Sedang Beradu Kencang saat Balap Liar, Dua Motor Ini Tiba-tiba Bersenggolan, 1 Tewas

Kompas.com - 21/03/2021, 13:22 WIB

KOMPAS.com - Sore itu, ARKS dan RANH sedang beradu kencang di jalan raya Kota Padang Sidempuan, Sumatera utara.

Dalam balap liar itu, ARKS menunggangi sepeda motor Suzuki Satria, sedangkan RANH mengendarai Yamaha RX King.

Saat memacu gasnya, tiba-tiba mereka bersenggolan.

Karena tak bisa mengendalikan laju motornya, ARKS terpental jauh, lalu menabarak tiang listrik.

Baca juga: Viral Video Balap Liar Berujung Maut, Pengendara Sepeda Motor Tewas Setelah Bersenggolan

 

Ia baru berhenti ketika masuk ke area persawahan.

Korban sempat dilarikan ke rumah sakit terdekat, tetapi nyawanya tidak bisa tertolong.

"Korban meninggal dunia, sedangkan satu pengendara sepeda motor (lawan balap korban) lainnya hingga saat ini belum diketahui keberadaannya," kata Kepala Polisi Resor Padang Sidempuan AKBP Juli Prihartini kepada Kompas.com, Jumat (19/3/2021).

Juli menuturkan, peristiwa ini terjadi di Jalan Jenderal H. Abdul Haris Nasution, Desa Siloting, Kecamatan Padang Sidempuan Batunadua, Kota Padang Sidempuan, Rabu (17/3/2021) sore.

Aksi balap liar yang menewaskan ARKS itu terekam dalam video.

Video berdurasi enam detik itu sempat menjadi bahan perbincangan warganet di media sosial.

Baca juga: Cerita di Balik Warga Desa “Menyulap” Jalan Rusak Jadi Kolam Lele

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

PMK Terkendali, Edy Rahmayadi: Jangan Ada yang Membuat Rakyat Stres...

PMK Terkendali, Edy Rahmayadi: Jangan Ada yang Membuat Rakyat Stres...

Medan
Prakiraan Cuaca di Medan Hari Ini, 25 Mei 2022: Pagi Cerah Berawan, Siang dan Malam Hujan

Prakiraan Cuaca di Medan Hari Ini, 25 Mei 2022: Pagi Cerah Berawan, Siang dan Malam Hujan

Medan
1.054 Sapi di Langkat Terpapar PMK, Kapolda Sumut Sidak Peternakan

1.054 Sapi di Langkat Terpapar PMK, Kapolda Sumut Sidak Peternakan

Medan
Kerangkeng Manusia Bupati Langkat, 10 Prajurit TNI Jadi Tersangka, 5 Polisi Disanksi

Kerangkeng Manusia Bupati Langkat, 10 Prajurit TNI Jadi Tersangka, 5 Polisi Disanksi

Medan
Tak Lapor Soal Kerangkeng Manusia Langkat, 5 Polisi Dijatuhi Hukuman Disiplin

Tak Lapor Soal Kerangkeng Manusia Langkat, 5 Polisi Dijatuhi Hukuman Disiplin

Medan
Polda Sumut Akan Gelar Rekonstruksi Kasus Kerangkeng Manusia di Langkat

Polda Sumut Akan Gelar Rekonstruksi Kasus Kerangkeng Manusia di Langkat

Medan
Prakiraan Cuaca di Medan Hari Ini, 24 Mei 2022: Pagi Cerah Berawan, Sore dan Malam Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca di Medan Hari Ini, 24 Mei 2022: Pagi Cerah Berawan, Sore dan Malam Hujan Ringan

Medan
Air Terjun Sipiso Piso, Pesona Destinasi Wisata di Kabupaten Karo

Air Terjun Sipiso Piso, Pesona Destinasi Wisata di Kabupaten Karo

Medan
Kesedihan Peternak yang Sapinya Terjangkit PMK: Sebagian Sudah Diberi Panjar

Kesedihan Peternak yang Sapinya Terjangkit PMK: Sebagian Sudah Diberi Panjar

Medan
Pulau Berhala, Pulau Terluar Indonesia yang Penuh Pesona

Pulau Berhala, Pulau Terluar Indonesia yang Penuh Pesona

Medan
Petani di Sumut Resah Ratusan Sapi Terjangkit PMK, Sebagian Sudah Dipesan untuk Kurban

Petani di Sumut Resah Ratusan Sapi Terjangkit PMK, Sebagian Sudah Dipesan untuk Kurban

Medan
Prakiraan Cuaca di Medan Hari Ini, 23 Mei 2022: Cerah Berawan Sepanjang Hari

Prakiraan Cuaca di Medan Hari Ini, 23 Mei 2022: Cerah Berawan Sepanjang Hari

Medan
Keindahan Air Terjun Situmurun yang Mengalir turun ke Danau Toba

Keindahan Air Terjun Situmurun yang Mengalir turun ke Danau Toba

Medan
Taman Wisata Merci: Jam Buka, Harga Tiket, dan Daya Tarik

Taman Wisata Merci: Jam Buka, Harga Tiket, dan Daya Tarik

Medan
Satu Keluarga di Langkat Berkomplot Bunuh Sopir Travel, Kerangka Korban Ditemukan 4 Tahun Setelah Dibunuh

Satu Keluarga di Langkat Berkomplot Bunuh Sopir Travel, Kerangka Korban Ditemukan 4 Tahun Setelah Dibunuh

Medan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.