ditikam Paman di Kelas, Korban Pernah Diancam Akan Dicelakai

Medan
Fenomena Dukungan Marga Hutabarat dan Simanjuntak dalam Kasus Brigadir J, Sejarawan: Asosiasi Klan yang Kuat

Fenomena Dukungan Marga Hutabarat dan Simanjuntak dalam Kasus Brigadir J, Sejarawan: Asosiasi Klan yang Kuat

Medan
Kalimat Terakhir Bocah SD Sebelum Tewas Ditusuk Paman di Ruang Kelas: Tolong Aku Bu...

Kalimat Terakhir Bocah SD Sebelum Tewas Ditusuk Paman di Ruang Kelas: Tolong Aku Bu...

Medan
Pembunuh Siswa SD di Kelas Masih Diburu, Sekolah Tempat Kejadian Diliburkan Sepekan

Pembunuh Siswa SD di Kelas Masih Diburu, Sekolah Tempat Kejadian Diliburkan Sepekan

Medan
Banyak PHK Sepihak, 16 Serikat Buruh di Sumut Demo Minta Presiden Cabut UU Cipta Kerja

Banyak PHK Sepihak, 16 Serikat Buruh di Sumut Demo Minta Presiden Cabut UU Cipta Kerja

Medan
Kronologi Siswa SD Dibunuh Pamannya di Deli Serdang, Korban Ditikam di Kelas, Murid dan Guru Teriak Histeris

Kronologi Siswa SD Dibunuh Pamannya di Deli Serdang, Korban Ditikam di Kelas, Murid dan Guru Teriak Histeris

Medan
Siswa SD di Deli Serdang Dibunuh Pamannya Saat Belajar di Kelas, Disaksikan Guru dan Murid Lain

Siswa SD di Deli Serdang Dibunuh Pamannya Saat Belajar di Kelas, Disaksikan Guru dan Murid Lain

Medan
Hendak Jual Sisik Trenggiling dan Paruh Burung Rangkong Senilai Rp 2 Miliar, 2 Pria di Tapanuli Utara Ditangkap

Hendak Jual Sisik Trenggiling dan Paruh Burung Rangkong Senilai Rp 2 Miliar, 2 Pria di Tapanuli Utara Ditangkap

Medan
Konvoi Bawa Senjata Tajam dan Merampok di Binjai, 2 Orang Ditangkap

Konvoi Bawa Senjata Tajam dan Merampok di Binjai, 2 Orang Ditangkap

Medan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.