KOMPAS.com-Sebanyak delapan polisi penganiaya perawat di Kota Medan, Sumatera Utara, ternyata sudah berdamai dengan korbannya.
Perawat itu juga disebut sudah mencabut laporannya.
"Kedua keluarga sudah saling berdamai, kemudian korban juga mencabut laporannya," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Sumatera Utara Kombes Hadi Wahyudi, Senin (21/11/2022).
Hadi menyebutkan, delapan polisi penyerang Rumah Sakit Bandung di Kota Medan pada 6 November 2022 sudah diberi sanksi disiplin.
Mereka adalah Bripda Tito I Tampubolon, Bripda M Fariz Alfasha Dalimunthe, Bripda Daniel Sitompul, Bripda Adil Sidabutar, Bripda Josua Hutagaol, Bripda Yogi Nainggolan, Bripda Abraham Pasaribu, Bripda Ikhsan Siregar, Bripda Ahmad Ridho Pohan, dan Bripda Patriot.
"Berupa penundaan pangkat, kemudian penempatan di tempat khusus merupakan sanksi disiplin yang ada. Kemudian hal-hal yang lainnya," kata Hadi.
Saat ini tujuh polisi yang baru lulus pendidikan itu masih berada di sel khusus Propam Polda Sumut.
Baca juga: Penyerangan RS Bandung di Medan, 5 Polisi Baru Ditahan di Sel Khusus
Mereka masih dibina atas kelakuannya kabur dari barak untuk mabuk hingga memukul perawat.
"Secara kedinasan ke tujuh anggota ini masih dalam pengawasan Propam dan tentu sanksi disiplin tak akan bisa dilepaskan dari mereka," ucapnya.
Kasus ini bermula ketika segerombolan polisi berpangkat Bripda menyerang perawat RS Bandung bernama Wanda .
Pemicunya karena RS Bandung membawa pergi seorang perawat perempuan lain yang sempat dikurung di kamar hotel di Jalan Gajah Mada oleh Bripda Tito.
Perawat dikurung di kamar setelah Bripda Tito dan tiga wanita lainnya mabuk dalam salah satu klub malam di Medan.
Namun belakangan Polda Sumut menyebut penganiayaan itu karena Bripda Tito tidak terima disebut mirip satpam.
Perkataan itu dianggap sebagai penghinaan oleh Tito sehingga mengabarkan kepada ratusan rekan seangkatannya melalui grup WhatsApp untuk mencari satpam RS.
"Hasil pemeriksaan yang dilakukan, keterangan yang diberikan itu ada bahasa atau kata-kata dari seseorang sekuriti atau perawat rumah sakit itu bahwa 'Samanya kita sekuriti, samalah kita sekuriti'," kata Hadi menirukan.
Artikel ini telah tayang di Tribun-Medan.com dengan judul Damai dengan Perawat yang Dianiaya dan Disekap, Polda Sumut Sebut Bripda Tito Tetap Dapat Sanksi Ini.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.