Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jejak Penipuan Masuk Akpol Rp 1,3 M Iptu Supriadi dan Nina Wati di Sumut Sejak 2014

Kompas.com - 18/04/2024, 22:39 WIB
Maya Citra Rosa

Editor

KOMPAS.com - Seorang perwira polisi di Kepolisian Sektor Tanjung Beringin, Serdang Bedagai, Sumatera Utara, Iptu Supriadi terlibat penipuan seleksi penerimaan Akademi Kepolisian (Akpol).

Iptu Supriadi tidak sendiri, tersangka utama penipuan dan penggelapan modus masuk Akpol Nina Wati (47) sudah ditangkap lebih dulu.

Keduanya ditetapkan tersangka kasus penipuan dengan kerugian korban mencapai Rp 1,3 miliar.

Terungkap, aksi penipuan ini awalnya dilakukan Nina Wati sejak tahun 2014, dengan modus bujuk rayu kepada korbannya.

"Profesinya adalah wiraswasta yang menjanjikan bisa memasukkan anak murid ke beberapa institusi. Berupa janji atau iming-iming baik di TNI maupun di kepolisian," ujar Dirreskrimum Polda Sumut Kombes Sumaryono.

Baca juga: Iptu DH Mabuk dan Bikin Onar Saat Perjamuan Kudus, Kapolresta Kupang Temui Pendeta untuk Minta Maaf

Pihaknya sudah menerima 4 laporan dengan dugaan kasus penipuan paling lama dilaporkan sejak 2014 silam.

"Tetapi, tidak menutup kemungkinan saudari nn masih ada korban lain yang belum melaporkan kepada kami," ujarnya.

Nina berhasil ditangkap pada Kamis (21/3/2024), pukul 08.30 WIB.

Keterlibatan Iptu Supriadi

Sementara itu, keterlibatan Supriadi yang saat itu menjabat sebagai Kanit Binmas Polsek Tanjung Beringin, Sumut dalam modus penipuan ini akhirnya terungkap.

Kombes Sumaryono mengatakan, Supriadi menjadi orang yang memperkenalkan korban bernama Afnir kepada Nina.

Dari perkenalan tersebut, korban terkena bujuk rayu Nina yang menyebut mampu meluluskan anaknya masuk menjadi Bintara Polri, disusul taruna Akpol.

Baca juga: Iptu Supriadi Akhirnya Ditangkap, Sempat Kabur Usai Jadi Tersangka Penipuan Rp 1,3 M

Korban mengirim uang Rp 500 juta secara bertahap akhirnya mencapai Rp 1,3 miliar yang disertai kuitansi pembayaran.

"Dimutasi menjadi Pama Brimob. Dia perantara, memperkenalkan Afnir kepada N,"kata Dirreskrimum Polda Sumut Kombes Sumaryono, Jumat (22/3/2024).

Penyidik sudah meminta keterangan Iptu Supriadi. Sempat terjadi cekcok saat penyidik hendak menyita ponselnya.

Kombes Sumaryono berjanji segera memberi kepastian hukum terhadap Supriadi.

"Untuk itu Supriadi, kita dalami perannya dan dalam waktu dekat akan kita berikan kepastian hukum terhadap yang bersangkutan. Pemeriksaan awal sudah dan akan kita dalami lagi," ujar Sumaryono.

Setelah ditetapkan tersangka, Iptu Supriadi sempat tidak diketahui keberadaannya.

"Masih dicari keberadaannya," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah Sumatera Utara Kombes Sumaryono, Senin (25/3/2024).

Supriadi ditangkap

Kasubbid Penmas Polda Sumut AKBP Sonny W Siregar mengatakan, Supriadi ditangkap pada Jumat (5/4/2024) di Gerbang Tol Lubuk Pakam, Sumut, setelah sebelumnya kabur usai ditetapkan tersangka.

Baca juga: Jadi Tersangka Penipuan Rp 1,3 M Bersama Nina Wati, Iptu Supriadi Tiba-tiba Menghilang

"Benar, diamankan pada Jumat 5 April lalu. Dibawa keluarganya ke Gerbang Tol Lubuk Pakam," kata AKBP Sonny, Kamis (18/4/2024).

