Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

7 Polisi yang Serang RS Bandung di Medan Ditahan di Sel Khusus, Ini Identitasnya

Kompas.com - 10/11/2022, 20:14 WIB
Gloria Setyvani Putri

Editor

MEDAN, KOMPAS.com - Tujuh polisi berpangkat Bripda yang diduga terlibat penyerangan dan penyekapan di RS Bandung di Medan ditahan di sel khusus Bid Propam Polda Sumut.

Identitas ketujuh polisi itu adalah Bripda Tito Imanuel Tampubolon, Bripda JAH, Bripda ALP, Bripda MF, Bripda PF, Bripda YA, dan Bripda DS.

Kapolda Sumut Irjen Panca Putra Simanjuntak mengatakan, status mereka belum tersangka, masih menjadi terperiksa.

Dikatakan Panca, nantinya akan ada mekanisme sidang komisi kode etik profesi untuk ketujuh personel tersebut. Namun belum diketahui kapan sidang akan dilaksanakan.

Baca juga: Penyerangan RS Bandung di Medan, 5 Polisi Baru Ditahan di Sel Khusus

"Dilaksanakan proses hukum oleh Polda Sumut. Status terperiksa karena kita mekanisme hukum disiplin dan kode etik dulu,” kata Panca dikutip Tribun Jabar.

Selain itu, Panca juga mengatakan sudah menemui keluarga Wanda, perawat RS Bandung yang dianiaya untuk dimintai keterangan dan pendapat.

"Jadi saya sudah bertemu dengan pihak keluarga korban kemarin, bagaimana pendapat mereka,” ungkap dia.

Sebelumnya, segerombolan Polisi berpangkat Bripda menyerang perawat RS Bandung bernama Wanda pada Minggu 6 November lalu sekitar pukul 05.00 WIB.

Informasi awal pemicunya karena pihak RS Bandung membawa pergi Ayu, perawat perempuan yang sempat dikurung di kamar hotel di Jalan Gajah Mada oleh Bripda Tito.

Baca juga: Kronologi 8 Anggota Polisi Baru Lulus di Medan Serang Sekuriti RS Bandung, Berawal dari Mabuk dan Bawa Wanita ke Hotel

Ayu dikurung di kamar setelah Bripda Tito dan tiga wanita lainnya mabuk-mabukan di sebuah klub malam di Medan.

Namun belakangan Polda Sumut menyebut penganiayaan itu karena Bripda Tito tak terima dikatain mirip satpam. Padahal ia sudah gagah menyebut seorang personel Polisi.

Perkataan itulah yang dianggap sebagai penghinaan oleh Tito sehingga ia mengabarkan kepada ratusan rekan seangkatannya melalui grup WhatsApp untuk mencari satpam RS.

"Hasil pemeriksaan yang dilakukan, keterangan yang diberikan itu ada bahasa atau kata-kata dari seseorang sekuriti atau perawat rumah sakit itu bahwa 'Samanya kita sekuriti, samalah kita sekuriti'," kata Kabid Humas Polda Sumut Hadi Wahyudi menirukan.

Artikel ini telah tayang di Tribun-Medan.com dengan judul 7 Polisi yang Serang Rumah Sakit Ditempatkan di Sel Khusus, Polda Sumut: Proses Hukum Tetap Berjalan

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com