Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

9 Sekolah Tingkat SMA di Sumut Hentikan PTM

Kompas.com - 14/02/2022, 17:02 WIB
Kontributor Medan, Daniel Pekuwali,
Abba Gabrillin

Tim Redaksi

MEDAN, KOMPAS.com - Sebanyak 9 sekolah menengah atas (SMA) sederajat di Sumatera Utara memberlakukan proses pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Penghentian pembelajaran tatap muka (PTM) menyusul semakin banyak guru dan siswa yang terpapar Covid-19.

Pelaksana tugas Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara Lasro Marbun mengatakan, hingga saat ini ada sekitar 205 orang peserta didik, guru dan tenaga pendidikan yang terpapar Covid-19.

Baca juga: Gudang BBM dan 3 Rumah Warga di Medan Marelan Hangus Terbakar

"Mereka berasal dari satuan pendidikan tingkat SMA, SMK dan pendidikan khusus,” kata Lasro di Kantor Gubernur Sumut di Medan, Senin (14/2/2022).

Melihat kondisi itu, Dinas Pendidikan Sumut langsung memerintahkan pihak sekolah untuk menghentikan sementara proses PTM.

Kebijakan ini, menurut Lasro, sejalan dengan peraturan Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri dan 10 aturan dari Surat Edaran Gubernur Sumatera Utara.

"Bagi sekolah yang ada terpapar diperintahkan untuk melaksanakan pembelajaran jarak jauh. Maka, untuk itu seluruh cabang dinas, seluruh sekolah, melakukan monitoring yang ketat terhadap keadaan pandemi Covid-19 di masing-maisng satuan pendidikan SMA, SMK dan pendidikan khusus," kata Lasro.

Baca juga: Pemkot Tanjungpinang Hentikan PTM di Sekolah hingga Akhir Februari

Lasro juga menyampaikan, dari 9 sekolah tingkat SMA/SMK yang menghentikan PTM, terbanyak dari Kota Medan.

Namun, Lasro tidak merinci secara detail sekolah mana saja yang menerapkan pembelajaran sistem daring itu.

"Tapi kalau jumlah siswa atau tenaga pendidik yang paling banyak terpapar ada di Tapteng di SMA Matauli," sebut Lasro.

Baca juga: 6 Sekolah di Medan Hentikan PTM akibat Covid-19

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Medan Laksmana Putra Siregar mengatakan, hingga hari ini ada delapan sekolah di Medan dari tingkat SD hingga SMP yang terpaksa melakukan pembelajaran daring 100 persen.

Kedelapan sekolah itu terdiri dari 3 SD dan 5 SMP.

"Rinciannya, SD 060837 di Jalan Sei Deli, SDN 060839 Jalan Darussalam, SD Negeri 067245 kemudian SMPN 1, SMPN 3, SMPN 10, SMPN 21, SMPN 40,” kata Laksmana.

Namun, Laksmana tidak merinci jumlah pelajar atau tenaga pendidik tingkat SD hngga SMP yang terpapar Covid-19.

"Yang terpapar masih kita data, karena kan jumlahnya dinamis. Pada saat ditemukan tentunya satu kasus, kemudian kita kan melakukan 3T dari sana, bisa bertambah jumlahnya," kata dia.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com