Bongkar Pasang Pejabat Dinkes Medan Ala Bobby Nasution, 4 Bulan 2 Kali Copot Kadis

Kompas.com - 28/08/2021, 06:44 WIB
Wali Kota Medan Bobby Nasution (kemeja biru). KOMPAS.com/DANIEL PEKUWALIWali Kota Medan Bobby Nasution (kemeja biru).

MEDAN, KOMPAS.com - Hanya dalam waktu empat bulan, Wali Kota Medan Bobby Nasution sudah dua kali mengganti pejabat di Dinas Kesehatan Kota Medan.

Pertama, menantu Presiden Joko Widodo ini mencopot Edwin Effendi Lubis dari jabatan Kepala Dinas Kota Medan pada April 2021.

Baca juga: Saat Bobby Semprit Sekolah di Medan yang Tertangkap Gelar Belajar Tatap Muka dan Siswanya Kelabui Petugas

Edwin dinilai tak becus menangani Covid-19. Penilaian itu hanya dilakukan kurang lebih dua bulan setelah Bobby dilantik menjadi Wali Kota Medan.

Baca juga: Lagi, Bobby Nasution Copot Pejabat Dinas Kesehatan Kota Medan gara-gara Penanganan Covid-19

"Masalah Covid-19 ini sudah saya sampaikan berkali-kali. Ini salah satu program utama kita," kata Bobby mengulas kembali pencopotan Edwin, Jumat (27/8/2021).

Baca juga: Bobby Copot Plt Kadis Kesehatan Medan karena Penanganan Covid-19, Padahal Baru 4 Bulan Menjabat

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Alasan pencopotan Edwin waktu itu memang gara-gara dinilai tak serius menangani masalah Covid-19.

Baca juga: Wali Kota Bobby Copot Kadis Kesehatan Medan gara-gara Lambat Tangani Covid-19, padahal Sudah Diingatkan Berkali-kali

 

Bahkan, Bobby melihat masalah malah makin banyak. Penambahan kasus di Medan juga semakin tinggi .

Sementara, Bobby sendiri memasang target tinggi dalam upaya penanganan Covid-19 di Medan.

Apalagi, saat itu dia dipilih bahkan dilantik sebagai wali kota di tengah pandemi Covid-19.

Masalah Covid-19 kemudian dimasukkan dalam dafrar prioritas yang harus segera diselesaikan.

Edwin kemudian diminta untuk sama-sama mengomandoi mengatasi masalah kesehatan di Kota Medan.

Perbaikan-perbaikan diharapkan segera diselesaikan. Apalagi, saat itu Kota Medan masuk dalam zona oranye penyebaran Covid-19.

Bobby ingin kota yang dipimpinnya itu segera keluar dari zona itu.

Namun, di tengah jalan, Edwin dicopot. Edwin bahkan menjadi pejabat petama di lingkungan Pemkot Medan yang dicopot Bobby. Bobby menilai, Edwin terlalu lamban mengikuti instruksi.

Bobby kemudian menunjuk Syamsul Arifin Nasution menjadi Pelaksana Tugas (Plt) Kadis Kesehatan Medan.

Saat itu, Syamsul masih menjabat sebagai salah satu wakil direktur di RSUD Pirngadi, rumah sakit di bawah otoritas Pemkot Medan.

Beberapa kali Syamsul terlihat menemani Bobby, baik di kantor maupun saat meninjau penanganan Covid-19 di lapangan.

Syamsul juga sempat memimpin vaksinasi untuk anak usia 12 hingga 17 tahun yang dilaksanakan pada Mei 2021.

Namun, upaya penanganan Covid-19 di Medan, selama Syamsul menjalankan tugas sebagai Plt Kadis Kesehatan Medan ternyata masih jauh dari harapan.

Mulanya, pada Mei hingga Juni 2021, rata-rata penambahan kasus positif Covid-19 di Medan pada kisaran 25 hingga 98 kasus per hari atau konsisten di bawah 100.

Memasuki bulan Juli, penambahan kasus tiba-tiba melonjak. Sampai kini angka terendah bahkan belum bisa turun di angka 100.

Penambahan kasus harian selalu di atas 300 kasus. Beberapa kali sempat turun di bawah angka itu, tetapi tetap saja tinggi.

Medan kemudian menerapkan PPKM Darurat, yang kemudian masuk dalam asesmen Level 4 penyebaran Covid-19.

Sebagai konsekuensinya, Kota Medan harus menerapkan PPKM level 4 dengan membatasi kegiatan masyarakat secara luar biasa.

Sampai saat ini, Medan masih menerapkan PPKM level 4. Pembatasan ini setidaknya dilaksanakan hingga 6 Semptember mendatang.

Di tengah penerapan PPKM level 4, Syamsul mulai jarang muncul. Dia kemudian dikabarkan terserang Covid-19 dan harus dirawat di rumah sakit sejak awal Agustus.

"Tapi saat ini sudah sembuh. Sudah boleh pulang," kata Bobby pada Kamis kemarin.

Usai mengumumkan Syamsul sembuh, Bobby juga mengumumkan pencopotan Syamsul sebagai pelaksana tugas kepala dinas.

Alasan yang dipakai Bobby sama dengan alasan waktu mencopot Edwin. Bobby menyebutnya dengan istilah percepatan.

Dia menjelaskan, pergantian pucuk pimpinan Dinas Kesehatan itu dilakukan untuk mempercepat penanganan Covid-19 di Medan.

