Kota Medan Keluar dari Zona Merah Covid-19, Bobby Nasution: Kita Memang Tak Pernah Merah

Kompas.com - 03/09/2021, 17:59 WIB
Wali Kota Medan, Bobby Nasution menegaskan Pemkot Medan akan mengawasi ketat faskes, rumah sakit dan klinik seiring penerapan harga baru untuk rapid test antigen. KOMPAS.com/DANIEL PEKUWALIWali Kota Medan, Bobby Nasution menegaskan Pemkot Medan akan mengawasi ketat faskes, rumah sakit dan klinik seiring penerapan harga baru untuk rapid test antigen.

MEDAN, KOMPAS.com-  Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 menyatakan bahwa seluruh daerah di Provinsi Sumatera Utara telah terbebas dari status zona merah.

Keterangan tersebut dikutip Antara, dari situs resmi Satgas Penanganan Covid-19 melalui laman covid19.go.id, Kamis (2/9/2021).

Baca juga: Sumut Akhirnya Bebas dari Zona Merah Covid-19

Disebutkan bahwa tiga daerah yang sebelumnya zona merah, yakni Medan, Toba dan Simalungun, kini masuk kategori zona oranye atau tingkat risiko sedang.

Baca juga: Medan dan Pematangsiantar Belum Boleh Laksanakan PTM, Ini Respons Walkot Bobby Nasution

 

Merespons hal itu, Wali Kota Medan Bobby Nasution mengklaim bahwa sebenarnya sejak beberapa bulan lalu Kota Medan sudah keluar dari zona merah dan statusnya zona oranye.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Bobby Nasution: Kasus Covid-19 Kota Medan 400-500 Per Hari, Bisa Saja Giliran Keluarga atau Kita Sendiri

Status zona oranye Medan juga sudah berlaku pada masa penerapan PPKM Mikro, PPKM Darurat, hingga PPKM level 4.

"Kita enggak pernah merah," kata Bobby di Balai Kota, Jumat (3/9/2021).

Bobby mengakui, dalam dua bulan belakangan angka kasus Covid-19 di Medan meningkat signifikan. Akibatnya Kota Medan sampai kini masih menerapkan PPKM level 4.

Namun dalam sepekan terakhir, penambahan kasus mulai menurun. Kondisi inilah yang dianggap Bobby menjadi alasan Satgas menurunkan status Kota Medan.

Dia menegaskan, dengan menurunnya penambahan kasus serta status tersebut, bukan berarti Medan terbebas dari risiko penyebaran Covid-19.

Justru dengan kondisi saat ini, masyarakat diminta untuk tetap mematuhi protokol kesehatan, sebagaimana diterapkan selama PPKM.

"PPKM sebenarnya hanya pembelajaran. Ujian sebenarnya saat PPKM sudah selesai. Apakah masyarakat bisa menerapkan prokes atau tidak," tegas Bobby.

Bobby menambahkan, meski status Kota Medan sudah menurun, Pemkot Medan belum berencana melonggarkan aturan pada PPKM.

Pengetatan selama penerapan PPKM level 4 di Medan masih terus diterapkan, setidaknya hingga 6 September.

Bobby Nasution bantah Medan masuk zona merah

Bobby sebelumnya memang kerap membantah bahwa Medan masuk zona merah Covid-19.

Dia mengatakan, penetapan zonasi risiko Covid-19 dikategorikan sesuai dengan indikator-indikator kesehatan masyarakat dengan menggunakan scoring dan pembobotan.

"Itu bisa dilihat apabila kan PPKM mikro itu penetapannya jelas, setiap lingkungan yang di atas lima rumah baru merah. Itu Keputusan Menteri bukan keputusan Wali Kota saja. Dan hari ini jika ada yang lebih dari lima rumah kita langsung isolasi lingkungan tersebut," tuturnya, dikutip dari Tribun Medan, 5 Juli 2021.

Menurut Bobby, tidak ada lingkungan di Medan yang berstatus zona merah. Ini karena tidak ada lingkungan yang terpapar lebih dari lima rumah.

"Saat ini tidak ada sebenarnya lingkungan kita yang terpapar lebih dari lima rumah. Kalau ada pun misalnya dari data provinsi mengatakan di lingkungan kita ada yang lebih dari lima, kita akan tracing lagi ke rumah tersebut. Memang KTP nya daerah tersebut tapi domisilinya beda," katanya.

Beda data

Pernyataan Bobby berbeda dengan data Satgas Covid-19 pusat.

Beberapa kali data pusat menyebut Medan masuk dalam zona merah Covid-19.

