Pedagang Sudah Memelas, tapi Ketua Ormas Tetap Memaksa Minta Uang dan Bilang "Enggak Kau Hargai Aku"

Kompas.com - 23/09/2021, 18:43 WIB
Personel Polsek Medan Timur menggelandang ES yang melakukan pungli kepada penjual di sebuah kios di Jalan Rakyat, Kelurahan Sidorame, Kecamatan Medan Timur pada Kamis (23/9/2021). Pelaku ditangkap setelah videonya viral di media sosial dan tersebar di aplikasi percakapan WhatsApp. Dok. Polsek Medan TimurPersonel Polsek Medan Timur menggelandang ES yang melakukan pungli kepada penjual di sebuah kios di Jalan Rakyat, Kelurahan Sidorame, Kecamatan Medan Timur pada Kamis (23/9/2021). Pelaku ditangkap setelah videonya viral di media sosial dan tersebar di aplikasi percakapan WhatsApp.

MEDAN, KOMPAS.com - Aksi premanisme kembali terjadi di Medan. Kali ini menimpa seorang pedagang di Medan Timur, Medan, Sumut.

Dari video yang beredar di grup WhatsApp, terlihat seorang pria yang mengenakan kemeja kotak-kotak merah dan bertopi mendatangi korban yang berjaga di kiosnya di Kelurahan Sidorame, Kecamatan Medan Timur.

Baca juga: Peras Pedagang, Preman Tantang Seluruh Polisi dan Bilang Panggil Semua Orang Polsek, Enggak Takut Aku

 

Kepada korban, pelaku tiba-tiba meminta untuk dihargai. Pria itu juga meminta sejumlah uang kepada pedagang tersebut. 

Baca juga: Kalau Enggak Mau Bayar Enggak Usah Jualan di Sini, Kami Enggak Takut Dilaporkan ke Polisi

"Udah enggak kau hargai aku?" ujar pria tersebut. 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Pak Polisi, Warga Medan Jengah dengan Premanisme, bahkan Renovasi Rumah Sendiri Diperas

"Udah gini, Dek, kau bantu berapa aja, Abang enggak matok," ujar pelaku. 

Korban berusaha untuk menolak permintaan pelaku dengan menyebutkan dirinya sebagai pengantin baru dan memiliki banyak pengeluaran untuk membayar listrik.

Pedagang itu juga mengatakan, saat ini sepi pembeli.

"Ini pun masih tanggal 22. Akhir bulan pula, enggak ada yang belanja," ujar korban.

Namun, preman tersebut masih terus memaksa.

"Udah gini aja Dek. Udah sini uang 20 (Rp 20.000). Pas Abang habis minyak pulang, minta uang 20," kata dia.

Namun, lagi-lagi pedagang tersebut menolak.

"Aku masih merintis, aku ngutang sama orang, Bang. Sama uang orang. Tiap bulan kutitip, Bang, soalnya aku baru menikah," kata dia.

Video itu juga diunggah akun Instagram @tkpmedan dengan tulisan, "Oknum ketua ormas di Medan pungli pedagang di Jalan rakyat Medan".

Kapolsek Medan Timur Kompol M Arifin mengatakan, setelah video tersebut viral, polisi melakukan penyelidikan dan menangkap pelaku yang ternyata merupakan ketua organisasi masyarakat berinisial ES.

Halaman:


Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Saat Suami Antar Anak ke Sekolah, Rumahnya Didatangi Pencuri, Istri Diperkosa dan Dibunuh

Saat Suami Antar Anak ke Sekolah, Rumahnya Didatangi Pencuri, Istri Diperkosa dan Dibunuh

Medan
Daftar 22 Lokasi E-Parking di Kota Medan dan Tarifnya

Daftar 22 Lokasi E-Parking di Kota Medan dan Tarifnya

Medan
Kapolsek Percut Sei Tuan Menangis Saat Pamit dan Bilang ke Anak Buah 'Maaf Sering Marah, tapi agar Kita Berhasil'

Kapolsek Percut Sei Tuan Menangis Saat Pamit dan Bilang ke Anak Buah "Maaf Sering Marah, tapi agar Kita Berhasil"

Medan
Usai Dicopot, Eks Kapolsek Percut Sei Tuan Dimutasi ke Yanma Polda Sumut

Usai Dicopot, Eks Kapolsek Percut Sei Tuan Dimutasi ke Yanma Polda Sumut

Medan
Dicopot Usai Jadikan Pedagang Tersangka, Kapolsek Percut Sei Tuan Janpiter Menangis Saat Tinggalkan Kantornya

Dicopot Usai Jadikan Pedagang Tersangka, Kapolsek Percut Sei Tuan Janpiter Menangis Saat Tinggalkan Kantornya

Medan
Pedagang Pasar dan Penganiaya Sama-sama Jadi Tersangka, Ini Duduk Perkaranya

Pedagang Pasar dan Penganiaya Sama-sama Jadi Tersangka, Ini Duduk Perkaranya

Medan
Aipda Roni Syahputra Perkosa dan Bunuh Remaja 13 Tahun, Ibu Korban: Makan Masih Disulangi, Rambutnya Ku Sisiri

Aipda Roni Syahputra Perkosa dan Bunuh Remaja 13 Tahun, Ibu Korban: Makan Masih Disulangi, Rambutnya Ku Sisiri

Medan
BNN Sebut Peredaran Narkoba di Kampus FIB USU Sudah Berlangsung 4 Bulan

BNN Sebut Peredaran Narkoba di Kampus FIB USU Sudah Berlangsung 4 Bulan

Medan
Fakta BNN Gerebek Kampus FIB USU, Amankan 508 Gram Ganja, 31 Positif Narkoba, 3 Pengedar Jadi Tersangka

Fakta BNN Gerebek Kampus FIB USU, Amankan 508 Gram Ganja, 31 Positif Narkoba, 3 Pengedar Jadi Tersangka

Medan
BNN Gerebek FIB USU, 14 Mahasiswa dan 6 Alumni Positif Gunakan Narkotika, 508 Gram Ganja Diamankan

BNN Gerebek FIB USU, 14 Mahasiswa dan 6 Alumni Positif Gunakan Narkotika, 508 Gram Ganja Diamankan

Medan
BNN Gerebek FIB USU, Belasan Mahasiswa Ditangkap, Rektor Angkat Bicara

BNN Gerebek FIB USU, Belasan Mahasiswa Ditangkap, Rektor Angkat Bicara

Medan
'Inilah Hukum di Indonesia, Aku Korban yang Dianiaya Preman, Aku Pula Jadi Tersangka...'

"Inilah Hukum di Indonesia, Aku Korban yang Dianiaya Preman, Aku Pula Jadi Tersangka..."

Medan
Satu Pegawai Lapas Tanjung Gusta Terbukti Aniaya Napi yang Videonya Viral, Kemenkumham: Kita Bina

Satu Pegawai Lapas Tanjung Gusta Terbukti Aniaya Napi yang Videonya Viral, Kemenkumham: Kita Bina

Medan
Pedagang Sudah Memelas, tapi Ketua Ormas Tetap Memaksa Minta Uang dan Bilang 'Enggak Kau Hargai Aku'

Pedagang Sudah Memelas, tapi Ketua Ormas Tetap Memaksa Minta Uang dan Bilang "Enggak Kau Hargai Aku"

Medan
Kronologi Seorang Pria di Medan Tembak Paha Temannya dengan Airsoft Gun, Pelaku Ditangkap

Kronologi Seorang Pria di Medan Tembak Paha Temannya dengan Airsoft Gun, Pelaku Ditangkap

Medan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.