Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Penyelundupan 24 TKI Ilegal Digagalkan, Berasal dari NTT, Bengkulu, dan Aceh

Kompas.com - 22/04/2024, 07:26 WIB
Dewantoro,
Reni Susanti

Tim Redaksi

MEDAN, KOMPAS.com - Penyelundupan 24 calon pekerja migran Indonesia (PMI) atau tenaga kerja Indonesia (TKI) ilegal menuju Malaysia digagalkan personel Dit Polairud Polda Sumut pada Sabtu (20/4/2024) di perairan Pantai Labu, Deli Serdang.

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Hadi Wahyudi mengatakan, pengungkapan penyelundupan PMI ilegal ini bermula saat Kapal Patroli RIB 001 Dit Polairud Polda Sumut melihat satu kapal nelayan berpenumpang banyak.

"Tim lalu memeriksa kapal itu dan didapati 24 diduga PMI ilegal, 5 kru kapal, agen, dan koordinator lapangan," ujar Hadi dikonfirmasi melalui aplikasi percakapan WhatsApp, Minggu (21/4/2024) malam.

Baca juga: Bermasalah dengan Majikan di Malaysia, 5 TKI Ilegal Kabur Lewat Perbatasan RI di Krayan

Hadi mengungkapkan, kapal yang membawa PMI ilegal itu berangkat dari Sungai Benteng Sirantau menuju laut di Pantai Cermin untuk dipindahkan ke kapal besar menuju Malaysia.

"Ke-24 orang PMI ilegal terdiri dari 14 orang berasal dari NTT, 1 orang dari Sumut, 1 orang dari Bengkulu, 8 orang dari Aceh," ujarnya.

Baca juga: Pengiriman 11 TKI Ilegal ke Malaysia Digagalkan, 4 di Antaranya Anak-anak

Selesai pemeriksaan, kapal itu digiring menuju Mako Dit Polairud Belawan untuk dilakukan penyidikan.

"Polisi akan berkoordinasi dan bekerjasama dengan BP2MI dalam proses penyelidikan," katanya.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com