Artikel ini telah tayang di Tribun-Medan.com dengan judul: Bobby Nasution Bingung Soal Penetapan Sistem Zonasi Covid-19, Sebut Kota Medan Masih Zona Orange

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Saat Suami Antar Anak ke Sekolah, Rumahnya Didatangi Pencuri, Istri Diperkosa dan Dibunuh

Saat Suami Antar Anak ke Sekolah, Rumahnya Didatangi Pencuri, Istri Diperkosa dan Dibunuh

Medan
Daftar 22 Lokasi E-Parking di Kota Medan dan Tarifnya

Daftar 22 Lokasi E-Parking di Kota Medan dan Tarifnya

Medan
Kapolsek Percut Sei Tuan Menangis Saat Pamit dan Bilang ke Anak Buah 'Maaf Sering Marah, tapi agar Kita Berhasil'

Kapolsek Percut Sei Tuan Menangis Saat Pamit dan Bilang ke Anak Buah "Maaf Sering Marah, tapi agar Kita Berhasil"

Medan
Usai Dicopot, Eks Kapolsek Percut Sei Tuan Dimutasi ke Yanma Polda Sumut

Usai Dicopot, Eks Kapolsek Percut Sei Tuan Dimutasi ke Yanma Polda Sumut

Medan
Dicopot Usai Jadikan Pedagang Tersangka, Kapolsek Percut Sei Tuan Janpiter Menangis Saat Tinggalkan Kantornya

Dicopot Usai Jadikan Pedagang Tersangka, Kapolsek Percut Sei Tuan Janpiter Menangis Saat Tinggalkan Kantornya

Medan
Pedagang Pasar dan Penganiaya Sama-sama Jadi Tersangka, Ini Duduk Perkaranya

Pedagang Pasar dan Penganiaya Sama-sama Jadi Tersangka, Ini Duduk Perkaranya

Medan
Aipda Roni Syahputra Perkosa dan Bunuh Remaja 13 Tahun, Ibu Korban: Makan Masih Disulangi, Rambutnya Ku Sisiri

Aipda Roni Syahputra Perkosa dan Bunuh Remaja 13 Tahun, Ibu Korban: Makan Masih Disulangi, Rambutnya Ku Sisiri

Medan
BNN Sebut Peredaran Narkoba di Kampus FIB USU Sudah Berlangsung 4 Bulan

BNN Sebut Peredaran Narkoba di Kampus FIB USU Sudah Berlangsung 4 Bulan

Medan
Fakta BNN Gerebek Kampus FIB USU, Amankan 508 Gram Ganja, 31 Positif Narkoba, 3 Pengedar Jadi Tersangka

Fakta BNN Gerebek Kampus FIB USU, Amankan 508 Gram Ganja, 31 Positif Narkoba, 3 Pengedar Jadi Tersangka

Medan
BNN Gerebek FIB USU, 14 Mahasiswa dan 6 Alumni Positif Gunakan Narkotika, 508 Gram Ganja Diamankan

BNN Gerebek FIB USU, 14 Mahasiswa dan 6 Alumni Positif Gunakan Narkotika, 508 Gram Ganja Diamankan

Medan
BNN Gerebek FIB USU, Belasan Mahasiswa Ditangkap, Rektor Angkat Bicara

BNN Gerebek FIB USU, Belasan Mahasiswa Ditangkap, Rektor Angkat Bicara

Medan
'Inilah Hukum di Indonesia, Aku Korban yang Dianiaya Preman, Aku Pula Jadi Tersangka...'

"Inilah Hukum di Indonesia, Aku Korban yang Dianiaya Preman, Aku Pula Jadi Tersangka..."

Medan
Satu Pegawai Lapas Tanjung Gusta Terbukti Aniaya Napi yang Videonya Viral, Kemenkumham: Kita Bina

Satu Pegawai Lapas Tanjung Gusta Terbukti Aniaya Napi yang Videonya Viral, Kemenkumham: Kita Bina

Medan
Pedagang Sudah Memelas, tapi Ketua Ormas Tetap Memaksa Minta Uang dan Bilang 'Enggak Kau Hargai Aku'

Pedagang Sudah Memelas, tapi Ketua Ormas Tetap Memaksa Minta Uang dan Bilang "Enggak Kau Hargai Aku"

Medan
Kronologi Seorang Pria di Medan Tembak Paha Temannya dengan Airsoft Gun, Pelaku Ditangkap

Kronologi Seorang Pria di Medan Tembak Paha Temannya dengan Airsoft Gun, Pelaku Ditangkap

Medan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.