Saat Edy Rahmayadi dan Bobby Nasution Berkali-kali Berdebat, dari soal Data Amburadul hingga PTM

Kompas.com - 14/09/2021, 05:30 WIB
Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi mengakui, sampai saat ini tingkat kedisiplinan warga Sumut dalam menerapkan protokol kesehatan masih sangat rendah. KOMPAS.com/DANIEL PEKUWALIGubernur Sumut, Edy Rahmayadi mengakui, sampai saat ini tingkat kedisiplinan warga Sumut dalam menerapkan protokol kesehatan masih sangat rendah.

KOMPAS.com - Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi dan Wali Kota Medan Bobby Nasution beberapa kali berbeda pandangan terkait kebijakan maupun data kasus Covid-19.

Yang terbaru, Edy dan Bobby silang pendapat terkait data Covid-19 di Kota Medan.

Baca juga: Debat Edy Rahmayadi dan Bobby Nasution soal Data yang Amburadul

Berikut ini beda pendapat yang pernah terjadi antara Edy dan Bobby:

1. Data TKI

Perdebatan antara Edy dan Bobby sempat terjadi pada Mei 2021.

Baca juga: Gubernur Edy dan Walkot Bobby Beda Pandangan soal Sekolah Tatap Muka

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Saat itu, mereka berbeda pendapat soal tempat penampungan sementara bagi tenaga kerja Indonesia (TKI) yang baru tiba di Medan selama masa pandemi.

Baca juga: Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Saat itu, Bobby menuduh Edy tidak melibatkan dan memberitahu Pemkot Medan soal pengadaan tempat karantina sementara.

Baca juga: Profil Edy Rahmayadi

Padahal, sebagian besar lokasi karantina yang disediakan Pemprov Sumut ada di Medan.

Baca juga: Profil Bobby Nasution

Edy merespons pernyataan Bobby dengan mengatakan Satgas Covid-19 Sumatera Utara dan Kota Medan selalu berkoordinasi dalam penanganan penyebaran penyakit Covid-19.

Ia menyebut, soal lokasi karantina WNI dari luar negeri. Bobby harusnya bisa mencari tahu.

Wali Kota Medan, Bobby Nasution menungkapkan telah mencoret anggaran pembelian mobil dinas wali kota dan wakil wali kota untuk membeli mobil ambulans.KOMPAS.com/DANIEL PEKUWALI Wali Kota Medan, Bobby Nasution menungkapkan telah mencoret anggaran pembelian mobil dinas wali kota dan wakil wali kota untuk membeli mobil ambulans.

2. Pembelajaran tatap muka

Pada Juni 2021, Edy dan Bobby kembali berbeda pandangan soal rencana pembelajaran tatap muka (PTM) mulai tahun ajaran baru.

 

Gubernur Edy masih ngotot belum mengizinkan, sementara Bobby optimistis PTM bisa dilakukan.

Edy menyebut, dengan melihat kondisi pandemi Covid-19 di daerah saat itu, dia tak mau mengorbankan anak-anak hanya karena PTM harus disegerakan.

Edy menahan izin untuk PTM karena menghindari terjadinya klaster sekolah dan menjaga anak didik dari penularan Covid-19.

Mantan Pangkostrad ini juga tak ingin terburu-buru memberi izin PTM, tanpa pembahasan yang matang dengan para ahli.

Berbeda dengan Edy, Bobby justru ingin agar PTM dilaksanakan pada tahun ajaran baru, Juli 2021.

"Kami optimistis bisa melakukan tatap muka," kata Bobby di sela-sela vaksinasi massal di Lanud Soewondo.

Bobby optimistis, sekolah tatap muka di Medan bisa digelar karena vaksinasi Covid-19 kepada guru-guru di Medan telah lebih dari 60 persen.

3. Data amburadul

Pekan lalu Edy dan Bobby kembali berselisih pendapat. Kali ini terkait data Covid-19.

Pada Jumat (10/9/2021), Edy menyebut data kasus Covid-19 di empat daerah di Sumut berantakan.

Daerah yang datanya masih bermasalah tersebut yakni Kota Medan, Sibolga, Pematangsiantar, dan Kabupaten Mandailing Natal (Madina).

Sehari kemudian, Bobby merespons pernyataan Edy.

Bobby mengatakan, pendataan kasus Covid-19 di Medan masih kacau lantaran buruknya koordinasi Pemprov Sumut.

Akibatnya, Pemkot Medan harus melakukan pendataan ulang dengan cara manual.

Menurut Bobby, Pemkot Medan sudah berupaya meminta data penambahan kasus Covid-19 yang didapat Pemprov Sumut dari rumah sakit dan klinik swasta di Medan. Namun, data itu tidak pernah diberikan.

Respons Bobby itu kemudian ditanggapi oleh Edy. Khususnya mengenai data yang diminta Pemkot Medan.

"Iya nanti dikasih, nanti saya perintahkan," kata Edy menjawab pernyataan Bobby saat dijumpai di rumah dinasnya, Senin (13/9/2021).

 

Meski demikian, menurut Edy, pola penghimpunan data Covid-19 di Sumut itu seharusnya dari bawah ke atas, bukan dari atas ke bawah.

"Karena Pemprov ini juga mengambil data dari bawah," kata Edy.

