Sejarah Sawahlunto, Kota Pemilik Tambang Batu Bara Pertama di Indonesia dan Tertua di Asia Tenggara

Kompas.com - 15/01/2022, 15:43 WIB
Tambang Batu Bara Ombilin (TBBO) Sawahlunto, Sumatera Barat ditetapkan sebagai salah satu situs warisan dunia pada Sabtu, 6 Juli 2019. Foto: Pesona IndonesiaTambang Batu Bara Ombilin (TBBO) Sawahlunto, Sumatera Barat ditetapkan sebagai salah satu situs warisan dunia pada Sabtu, 6 Juli 2019.

KOMPAS.com - Kota Sawahlunto, Sumatera Barat terkenal sebagai tempat ditemukannya lokasi tambang batu bara pertama di Indonesia.

Selain jadi tambang batu bara tertua, Sawahlunto juga disebut sebagai situs tambang batu bara tertua di Asia Tenggara.

Baca juga: Daftar Daerah Penghasil Batu Bara di Indonesia, dari Sumatera sampai Papua

Tepatnya di daerah Ombilin, potensi sumber daya alam batu bara di wilayah ini merupakan salah satu hasil eksplorasi pada masa pemerintahan kolonial Belanda pada abad ke-19.

Baca juga: Batu Bara ke PLN Terhambat, Kemen ESDM Perintahkan Buka Jalan Tambang di Tapin Kalsel

Sejarah Tambang Batu Bara Ombilin Sawahlunto

Melansir laman indonesia.go.id, tambang batu bara Ombilin ditemukan pertama kali oleh Willem Hendrik De Greve seorang ahli geologi berkebangsaan Belanda pada 1867.

Baca juga: Setop Produksi karena Jalan Tambang Ditutup, Karyawan Perusahaan Batu Bara Demo di Polres Kukar

Penemuan ini kemudian dituangkan dalam sebuah laporan ke Batavia berjudul “Het Ombilin-kolenveld in de Padangsche Bovenlanden en het transportstelsel op Sumatra Westkust” yang disusun pada 1871.

Sejak itu, tambang batu bara Ombilin Sawahlunto mulai dieksplorasi diiringi dengan pembangunan infrastruktur pada sekitar tahun 1883 hingga 1894.

Sepeninggal de Greeve eksplorasi tambang batubara di Sumatera Barat dilanjutkan oleh Jacobus Leonardus Cluysenaer dan Daniel David Veth pada tahun 1874.

Laporan Veth berjudul “The Expedition to Central Sumatra”. kemudian mendasari pembangunan jalur kereta api dari lokasi eksploitasi tambang menuju pelabuhan Emmahaven yang kini dikenal sebagai Teluk Bayur.

Sementara berdasar tiga laporan rinci Cluysenaer pada 1875 dan 1878 diketahui adanya penawaran anggaran yang lebih rasional untuk rel kereta yang membelah lembah barat-timur, misalnya, membutuhkan biaya sekitar 24,4 juta gulden.

Pada 1894, jalur rel kereta dari Sawahlunto ke pelabuhan Teluk Bayur telah digunakan untuk mengangkut hasil tambang batu bara sekaligus alat transportasi.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kirim 6 Kilogram Ganja Lewat Kantor Pos, 2 Ibu Rumah Tangga Ditangkap

Kirim 6 Kilogram Ganja Lewat Kantor Pos, 2 Ibu Rumah Tangga Ditangkap

Medan
Pria di Sumut Tewas Dianiaya Sesama Pasien dan Pekerja Tempat Rehabilitasi Narkoba

Pria di Sumut Tewas Dianiaya Sesama Pasien dan Pekerja Tempat Rehabilitasi Narkoba

Medan
Kapolda Sumut Ungkap Aliran “Uang Panas” dari Istri Bandar Narkoba ke Oknum Polisi di Polrestabes Medan

Kapolda Sumut Ungkap Aliran “Uang Panas” dari Istri Bandar Narkoba ke Oknum Polisi di Polrestabes Medan

Medan
Suntik Vaksin Kosong ke Siswa SD di Medan, Dokter TGA: Maaf, Saya Silap

Suntik Vaksin Kosong ke Siswa SD di Medan, Dokter TGA: Maaf, Saya Silap

Medan
Arti Sapaan Horas Khas Suku Batak dan Falsafahnya

Arti Sapaan Horas Khas Suku Batak dan Falsafahnya

Medan
Dicecar Pertanyaan soal Suap Istri Bandar Narkoba, Kompol Oloan Sempat Bikin Emosi Kabid Propam, Ini Ceritanya

Dicecar Pertanyaan soal Suap Istri Bandar Narkoba, Kompol Oloan Sempat Bikin Emosi Kabid Propam, Ini Ceritanya

Medan
Kompol Oloan Tertunduk Sambil Menahan Tangis Sebelum Mengaku Terima Uang dari Istri Bandar Narkoba

Kompol Oloan Tertunduk Sambil Menahan Tangis Sebelum Mengaku Terima Uang dari Istri Bandar Narkoba

Medan
Duduk Perkara Suap Rp 300 Juta Istri Bandara Narkoba hingga Sejumlah Perwira Polrestabes Medan Dicopot

Duduk Perkara Suap Rp 300 Juta Istri Bandara Narkoba hingga Sejumlah Perwira Polrestabes Medan Dicopot

Medan
7 Hal Penting di Balik Dugaan Kapolrestabes Medan Terima Suap dari Istri Bandar Narkoba

7 Hal Penting di Balik Dugaan Kapolrestabes Medan Terima Suap dari Istri Bandar Narkoba

Medan
Tari Tortor: Sejarah, Asal Daerah, Gerakan, dan Fungsi

Tari Tortor: Sejarah, Asal Daerah, Gerakan, dan Fungsi

Medan
Beri Keterangan Berubah-ubah Saat Ditanya Kapolda Soal Uang Suap dari Istri Bandar Narkoba, Kompol Oloan Nyaris Dipukul Kabid Propam

Beri Keterangan Berubah-ubah Saat Ditanya Kapolda Soal Uang Suap dari Istri Bandar Narkoba, Kompol Oloan Nyaris Dipukul Kabid Propam

Medan
3 Pelanggaran Sejumlah Anggota Polrestabes Medan, dari Suap Rp 300 Juta hingga Penggelapan Uang Rp 600 Juta

3 Pelanggaran Sejumlah Anggota Polrestabes Medan, dari Suap Rp 300 Juta hingga Penggelapan Uang Rp 600 Juta

Medan
Kapolrestabes Medan Dicopot Bukan karena Terima Suap Istri Bandar Narkoba, Ini Alasan Sebenarnya

Kapolrestabes Medan Dicopot Bukan karena Terima Suap Istri Bandar Narkoba, Ini Alasan Sebenarnya

Medan
Heboh Nakes Suntikkan Vaksin Kosong ke Siswa SD Medan, Bermula Video Viral hingga Dokter Minta Maaf

Heboh Nakes Suntikkan Vaksin Kosong ke Siswa SD Medan, Bermula Video Viral hingga Dokter Minta Maaf

Medan
Prakiraan Cuaca di Medan Hari Ini, 23 Januari 2022: Siang hingga Malam Diguyur Hujan

Prakiraan Cuaca di Medan Hari Ini, 23 Januari 2022: Siang hingga Malam Diguyur Hujan

Medan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.