Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Sejarah Bengkulu: Asal-usul Nama, Kerajaan, dan Masa Penjajahan

Kompas.com - 27/01/2022, 20:08 WIB
Dini Daniswari

Penulis

KOMPAS.com - Bengkulu merupakan provinsi yang terletak di pulau Sumatera. Ibu kota Provinsi Bengkulu berada di Kota Bengkulu.

Latar belakang penamaan Bengkulu berasal dari berbagai sumber. Nama Bengkulu diambil dari bahasa asing, pengucapan masyarakat setempat, hingga cerita legenda.

Asal usul Bengkulu

Bengkulu dalam bahasa Belanda disebut Benkoelen atau Bengkulen. Dalam bahasa Inggris disebut Bencoolen, sedangkan dalam bahasa melayu disebut Bangkahulu.

Ada banyak cerita tentang asal usul dan nama Bengkulu.

Ada yang menyebut nama Bengkulu berasal dari bahasa melayu, dengan kata bang berarti "pesisir" dan kulon yang berarti "barat".

Pergeseran pengucapan bang berubah menjadi ben dan kulon menjadi kulu.

Sumber tradisional menyebutkan bahwa Bengkulu atau Bangkahulu berasal dari Bangkai dan Hulu, maksudnya bangkai di hulu.

Baca juga: Jalanan di Kota Bengkulu Berubah Jadi Lokasi Wisata Durian

Konon cerita, dulu pernah terjadi perang antara kerajaan-kerajaan yang ada di Bengkulu. Dari pertempuran tersebut banyak menimbulkan korban dari kedua belah pihak di hulu sungai Bengkulu.

Korban-korban inilah yang menjadi bangkai tak terkuburkan di hulu sungai tersebut. Bangkai yang lama-kelamaan berubah pengucapan menjadi Bangkahlu atau Bengkulu.

Dari banyak cerita asal usul Bengkulu, ada cerita yang banyak dikenal masyarakat Bengkulu, yaitu diambil kisah perang melawan orang Aceh yang datang hendak melamar Putri Gading Cempaka, anak Ratu Agung Sungai Serut.

Dalam cerita itu sebutkan, lamaran ditolak sehingga menimbulkan perang.

Anak Dalam, saudara kandung Putri Gading Cempaka yang menggantikan Ratu Agung sebagai Raja Sungai Serut berteriak "Empang ka Hulu". Artinya, hadang mereka dan jangan biarkan mereka menginjakkan kakinya ke tanah kita.

Rumah Adat Provinsi Bengkulubengkuluprov.go.id Rumah Adat Provinsi Bengkulu

Dari kata-kata itu maka lahirlah kata Bangkahulu atau Bengkulu.

Baca juga: Bunga Bangkai di Kepahiang Bengkulu Mekar, Diameter Kelopaknya 135 Cm

Bengkulu menjadi provinsi berdasarkan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1967 jo Peraturan Pemerintah tentang Pembentukan Provinsi, menetapkan Kota Bengkulu sebagai Ibu Kota Provinsi Bengkulu.

Kerajaan di Bengkulu

Kerajaan-kerajaan di Bengkulu terdapat sekitar abad XII hingga abad XIII.

  • Kerajaan Selebar di daerah Pelabuhan Pulau Baai dan Jenggalu
  • Kerajaan Sungai Serut
  • Kerajaan Sungai Lemau di Pondok Kelapa
  • Kerajaan Empat Petulai di daerah Rejang Lebong
  • Kerajaan Indera Pura
  • Kerajaan Sungai Itam di daerah Lebak
  • Kerajaan Gedung Agung dan Manau di Bengkulu Selatan

Sekitar abad XV, kerajaan-kerajaan di daerah Bengkulu di bawah pengaruh Kerajaan Majapahit yang mengalahkan Sriwijaya pada abad XIII.

Pada periode ini, kerajaan-kerajaan di daerah Bengkulu, khususnya daerah Rejang Lebong, dipimpin para biksu (pimpinan agama Budha) yang datang dari kerajaan Sriwijaya.

Baca juga: Jalan Nasional Sumbar-Bengkulu Retak di Painan, Akses Transportasi Terganggu

Pada periode ini, Bengkulu berkembang tulisan asli daerah dengan abjad Ka, Ga, Nga.

Setelah kekuasaan kerajaan Majapahit mundur, pada pertengahan abad XVI kerajaan di daerah Bengkulu masuk ke dalam pengaruh Kesultanan Banten.

Masa Penjajahan di Bengkulu

Pada 1685, Inggris masuk ke Bengkulu yng dipimpin oleh kapten J. Andiew dengan menggunakan 3 kapal yang bernama The Caesar, The Resolution, dan The Defence yang menjajah Bengkulu kurang lebih 139 tahun (1685-1824).

Dalam masa ini, ratusan prajurit Inggris meninggal karena kolera, malaria, dan disentri.