Edy membantah pernyataan bahwa Pemprov Sumut tidak memberi data Covid-19 ke Pemkot Medan.

Menurut Edy, seharusnya Pemprov Sumut yang mengambil data yang dihimpun dari tingkat terkecil, mulai dari tingkat desa, lingkungan, yang diakumulasikan oleh dinas kesehatan tingkat kabupaten atau kota.

"Itulah pemprov. Jadi kabupaten/kota juga harus tahu, jangan asyik kasih salah sini, salah situ, akhirnya menjadi semua salah," kata Edy.

Meski demikian, Edy memastikan bahwa perbedaan data antara pemda, pemprov, dan pemerintah pusat akan tetap dievaluasi dan diperbaiki.

"Komunikasi saja yang belum tepat. Nanti itu harus diatur dan dievaluasi kembali," kata Edy.  (Penulis : Kontributor Medan, Daniel Pekuwali| Editor : Aprillia Ika, Abba Gabrillin)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Saat Suami Antar Anak ke Sekolah, Rumahnya Didatangi Pencuri, Istri Diperkosa dan Dibunuh

Saat Suami Antar Anak ke Sekolah, Rumahnya Didatangi Pencuri, Istri Diperkosa dan Dibunuh

Medan
Daftar 22 Lokasi E-Parking di Kota Medan dan Tarifnya

Daftar 22 Lokasi E-Parking di Kota Medan dan Tarifnya

Medan
Kapolsek Percut Sei Tuan Menangis Saat Pamit dan Bilang ke Anak Buah 'Maaf Sering Marah, tapi agar Kita Berhasil'

Kapolsek Percut Sei Tuan Menangis Saat Pamit dan Bilang ke Anak Buah "Maaf Sering Marah, tapi agar Kita Berhasil"

Medan
Usai Dicopot, Eks Kapolsek Percut Sei Tuan Dimutasi ke Yanma Polda Sumut

Usai Dicopot, Eks Kapolsek Percut Sei Tuan Dimutasi ke Yanma Polda Sumut

Medan
Dicopot Usai Jadikan Pedagang Tersangka, Kapolsek Percut Sei Tuan Janpiter Menangis Saat Tinggalkan Kantornya

Dicopot Usai Jadikan Pedagang Tersangka, Kapolsek Percut Sei Tuan Janpiter Menangis Saat Tinggalkan Kantornya

Medan
Pedagang Pasar dan Penganiaya Sama-sama Jadi Tersangka, Ini Duduk Perkaranya

Pedagang Pasar dan Penganiaya Sama-sama Jadi Tersangka, Ini Duduk Perkaranya

Medan
Aipda Roni Syahputra Perkosa dan Bunuh Remaja 13 Tahun, Ibu Korban: Makan Masih Disulangi, Rambutnya Ku Sisiri

Aipda Roni Syahputra Perkosa dan Bunuh Remaja 13 Tahun, Ibu Korban: Makan Masih Disulangi, Rambutnya Ku Sisiri

Medan
BNN Sebut Peredaran Narkoba di Kampus FIB USU Sudah Berlangsung 4 Bulan

BNN Sebut Peredaran Narkoba di Kampus FIB USU Sudah Berlangsung 4 Bulan

Medan
Fakta BNN Gerebek Kampus FIB USU, Amankan 508 Gram Ganja, 31 Positif Narkoba, 3 Pengedar Jadi Tersangka

Fakta BNN Gerebek Kampus FIB USU, Amankan 508 Gram Ganja, 31 Positif Narkoba, 3 Pengedar Jadi Tersangka

Medan
BNN Gerebek FIB USU, 14 Mahasiswa dan 6 Alumni Positif Gunakan Narkotika, 508 Gram Ganja Diamankan

BNN Gerebek FIB USU, 14 Mahasiswa dan 6 Alumni Positif Gunakan Narkotika, 508 Gram Ganja Diamankan

Medan
BNN Gerebek FIB USU, Belasan Mahasiswa Ditangkap, Rektor Angkat Bicara

BNN Gerebek FIB USU, Belasan Mahasiswa Ditangkap, Rektor Angkat Bicara

Medan
'Inilah Hukum di Indonesia, Aku Korban yang Dianiaya Preman, Aku Pula Jadi Tersangka...'

"Inilah Hukum di Indonesia, Aku Korban yang Dianiaya Preman, Aku Pula Jadi Tersangka..."

Medan
Satu Pegawai Lapas Tanjung Gusta Terbukti Aniaya Napi yang Videonya Viral, Kemenkumham: Kita Bina

Satu Pegawai Lapas Tanjung Gusta Terbukti Aniaya Napi yang Videonya Viral, Kemenkumham: Kita Bina

Medan
Pedagang Sudah Memelas, tapi Ketua Ormas Tetap Memaksa Minta Uang dan Bilang 'Enggak Kau Hargai Aku'

Pedagang Sudah Memelas, tapi Ketua Ormas Tetap Memaksa Minta Uang dan Bilang "Enggak Kau Hargai Aku"

Medan
Kronologi Seorang Pria di Medan Tembak Paha Temannya dengan Airsoft Gun, Pelaku Ditangkap

Kronologi Seorang Pria di Medan Tembak Paha Temannya dengan Airsoft Gun, Pelaku Ditangkap

Medan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.