Kompas.com - 08/09/2021, 08:53 WIB
Ilustrasi bayangan di pantai. Fenomena Hari Tanpa Bayangan terakhir di tahun 2020 menandai Indonesia mulai memasuki musim pancaroba. SHUTTERSTOCK/kahksha siddiquiIlustrasi bayangan di pantai. Fenomena Hari Tanpa Bayangan terakhir di tahun 2020 menandai Indonesia mulai memasuki musim pancaroba.

KOMPAS.com - Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I Medan menyebutkan bahwa akan terjadi fenomena alam hari tanpa bayangan Matahari di Sumatera Utara.

Diprediksi wilayah Sumatera Utara akan dilanda fenomena ini mulai 13 September 2021 di Kota Medan pukul 12:21:15 WIB dan Gunungsitoli tanggal 19 September pukul 12:23:37 WIB.

Baca juga: Fenomena Hari Tanpa Bayangan di Indonesia, Apa Saja Dampaknya?

 

"Fenomena ini tidak berdampak langsung terhadap kondisi cuaca," ucap Kepala Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I Medan, Hartanto, kepada wartawan, Selasa (7/9/2021), dikutip dari Tribun Medan.

Baca juga: Fenomena Hari Tanpa Bayangan Mulai Hari Ini, Cek Daftar Wilayah yang Mengalaminya!

Fenomena ini mengakibatkan bayangan benda tegak akan terlihat "menghilang".

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kulminasi atau transit atau istiwa adalah fenomena ketika Matahari tepat berada di posisi paling tinggi di langit," ujar Hartanto.

Hartanto menambahkan, saat deklinasi matahari sama dengan lintang pengamat, fenomenanya disebut sebagai kulminasi utama.

"Pada saat itu, Matahari akan tepat berada di atas kepala pengamat atau di titik zenit. Akibatnya, bayangan benda tegak akan terlihat 'menghilang' karena bertumpuk dengan benda itu sendiri," ujar dia.

Karena itu, hari kulminasi utama dikenal juga sebagai hari tanpa bayangan.

Fenomena ini terjadi karena bidang ekuator atau bidang rotasi Bumi tidak tepat berhimpit dengan bidang ekliptika atau bidang revolusi bumi.

"Sehingga, posisi Matahari dari Bumi akan terlihat terus berubah sepanjang tahun, antara 23,5 derajat LU s.d. 23,5 derajat LS. Hal ini disebut sebagai gerak semu harian Matahari. Mengingat posisi Indonesia yang berada di sekitar ekuator, kulminasi utama di wilayah Indonesia akan terjadi dua kali dalam setahun dan waktunya tidak jauh dari saat Matahari berada di khatulistiwa," ujar dia.

Apa dampak hari tanpa bayangan?

Peneliti di Pusat Sains dan Antariksa Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Andi Pangerang menjelaskan, hari tanpa bayangan tidak memberikan dampak secara iklim ataupun cuaca.

Namun, saat peristiwa itu terjadi, intensitas cahaya Matahari yang diterima permukaan Bumi akan maksimal.

Hal itu karena posisi Matahari akan tegak lurus dengan permukaan Bumi.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Detik-detik Pengungsi Afghanistan Bakar Diri di Depan Kantor UNHCR, Sempat Minta Tolong Diperhatikan, tapi...

Detik-detik Pengungsi Afghanistan Bakar Diri di Depan Kantor UNHCR, Sempat Minta Tolong Diperhatikan, tapi...

Medan
Menyamar Jadi Pembeli, Petugas Tangkap 3 Pria yang Jual Sisik Trenggiling dan Paruh Rangkong

Menyamar Jadi Pembeli, Petugas Tangkap 3 Pria yang Jual Sisik Trenggiling dan Paruh Rangkong

Medan
Sopir Taksi Online di Medan Rampok Seorang Gadis, Korban Diikat dan Dimasukkan ke Bagasi, Ini Kronologinya

Sopir Taksi Online di Medan Rampok Seorang Gadis, Korban Diikat dan Dimasukkan ke Bagasi, Ini Kronologinya

Medan
Terungkap, Tahanan di Sel Polisi Tewas Dianiaya Saat Tahanan Lain Tertidur Pulas, Ini Kronologinya

Terungkap, Tahanan di Sel Polisi Tewas Dianiaya Saat Tahanan Lain Tertidur Pulas, Ini Kronologinya

Medan
Terlibat Tawuran di Medan, 11 Remaja Ditangkap, Polisi Sita Pisau dan Batu

Terlibat Tawuran di Medan, 11 Remaja Ditangkap, Polisi Sita Pisau dan Batu

Medan
Usai Minta Maaf, Bobby Nasution Keluarkan Jurus Atasi Banjir di Medan

Usai Minta Maaf, Bobby Nasution Keluarkan Jurus Atasi Banjir di Medan

Medan
Bobby Nasution: Saya Memohon Maaf kepada Seluruh Warga Medan atas Banjir yang Terjadi

Bobby Nasution: Saya Memohon Maaf kepada Seluruh Warga Medan atas Banjir yang Terjadi

Medan
2 Hari Berturut-turut Medan Nol Kasus Baru Covid-19

2 Hari Berturut-turut Medan Nol Kasus Baru Covid-19

Medan
Geng Motor Menyerang Permukiman di Deli Serdang

Geng Motor Menyerang Permukiman di Deli Serdang

Medan
Kesawan City Walk Medan Kembali Buka, Pengunjung Berdesakan, Bobby Sibuk Perintahkan Anak Buah Urai Kerumunan

Kesawan City Walk Medan Kembali Buka, Pengunjung Berdesakan, Bobby Sibuk Perintahkan Anak Buah Urai Kerumunan

Medan
Peras dan Perkosa Istri Tahanan yang Sedang Hamil, 6 Anggota Polsek Kutalimbaru Dimutasi

Peras dan Perkosa Istri Tahanan yang Sedang Hamil, 6 Anggota Polsek Kutalimbaru Dimutasi

Medan
6 Anggota Polsek Kutalimbaru Peras Istri Tahanan Rp 150 Juta, Korban yang Hamil Juga Diperkosa

6 Anggota Polsek Kutalimbaru Peras Istri Tahanan Rp 150 Juta, Korban yang Hamil Juga Diperkosa

Medan
9 Perwira Polisi di Sumut Dicopot, dari Kapolsek hingga Kapolres karena Pencabulan sampai Jadikan Pedagang Tersangka

9 Perwira Polisi di Sumut Dicopot, dari Kapolsek hingga Kapolres karena Pencabulan sampai Jadikan Pedagang Tersangka

Medan
Kapolres Tebing Tinggi Dicopot gara-gara Istri Pamer Duit di TikTok

Kapolres Tebing Tinggi Dicopot gara-gara Istri Pamer Duit di TikTok

Medan
Ditikam Preman dan Sempat Dijadikan Tersangka oleh Polisi, Pedagang: Sudah Berdamai

Ditikam Preman dan Sempat Dijadikan Tersangka oleh Polisi, Pedagang: Sudah Berdamai

Medan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.