Sekda Samosir Dituding Korupsi Dana Covid-19, Penasihat Hukum: Perbuatan Klien Kami untuk Menyelamatkan Jiwa Manusia...

Kompas.com - 06/08/2022, 08:16 WIB

MEDAN, KOMPAS.com -Tim penasihat hukum terdakwa Sekretaris Daerah Samosir, Jabiat Sagala menyatakan kliennya tidak bersalah karena tidak ada kerugian negara dalam penggunaan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) dalam pencegahan dan penanganan Covid-19 di Kabupaten Samosir, Sumatera Utara.

Pernyataan ini berdasarkan fakta-fakta yang terungkap di persidangan. Berdasarkan hasil audit Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP) Kabupaten Samosir dan Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) Wilayah Sumut menyebut, tidak menemukan kerugian keuangan negara atas penggunaan anggaran BTT.

Salah satu kuasa hukum, Parulian Siregar mengatakan, poin inilah yang mereka masukkan dalam pembelaan (pledoi) terdakwa saat persidangan lanjutan di ruang Cakra 9 Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri (PN) Medan pada Kamis (4/8/2022).

Baca juga: Negara Dirugikan Rp 61 Miliar, Kejati Sulut Ungkap Peran 3 Tersangka Korupsi Dana Covid-19 di Minut

Dijelaskannya, besar anggaran yang disetujui bupati melalui Surat Keputusan Nomor: 103 tahun 2020 yaitu Rp 1.880.621.425. Realisasi penggunaan anggaran Rp 944.050.768, sisanya Rp 936.570.657 dikembalikan ke kas daerah Kabupaten Samosir.

"Artinya, jumlah anggaran yang digunakan ditambah sisa anggaran yang tidak digunakan adalah Rp 944.050.768 ditambah Rp 936.570.657 sama dengan Rp 1.880.621.425," kata Parulian kepada wartawan di Medan, Jumat (5/8/2022).

Hasil pemeriksaan auditor Katio juga sama, realisasi penggunaan anggaran BTT sebesar Rp 944.050.768 dan sisa yang tidak digunakan Rp 936.570.657 telah disetor ke kas daerah.

Fakta yang terungkap di persidangan berdasarkan saksi-saksi yang meringankan, yakni lima camat, sembilan kepala desa, dan sembilan perwakilan masyarakat Samosir pun membenarkan mereka menerima langsung pemberian makanan tambahan dan vitamin C.

"Semua senang menerima bantuan tersebut karena bermanfaat, ada daftar penerima bantuan di seluruh desa. Perbuatan yang dilakukan klien kami sebagai ketua pelaksana Gugus Tugas Covid-19 untuk menyelamatkan jiwa manusia, sampai berhasil membuat Kabupaten Samosir zona hijau," ucap Parulian.

"Penggunaan BTT dilaksanakan secara transparan dan dapat dipertanggungjawabkan klien kami sehingga bisa disimpulkan bahwa terdakwa tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana dakwaan jaksa penuntut umum," katanya lagi.

Baca juga: 3 Tersangka Korupsi Dana Covid-19 Minut Rp 61 Miliar Diserahkan ke Kejati Sulut

Pada persidangan sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Resky dari Kejaksaan Tinggi Sumut menuntut terdakwa pidana penjara tujuh tahun, denda Rp 250 juta dengan ketentuan apabila tidak mampu membayarnya diganti pidana kurungan selama enam bulan.

Terdakwa juga dibebankan membayar Uang Pengganti Rp 944 juta lebih dengan ketentuan apabila tidak dibayar, diganti pidana penjara selama 3,5 tahun.

Ditahan di Rutan Tanjung Gusta, Medan

Sekretaris Daerah Kabupaten Samosir Jabiat Sagala alias JS ditahan tim JPU dari Kejati Sumut dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Samosir.

JS adalah terdakwa korupsi penyalahgunaan belanja tidak terduga penanggulangan bencana nonalam dalam penanganan Covid-19 status siaga darurat pada 2020.

Baca juga: Diduga Korupsi Dana Covid-19 Rp 944 Juta, Sekda Samosir Ditahan di Rutan Tanjung Gusta Medan

Dia tidak ditahan sendirian di Rutan Tanjung Gusta, Medan. Tiga orang lain juga turut ditahan yakni SES selaku rekanan JS, MT dan SS sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). Sesuai Perpres Nomor 16 tahun 2018, PPK adalah pejabat yang bertanggung jawab atas pelaksanaan pengadaan barang dan jasa.

Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Sumut Yos Arnold Tarigan lewat pesan singkat yang diterima Kompas.com mengatakan, keempatnya ditahan karena ada kekhawatiran para terdakwa tidak kooperatif, melarikan diri, menghilangkan barang bukti, dan mengulangi perbuatannya. Aturan penahanan tertera dalam Pasal 21 ayat (1) Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP).