"Tapi memang kebutuhan untuk mempercepat (penanganan Covid-19). Enggak ada masalah. Intinya kita ingin mempercepat," ujar Bobby.

Bobby menyebutkan, di tengah penambahan kasus cukup tinggi di Medan, perlu orang yang bisa bekerja cepat dalam menyelesaikan masalah Covid-19.

Bobby sudah menunjuk Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Medan yang juga Jubir Satgas Covid-19 Kota Medan, Mardohar Tambunan menjadi Plt Kadis Kesehatan Kota Medan.

"Namun saya sampaikan, Plt Kepala Dinas Kesehatan hari ini dipegang oleh Pak Mardohar," ungkap Bobby.

Catatan pada Satgas Penanganan Covid-19, hingga Jumat, 27 Agustus 2021, angka konfimasi positif Covid-19 di Medan telah mencapai 42.249 kasus.

Jumlah ini naik 491 kasus dari hari sebelumnya.

Kesembuhan bertambah 631 pasien menjadi 32.356 pasien, sementara angka kematian mencapai 820 kasus.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Saat Suami Antar Anak ke Sekolah, Rumahnya Didatangi Pencuri, Istri Diperkosa dan Dibunuh

Saat Suami Antar Anak ke Sekolah, Rumahnya Didatangi Pencuri, Istri Diperkosa dan Dibunuh

Medan
Daftar 22 Lokasi E-Parking di Kota Medan dan Tarifnya

Daftar 22 Lokasi E-Parking di Kota Medan dan Tarifnya

Medan
Kapolsek Percut Sei Tuan Menangis Saat Pamit dan Bilang ke Anak Buah 'Maaf Sering Marah, tapi agar Kita Berhasil'

Kapolsek Percut Sei Tuan Menangis Saat Pamit dan Bilang ke Anak Buah "Maaf Sering Marah, tapi agar Kita Berhasil"

Medan
Usai Dicopot, Eks Kapolsek Percut Sei Tuan Dimutasi ke Yanma Polda Sumut

Usai Dicopot, Eks Kapolsek Percut Sei Tuan Dimutasi ke Yanma Polda Sumut

Medan
Dicopot Usai Jadikan Pedagang Tersangka, Kapolsek Percut Sei Tuan Janpiter Menangis Saat Tinggalkan Kantornya

Dicopot Usai Jadikan Pedagang Tersangka, Kapolsek Percut Sei Tuan Janpiter Menangis Saat Tinggalkan Kantornya

Medan
Pedagang Pasar dan Penganiaya Sama-sama Jadi Tersangka, Ini Duduk Perkaranya

Pedagang Pasar dan Penganiaya Sama-sama Jadi Tersangka, Ini Duduk Perkaranya

Medan
Aipda Roni Syahputra Perkosa dan Bunuh Remaja 13 Tahun, Ibu Korban: Makan Masih Disulangi, Rambutnya Ku Sisiri

Aipda Roni Syahputra Perkosa dan Bunuh Remaja 13 Tahun, Ibu Korban: Makan Masih Disulangi, Rambutnya Ku Sisiri

Medan
BNN Sebut Peredaran Narkoba di Kampus FIB USU Sudah Berlangsung 4 Bulan

BNN Sebut Peredaran Narkoba di Kampus FIB USU Sudah Berlangsung 4 Bulan

Medan
Fakta BNN Gerebek Kampus FIB USU, Amankan 508 Gram Ganja, 31 Positif Narkoba, 3 Pengedar Jadi Tersangka

Fakta BNN Gerebek Kampus FIB USU, Amankan 508 Gram Ganja, 31 Positif Narkoba, 3 Pengedar Jadi Tersangka

Medan
BNN Gerebek FIB USU, 14 Mahasiswa dan 6 Alumni Positif Gunakan Narkotika, 508 Gram Ganja Diamankan

BNN Gerebek FIB USU, 14 Mahasiswa dan 6 Alumni Positif Gunakan Narkotika, 508 Gram Ganja Diamankan

Medan
BNN Gerebek FIB USU, Belasan Mahasiswa Ditangkap, Rektor Angkat Bicara

BNN Gerebek FIB USU, Belasan Mahasiswa Ditangkap, Rektor Angkat Bicara

Medan
'Inilah Hukum di Indonesia, Aku Korban yang Dianiaya Preman, Aku Pula Jadi Tersangka...'

"Inilah Hukum di Indonesia, Aku Korban yang Dianiaya Preman, Aku Pula Jadi Tersangka..."

Medan
Satu Pegawai Lapas Tanjung Gusta Terbukti Aniaya Napi yang Videonya Viral, Kemenkumham: Kita Bina

Satu Pegawai Lapas Tanjung Gusta Terbukti Aniaya Napi yang Videonya Viral, Kemenkumham: Kita Bina

Medan
Pedagang Sudah Memelas, tapi Ketua Ormas Tetap Memaksa Minta Uang dan Bilang 'Enggak Kau Hargai Aku'

Pedagang Sudah Memelas, tapi Ketua Ormas Tetap Memaksa Minta Uang dan Bilang "Enggak Kau Hargai Aku"

Medan
Kronologi Seorang Pria di Medan Tembak Paha Temannya dengan Airsoft Gun, Pelaku Ditangkap

Kronologi Seorang Pria di Medan Tembak Paha Temannya dengan Airsoft Gun, Pelaku Ditangkap

Medan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.