NEWS
Salin Artikel

Polda Sumut Ambil Alih Kasus Korban Begal Jadi Tersangka Usai Tusuk Pembegal karena Bela Diri

MEDAN, KOMPAS.com - Penanganan kasus korban begal yang menjadi tersangka karena menghilangkan nyawa terduga pelaku di Jalan Sei Berasekata, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang pada Selasa (22/12/2021) diambil alih Polda Sumut.

Adapun terkait kasus itu, tiga pelaku lain masih dalam pengejaran polisi.

Hal itu dikatakan Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumut, Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja pada Selasa (4/1/2022) sore kepada wartawan saat ditemui di depan ruangannya.

Atas kasus ini Kapolda Sumut, Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak didampingi Wakapolda Sumut, Brigjend Pol Dadang Hartanto, para penyidik dan pakar mengundang para pihak keluarga almarhum RZ (20) dan tersangka D (21).

"Dalam pertemuan tersebut kemudian disimpulkan bahwa perkara itu hari ini dilaksanakan gelar dan ditarik penanganannya oleh Polda Sumut baik itu yang ditangani oleh Polsek Sunggal dan Polrestabes Medan," katanya.

Dijelaskannya, status D hingga saat ini masih tersangka dan dikenakan pasal 351 ayat 3 KUH Pidana.

Namun, D tidak dilakukan penahanan dan dikenai wajib lapor karena tersangka D kooperatif.

Selain itu, polisi juga telah mengetahui keberadaaan tiga pelaku yang terlibat dalam kasus ini. Pihaknya masih melakukan pengejaran.

"Terhadap tiga pelaku begal yang keberadaannya sudah diketahui oleh anggota di lapangan. Ketiganya sudah berstatus tersangka," katanya.

Ketika ditanya mengenai kemungkinan adanya mediasi antara pihak keluarga almarhum RZ dan tersangka D, pihaknya memberi ruang.

"Kepada para pihak silakan komunikasi. Kita tak hanya kedepankan aspek hukum tapi aspek kemanfaatan, berkeadilan bagi semua pihak," katanya.


Diberitakan sebelumnya, kasus ini bermula pada Selasa (22/12/2021), saat jasad seorang pria ditemukan oleh warga tergeletak di Jalan Sei Berasekata, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang.

Saat ditemukan, tubuh korban terdapat luka akibat senjata tajam.

Polsek Sunggal lalu menyelidiki dan melakukan olah tempat kejadian perkara hingga mengungkap identitasnya.

Jasad itu merupakan pria berinisial RZ, warga Jalan Flamboyan Raya. Dia diduga merupakan satu dari empat pelaku pembegalan terhadap D.

Pembegalan itu sendiri terjadi saat D menerima telepon seseorang dan berhenti di tempat kejadian perkara (TKP).

Tiba-tiba dari arah belakang, muncul empat orang tidak dikenal.

Mereka langsung merampas dan mencoba mengambil sepeda motor milik tersangka D.

Namun, saat itu aksi pembegalan tak berjalan mulus karena D membela diri.

Saat itu, tersangka D menarik salah satu pelaku yang kemudian diketahui berinisial RZ.

Ketiga pelaku lainnya sempat memukuli tersangka D, namun pegangan terhadap RZ tidak dilepaskannya.

Saat itu D mengambil pisau lipat yang dibawanya, kemudian menusukkannya ke badan RZ.

Seketika itu tiga pelaku lainnya kemudian melarikan diri.

Sementara RZ ditinggalkan tergeletak di lokasi kejadian dengan kondisi luka akibat senjata tajam.

https://medan.kompas.com/read/2022/01/04/184532378/polda-sumut-ambil-alih-kasus-korban-begal-jadi-tersangka-usai-tusuk-pembegal

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Awasi Perkembangan Inflasi, Maidi Pilih 'Ngantor' di Pasar Besar Madiun

Awasi Perkembangan Inflasi, Maidi Pilih "Ngantor" di Pasar Besar Madiun

Regional
Bobby Berikan Subsidi Ongkos Angkot untuk Masyarakat Medan

Bobby Berikan Subsidi Ongkos Angkot untuk Masyarakat Medan

Regional
Luncurkan JSDDD, Jembrana Jadi Kebupaten Pertama yang Gunakan Data Desa untuk Pembangunan

Luncurkan JSDDD, Jembrana Jadi Kebupaten Pertama yang Gunakan Data Desa untuk Pembangunan

Regional
Di Masa Depan, Orang Papua Harus Mengelola 'Emas' Sendiri

Di Masa Depan, Orang Papua Harus Mengelola "Emas" Sendiri

Regional
Tekan Inflasi, Siswa SD dan SMP di Kota Madiun Tanam Cabai di Sekolah

Tekan Inflasi, Siswa SD dan SMP di Kota Madiun Tanam Cabai di Sekolah

Regional
BERITA FOTO: Tanah Bergerak, Akses Jalan Kampung Curug Rusak Parah

BERITA FOTO: Tanah Bergerak, Akses Jalan Kampung Curug Rusak Parah

Regional
Yogyakarta Mengembalikan 'Remiten' dari Mahasiswa

Yogyakarta Mengembalikan "Remiten" dari Mahasiswa

Regional
Temui Dubes RI di Mesir, Gubernur Syamsuar: Kami Sedang Bangun Pariwisata Syariah

Temui Dubes RI di Mesir, Gubernur Syamsuar: Kami Sedang Bangun Pariwisata Syariah

Regional
Kunjungi Al-Azhar Kairo Mesir, Gubernur Syamsuar: Kita Coba Jalin Kerja Sama Antar-perguruan Tinggi

Kunjungi Al-Azhar Kairo Mesir, Gubernur Syamsuar: Kita Coba Jalin Kerja Sama Antar-perguruan Tinggi

Regional
Di Balik Misteri Terbunuhnya PNS Saksi Kunci Kasus Korupsi

Di Balik Misteri Terbunuhnya PNS Saksi Kunci Kasus Korupsi

Regional
Walkot Bobby Kenalkan UMKM dan Musisi Medan di M Bloc Space

Walkot Bobby Kenalkan UMKM dan Musisi Medan di M Bloc Space

Regional
Tingkatkan Efektifitas Perjalanan Warga, Wali Kota Bobby Resmikan Kehadiran Aplikasi Moovit di Medan

Tingkatkan Efektifitas Perjalanan Warga, Wali Kota Bobby Resmikan Kehadiran Aplikasi Moovit di Medan

Regional
Cegah Dampak Inflasi dan Kenaikan BBM, Khofifah Pastikan Jatim Siapkan Anggaran Perlindungan Sosial Rp 257 Miliar

Cegah Dampak Inflasi dan Kenaikan BBM, Khofifah Pastikan Jatim Siapkan Anggaran Perlindungan Sosial Rp 257 Miliar

Regional
Wadahi dan Latih Para Pelaku UMKM, Pemkot Medan Akan Bangun Plaza UMKM

Wadahi dan Latih Para Pelaku UMKM, Pemkot Medan Akan Bangun Plaza UMKM

Regional
Jateng Catatkan Inflasi Terendah Ketiga Se-Indonesia

Jateng Catatkan Inflasi Terendah Ketiga Se-Indonesia

Regional
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.