Vaksinasi Massal di Lanud Soewondo Medan Ciptakan Kerumunan, Wali Kota Bobby hingga Petugas Kewalahan

Kompas.com - 03/06/2021, 13:04 WIB

MEDAN, KOMPAS.com - Warga Kota Medan dan sekitarnya memadati lokasi vaksinasi massal yang diselenggarakan Pemerintah Kota (Pemkot) Medan di Lanud Soewondo eks Bandara Polonia, Kamis (3/6/2021).

Ramainya masyarakat yang hendak mengikuti vaksinasi tersebut menyebabkan protokol kesehatan, khususnya menjaga jarak sulit diterapkan.

Pantauan Kompas.com di lokasi, kerumunan sulit terhindarkan, baik di luar maupun di dalam gedung tempat vaksinasi berjalan. Tanpa menjaga jarak, warga mengantre untuk mendaftar di meja registrasi.

Baca juga: Tanpa Segan, Polisi dan TNI Bubarkan Kerumunan di Rumah Dinas Bupati di Riau

Pihak panitia dibantu polisi dan tentara juga kesulitan mengatur warga agar bisa menjaga jarak.

Melalui pengeras suara, imbauan kepada peserta vaksinasi untuk mematuhi protokol kesehatan dan menjaga jarak terus diumumkan.

Namun sia-sia, kerumunan tetap terjadi. Mereka bahkan menumpuk di pintu masuk tempat vaksinasi.

Baca juga: Bobby Nasution Ancam Tutup Tempat Hiburan yang Nekat Beroperasi

Wali Kota Bobby: antusiasme warga tinggi

Kerumunan tak bisa terhindarkan saat seribuan orang memadati lokasi vaksinasi massal yang diselenggarakan Pemkot Medan di Lanud Soewondo, Medan, Kamis (3/6/2021)KOMPAS.com/DANIEL PEKUWALI Kerumunan tak bisa terhindarkan saat seribuan orang memadati lokasi vaksinasi massal yang diselenggarakan Pemkot Medan di Lanud Soewondo, Medan, Kamis (3/6/2021)
Wali Kota Medan Bobby Nasution yang juga hadir di tempat itu sempat mengingatkan warga untuk menjaga jarak. Bahkan dia juga sempat mengatur posisi warga agar protokol kesehatan bisa diterapkan.

Bobby mengakui, pada hari pertama vaksinasi massal itu, kerumuman sulit terhindarkan, karena tingginya antusiasme warga.

Ini menjadi bahan evaluasi pihaknya sebelum melaksanakan vaksinasi massal berikutnya.

"Ini kita dibantu TNI-Polri, oleh karena itu penerapan protokol kesehatan ini terus kita lakukan dengan baik. Antuasme warga sangat tinggi, ini sangat baik bagi masyarakat Kota Medan agar tercapai herd immunity-nya dan protokol kesehatan di luar sudah kami terapkan," kata Bobby.

Baca juga: Mengenal Tongkat Sakti yang Dipegang Bobby Nasution Saat Upacara Hari Pancasila

 

Evaluasi pelaksanaan vaksinasi massal

Kerumunan tak bisa terhindarkan saat seribuan orang memadati lokasi vaksinasi massal yang diselenggarakan Pemkot Medan di Lanud Soewondo, Medan, Kamis (3/6/2021)KOMPAS.com/DANIEL PEKUWALI Kerumunan tak bisa terhindarkan saat seribuan orang memadati lokasi vaksinasi massal yang diselenggarakan Pemkot Medan di Lanud Soewondo, Medan, Kamis (3/6/2021)
Namun, apa yang dikatakan Bobby berbeda jauh dengan yang terjadi di belakangnya. Di luar, kerumunan warga semakin menjadi-jadi.

Hal itu semakin diperparah oleh hujan rintik yang turun sehingga warga berdesakan di emperan gedung.

Bobby pun menyebut akan mengevaluasi pelaksanaan vaksinasi itu. Pihaknya akan membatasi jumlah peserta. "Akan dilakukan pembatasan. Yang kita lihat tadi, jika masih ada kerumunan akan kami batasi," katanya.

Untuk menghindari kerumunan lebih parah, petugas menutup sementara akses masuk ke lokasi vaksinasi. Warga yang tak sempat masuk disarankan untuk datang kembali esok hari.

Akibatnya, kerumuman juga terjadi di luar di bundaran Jalan Imam Bonjol. Puluhan warga yang tak sempat masuk tampak kecewa.

