Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Buaya Muara Muncul di Sungai Medan, BBKSDA: Itu Lokasi Perlintasannya, Waspada

Kompas.com - 20/04/2024, 08:51 WIB
Rahmat Utomo,
Gloria Setyvani Putri

Tim Redaksi

MEDAN, KOMPAS.com - Kemunculan seekor buaya di Sungai Pekatal di seputaran Lingkungan 1 Kelurahan Sei Mati, Kecamatan Medan Labuhan, Kota Medan, sempat viral dan menghebohkan warga.

Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatera Utara, langsung turun tangan menyelidikinya.

Baca juga: BKSDA Bengkulu Berharap Warga Tak Pancing dan Matikan Buaya

Kepala BBKSDA Sumut, Rudianto Saragih mengatakan, dari laporan timnya, hewan tersebut merupakan buaya muara (Crocodylus porosus).

Warga yang memvideokan menggunakan smart phone, bernama Senja, pada Kamis (11/4/2024) sekira pukul 17.00 WIB.

Lokasinya di Sungai Pekatal Kelurahan Sei Mati, Kecamatan Medan Labuhan, Kota Medan.

Buaya muara diperkirakan berukuran sekitar 3 meter, muncul di sungai Pekatal yang berdampingan dengan tambak ikan.

"Saat Pak Senja mengamati debit air sungai yang lagi pasang, terlihat buaya sedang berenang menuju tepian daratan di seberang kolam ikan milik Pak Senja. Kemudian buaya langsung menyelam dan menghilang di lokasi temuan pertama," ujar Rudianto dalam keterangan tertulisnya, Jumat (19/4/2024).

Kata Rudianto ini kali kedua, pak Senja melihat buaya tersebut, setelah pertama kalinya pada 24 Januari 2024, sekitar pukul 14.00 Wib.

"Jarak lokasi penampakan sekitar 100 meter dari perjumpaan tanggal 11 April 2024," tambah Rudianto.

Kata Rudianto, pada penampakan buaya yang pertama masyarakat sempat melaporkannya ke BBKSDA. Timnya pun sempat mengecek keberadaan buaya tersebut di 3 titik sungai.

"Juga sudah dilakukan pemasangan jerat, namun belum berhasil menjerat buaya yang meresahkan warga tersebut," ujarnya

Rudianto lantas meminta warga untuk tetap waspada bila berada di sekitar lokasi penampakan buaya, menurut analisis timnya lokasi tersebut merupakan tempat perlintasan buaya.

"BBKSDA Sumut, telah menghimbau kepada warga agar berhati-hati karena diperkirakan bahwa lokasi merupakan lintasan buaya. Untuk itu agar warga tidak melakukan aktivitas secara sendiri-sendiri tetapi harus berkelompok," ujarnya

Dia juga meminta warga untuk tidak melukai atau membunuh buaya tersebut.

"(Kami imbau warga) menghindari perbuatan yang dapat mengancam keselamatan satwa buaya mengingat satwa tersebut termasuk jenis yang dilindungi undang-undang, sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No. P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018 tentang Jenis tumbuhan dan satwa yang dilindungi,''tutupnya.

Baca juga: Buaya Muncul di Sungai Paluh Putri Medan, BBKSDA Sumut Turun Tangan

Sebelumnya, warga dihebohkan dengan kemunculan buaya muara di Sungai Pekatal. Dilihat dari akun instagram @tkpmedan, buaya berukuran besar tersebut tampak berenang menuju ke arah pepohonan.

"Ada buaya, besar kali itu, masyaallah, gemetaran guys," ujar perekam video.

Kepala Lingkungan 1, Sahid saat dikonfirmasi telah menerima laporan dari warga terkait beredarnya video tersebut. Menurut keterangan warga buaya tersebut sering berada di lokasi kejadian.

"Warga setempat, memang sering menjumpai buaya tersebut cuma lokasinya jauh di pemukiman warga, tapi di sana banyak nelayan-nelayan, mereka lah yang sering menjumpai buaya tersebut," ujar Sahid saat diwawancarai wartawan di Lingkungan 1 Kelurahan Sei Mati, Kamis (18/4/2024)

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com