Bagi Inggris, perjalanan ke Bengkulu sangat susah. Saat itu, perjalanan pelayaran dari Inggris ke Bengkulu memakan waktu 8 bulan. Terjadi juga pertempuran dengan penduduk setempat.

Pada 1714 - 1719, Inggris mendirikan Benteng Marlborough di bawah pimpinan wakil Gubernur England Mdische Company (EIC), yaitu Josep Collet.

Baca juga: Gubernur Bengkulu Tolak Penghapusan Tenaga Honorer, Pusat Harus Melihat Kebutuhan Daerah

Namun karena kesombongan dan keangkuhan Josep Collet, saat benteng selesai dibangun pada 1719, rakyat Bengkulu di bawah pimpinan Pangeran Jenggalu menyerang pasukan Inggris di Ujung Karang dan Benteng Marlborough. Akhirnya,

Benteng Marlborough berhasil dikuasai dan Inggris dipaksa meninggalkan Bengkulu.

Peristiwa heroik itu sampai sekarang diperingati sebagai Hari Jadi Kota Bengkulu.

Selain Inggris, Belanda pernah menduduki Bengkulu pada 1824-1942. Pada 1942, Belanda kalah melawan Jepang. Lalu, Jepang berada di Bengkulu kurang lebih 3 tahun.

Sumber: https://profil.bengkulukota.go.id/p dan https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpc

 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Baca tentang
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Alasan Edy Rahmayadi Ambil Formulir Pilkada di PDI-P: Banyak Keputusan yang Selaras

Alasan Edy Rahmayadi Ambil Formulir Pilkada di PDI-P: Banyak Keputusan yang Selaras

Medan
Tujuh Wisatawan Terseret Banjir di Obyek Wisata Pelaruga, Satu Orang Tewas

Tujuh Wisatawan Terseret Banjir di Obyek Wisata Pelaruga, Satu Orang Tewas

Medan
Tim Edy Rahmayadi Ambil Formulir Pendaftaran Pilkada Sumut di Kantor PDI-P

Tim Edy Rahmayadi Ambil Formulir Pendaftaran Pilkada Sumut di Kantor PDI-P

Medan
Prakiraan Cuaca Medan Hari Ini Sabtu 20 April 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca Medan Hari Ini Sabtu 20 April 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Hujan Ringan

Medan
Buaya Muara Muncul di Sungai Medan, BBKSDA: Itu Lokasi Perlintasannya, Waspada

Buaya Muara Muncul di Sungai Medan, BBKSDA: Itu Lokasi Perlintasannya, Waspada

Medan
Disdik Sumut Sebut Ada Informasi Simpang Siur soal Kematian Siswa SMK di Nias

Disdik Sumut Sebut Ada Informasi Simpang Siur soal Kematian Siswa SMK di Nias

Medan
Bobby Tanggapi Wakilnya yang Ingin Maju Jadi Calon Wali Kota Medan

Bobby Tanggapi Wakilnya yang Ingin Maju Jadi Calon Wali Kota Medan

Medan
10 Lurah di Medan yang Naikkan Harga Sembako di Pasar Murah Diperiksa, Terancam Dicopot

10 Lurah di Medan yang Naikkan Harga Sembako di Pasar Murah Diperiksa, Terancam Dicopot

Medan
Nakes di Simalungun Diperkosa di RS, 3 Pelaku Dibekuk Selang 5 Bulan

Nakes di Simalungun Diperkosa di RS, 3 Pelaku Dibekuk Selang 5 Bulan

Medan
Prakiraan Cuaca Medan Hari Ini Jumat 19 April 2024, dan Besok : Pagi ini Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca Medan Hari Ini Jumat 19 April 2024, dan Besok : Pagi ini Hujan Ringan

Medan
Jejak Penipuan Masuk Akpol Rp 1,3 M Iptu Supriadi dan Nina Wati di Sumut Sejak 2014

Jejak Penipuan Masuk Akpol Rp 1,3 M Iptu Supriadi dan Nina Wati di Sumut Sejak 2014

Medan
Jenazah Siswa SMK di Nias Korban Penganiayaan Kepsek Diotopsi

Jenazah Siswa SMK di Nias Korban Penganiayaan Kepsek Diotopsi

Medan
Pencuri Rokok Terjebak Jadi Biang Keladi Kebakaran 6 Ruko di Deli Serdang

Pencuri Rokok Terjebak Jadi Biang Keladi Kebakaran 6 Ruko di Deli Serdang

Medan
Kepsek di Nias Penganiaya Siswa sampai Tewas Dibebastugaskan

Kepsek di Nias Penganiaya Siswa sampai Tewas Dibebastugaskan

Medan
Bus Rombongan Pelajar ke Berastagi Terbakar di Simalungun

Bus Rombongan Pelajar ke Berastagi Terbakar di Simalungun

Medan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com