Disinggung dugaan korupsi yang dilakukan para terdakwa, Yos menjelaskan, untuk menanggulangi Covid-19 di Kabupaten Samosir, Provinsi Sumut pada 2020 menggelontorkan anggaran sebesar Rp 1.880.621.425 (lebih dari Rp 1,8 miliar).

Hasil audit akuntan publik menyebut, keempat terdakwa merugikan keuangan negara sebesar Rp 944.050.768.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pencandu Narkoba di Sumut 10 Persen dari Populasi, Hanya dalam 4 Bulan Sabu Senilai Rp 253 M Diamankan

Pencandu Narkoba di Sumut 10 Persen dari Populasi, Hanya dalam 4 Bulan Sabu Senilai Rp 253 M Diamankan

Medan
Dituding Edy Rahmayadi Tak Dukung Pembangunan, Golkar: Kami Diajarkan Sopan Santun, Tahu Diri jika Diusung...

Dituding Edy Rahmayadi Tak Dukung Pembangunan, Golkar: Kami Diajarkan Sopan Santun, Tahu Diri jika Diusung...

Medan
Gempa M 5,5 di Nias Barat, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa M 5,5 di Nias Barat, Tak Berpotensi Tsunami

Medan
Tolong Keponakan yang Terseret Arus Sungai Kasindir Simalungun, Paman Ikut Terbawa Arus

Tolong Keponakan yang Terseret Arus Sungai Kasindir Simalungun, Paman Ikut Terbawa Arus

Medan
Paman yang Bunuh Siswa SD Saat Belajar di Kelas Ditangkap, Polisi: Dilatarbelakangi Dendam

Paman yang Bunuh Siswa SD Saat Belajar di Kelas Ditangkap, Polisi: Dilatarbelakangi Dendam

Medan
Sakit Hati Ditegur karena Ambil Daun Pisang, Doman Bakar Rumah Kades di Deli Serdang

Sakit Hati Ditegur karena Ambil Daun Pisang, Doman Bakar Rumah Kades di Deli Serdang

Medan
Jimmy Dipenjarakan Adik Kandungnya, Kerap Curi Barang Keluarga hingga Lempar Ponakan Pakai Batu

Jimmy Dipenjarakan Adik Kandungnya, Kerap Curi Barang Keluarga hingga Lempar Ponakan Pakai Batu

Medan
Akhirnya Polisi Tangkap Paman yang Tikam Bocah SD hingga Tewas di Dalam Kelas, Diduga ODGJ

Akhirnya Polisi Tangkap Paman yang Tikam Bocah SD hingga Tewas di Dalam Kelas, Diduga ODGJ

Medan
Hendak ke Kamboja, 212 Calon Pekerja Migran Ilegal Diamankan, Mengaku Akan Melancong ke Luar Negeri

Hendak ke Kamboja, 212 Calon Pekerja Migran Ilegal Diamankan, Mengaku Akan Melancong ke Luar Negeri

Medan
Berharap Upah Rp 1,5 Juta, Penarik Becak di Medan Jadi Kurir Sabu 8,8 Kg, Kini Divonis 20 Tahun Penjara

Berharap Upah Rp 1,5 Juta, Penarik Becak di Medan Jadi Kurir Sabu 8,8 Kg, Kini Divonis 20 Tahun Penjara

Medan
Siswa SD di Deli Serdang Tewas Ditikam Paman di Kelas, Korban Pernah Diancam Akan Dicelakai

Siswa SD di Deli Serdang Tewas Ditikam Paman di Kelas, Korban Pernah Diancam Akan Dicelakai

Medan
Fenomena Dukungan Marga Hutabarat dan Simanjuntak dalam Kasus Brigadir J, Sejarawan: Asosiasi Klan yang Kuat

Fenomena Dukungan Marga Hutabarat dan Simanjuntak dalam Kasus Brigadir J, Sejarawan: Asosiasi Klan yang Kuat

Medan
Kalimat Terakhir Bocah SD Sebelum Tewas Ditusuk Paman di Ruang Kelas: Tolong Aku Bu...

Kalimat Terakhir Bocah SD Sebelum Tewas Ditusuk Paman di Ruang Kelas: Tolong Aku Bu...

Medan
Pembunuh Siswa SD di Kelas Masih Diburu, Sekolah Tempat Kejadian Diliburkan Sepekan

Pembunuh Siswa SD di Kelas Masih Diburu, Sekolah Tempat Kejadian Diliburkan Sepekan

Medan
Banyak PHK Sepihak, 16 Serikat Buruh di Sumut Demo Minta Presiden Cabut UU Cipta Kerja

Banyak PHK Sepihak, 16 Serikat Buruh di Sumut Demo Minta Presiden Cabut UU Cipta Kerja

Medan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.