Setelah ditangkap, mantan personel Polres Serdang Bedagai itu langsung ditahan.

"Kita melakukan penahanan di gedung tahanan dan barang bukti di Polda Sumut," kata Sonny.

Sebagian artikel ini telah tayang di Tribun-Medan.com dengan judul Terungkap Nina Wati Diduga Calo Masuk TNI-POLRI Sejak 2014, Polda Sumut: Ada 4 Korban Lain

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Nikson Nababan dan Strategi Membangun Sumut dari Desa

Nikson Nababan dan Strategi Membangun Sumut dari Desa

Medan
Medan Terapkan Parkir Berlangganan Mulai 1 Juli, Tarif Motor Rp 90.000 Per Tahun

Medan Terapkan Parkir Berlangganan Mulai 1 Juli, Tarif Motor Rp 90.000 Per Tahun

Medan
Korban Bus Tabrak Sepeda Motor di Batu Bara 2 Orang, Sopir Kabur

Korban Bus Tabrak Sepeda Motor di Batu Bara 2 Orang, Sopir Kabur

Medan
Penyebab Terbakarnya Kantor Kecamatan di Medan Diduga karena Korsleting

Penyebab Terbakarnya Kantor Kecamatan di Medan Diduga karena Korsleting

Medan
Kantor Kecamatan Medan Area di Kota Medan Terbakar, 8 Armada Damkar Diturunkan

Kantor Kecamatan Medan Area di Kota Medan Terbakar, 8 Armada Damkar Diturunkan

Medan
Kantor Kecamatan Medan Area di Kota Medan Terbakar

Kantor Kecamatan Medan Area di Kota Medan Terbakar

Medan
Bus Tabrak Pengendara Motor Saat Berbelok di Batu Bara Sumut, 1 Tewas 2 Luka

Bus Tabrak Pengendara Motor Saat Berbelok di Batu Bara Sumut, 1 Tewas 2 Luka

Medan
Prakiraan Cuaca Medan Hari Ini Sabtu 15 Juni 2024, dan Besok : Malam ini Hujan Lebat

Prakiraan Cuaca Medan Hari Ini Sabtu 15 Juni 2024, dan Besok : Malam ini Hujan Lebat

Medan
Cerita Peternak di Binjai, Sapinya 2 Kali Dibeli Jokowi untuk Kurban

Cerita Peternak di Binjai, Sapinya 2 Kali Dibeli Jokowi untuk Kurban

Medan
Pabrik Ekstasi Medan Beroperasi di Ruko, Kamar Jadi 'Tempat Memasak'

Pabrik Ekstasi Medan Beroperasi di Ruko, Kamar Jadi "Tempat Memasak"

Medan
Pabrik Ekstasi di Medan Dikelola Pasutri, Sebulan Produksi 600 Butir

Pabrik Ekstasi di Medan Dikelola Pasutri, Sebulan Produksi 600 Butir

Medan
21 Bulan Sengketa Antar Kue Taksi Online, Giliran Sang Driver Bersuara

21 Bulan Sengketa Antar Kue Taksi Online, Giliran Sang Driver Bersuara

Medan
Bey Sebut Proyek Pembangunan Tol Getaci Mundur dari Target

Bey Sebut Proyek Pembangunan Tol Getaci Mundur dari Target

Medan
Siswi di Simalungun Gugurkan Kandungan di Toilet RS, Janin 6 Bulan Ditemukan Tewas

Siswi di Simalungun Gugurkan Kandungan di Toilet RS, Janin 6 Bulan Ditemukan Tewas

Medan
Nurlelani Saksikan Suaminya Dibunuh Secara Sadis oleh Puluhan Orang yang Serang Rumahnya di Deli Serdang

Nurlelani Saksikan Suaminya Dibunuh Secara Sadis oleh Puluhan Orang yang Serang Rumahnya di Deli Serdang

Medan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com