"Padahal kami sudah daftar, tapi tak diperbolehkan masuk," kata salah seorang warga, Wati.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu
Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Paman yang Bunuh Siswa SD Saat Belajar di Kelas Ditangkap, Polisi: Dilatarbelakangi Dendam

Paman yang Bunuh Siswa SD Saat Belajar di Kelas Ditangkap, Polisi: Dilatarbelakangi Dendam

Medan
Sakit Hati Ditegur karena Ambil Daun Pisang, Doman Bakar Rumah Kades di Deli Serdang

Sakit Hati Ditegur karena Ambil Daun Pisang, Doman Bakar Rumah Kades di Deli Serdang

Medan
Jimmy Dipenjarakan Adik Kandungnya, Kerap Curi Barang Keluarga hingga Lempar Ponakan Pakai Batu

Jimmy Dipenjarakan Adik Kandungnya, Kerap Curi Barang Keluarga hingga Lempar Ponakan Pakai Batu

Medan
Akhirnya Polisi Tangkap Paman yang Tikam Bocah SD hingga Tewas di Dalam Kelas, Diduga ODGJ

Akhirnya Polisi Tangkap Paman yang Tikam Bocah SD hingga Tewas di Dalam Kelas, Diduga ODGJ

Medan
Hendak ke Kamboja, 212 Calon Pekerja Migran Ilegal Diamankan, Mengaku Akan Melancong ke Luar Negeri

Hendak ke Kamboja, 212 Calon Pekerja Migran Ilegal Diamankan, Mengaku Akan Melancong ke Luar Negeri

Medan
Berharap Upah Rp 1,5 Juta, Penarik Becak di Medan Jadi Kurir Sabu 8,8 Kg, Kini Divonis 20 Tahun Penjara

Berharap Upah Rp 1,5 Juta, Penarik Becak di Medan Jadi Kurir Sabu 8,8 Kg, Kini Divonis 20 Tahun Penjara

Medan
Siswa SD di Deli Serdang Tewas Ditikam Paman di Kelas, Korban Pernah Diancam Akan Dicelakai

Siswa SD di Deli Serdang Tewas Ditikam Paman di Kelas, Korban Pernah Diancam Akan Dicelakai

Medan
Fenomena Dukungan Marga Hutabarat dan Simanjuntak dalam Kasus Brigadir J, Sejarawan: Asosiasi Klan yang Kuat

Fenomena Dukungan Marga Hutabarat dan Simanjuntak dalam Kasus Brigadir J, Sejarawan: Asosiasi Klan yang Kuat

Medan
Kalimat Terakhir Bocah SD Sebelum Tewas Ditusuk Paman di Ruang Kelas: Tolong Aku Bu...

Kalimat Terakhir Bocah SD Sebelum Tewas Ditusuk Paman di Ruang Kelas: Tolong Aku Bu...

Medan
Pembunuh Siswa SD di Kelas Masih Diburu, Sekolah Tempat Kejadian Diliburkan Sepekan

Pembunuh Siswa SD di Kelas Masih Diburu, Sekolah Tempat Kejadian Diliburkan Sepekan

Medan
Banyak PHK Sepihak, 16 Serikat Buruh di Sumut Demo Minta Presiden Cabut UU Cipta Kerja

Banyak PHK Sepihak, 16 Serikat Buruh di Sumut Demo Minta Presiden Cabut UU Cipta Kerja

Medan
Kronologi Siswa SD Dibunuh Pamannya di Deli Serdang, Korban Ditikam di Kelas, Murid dan Guru Teriak Histeris

Kronologi Siswa SD Dibunuh Pamannya di Deli Serdang, Korban Ditikam di Kelas, Murid dan Guru Teriak Histeris

Medan
Siswa SD di Deli Serdang Dibunuh Pamannya Saat Belajar di Kelas, Disaksikan Guru dan Murid Lain

Siswa SD di Deli Serdang Dibunuh Pamannya Saat Belajar di Kelas, Disaksikan Guru dan Murid Lain

Medan
Hendak Jual Sisik Trenggiling dan Paruh Burung Rangkong Senilai Rp 2 Miliar, 2 Pria di Tapanuli Utara Ditangkap

Hendak Jual Sisik Trenggiling dan Paruh Burung Rangkong Senilai Rp 2 Miliar, 2 Pria di Tapanuli Utara Ditangkap

Medan
Konvoi Bawa Senjata Tajam dan Merampok di Binjai, 2 Orang Ditangkap

Konvoi Bawa Senjata Tajam dan Merampok di Binjai, 2 Orang Ditangkap

Medan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.