1.153 Burung dari Afrika dan Malaysia yang Tertahan di Bandara Kualanamu Dipulangkan ke Negara Asal, Ini Alasannya

Kompas.com - 15/03/2022, 20:08 WIB

MEDAN, KOMPAS.com - Sebanyak 1.013 ekor burung asal Afrika Selatan dan 140 ekor burung asal Malaysia yang sempat tertahan di terminal kargo Bandara Internasional Kualanamu sejak Senin (18/2/2022) malam akhirnya dire-ekspor atau dikembalikan ke negara asalnya.

Kepala Balai Karantina Kelas II Medan Lenny Hartati Harahap mengatakan, ada dua hal yang menyebabkan pihak karantina memulangkan ribuan burung tersebut ke negara asalnya.

Pertama, Afrika Selatan saat ini sedang dilanda wabah highly pathogenic acian influenza atau flu burung ganas. Dia khawatir, burung asal Afrika dapat menularkan wabah tersebut ke Indonesia.

"Kedua, ratusan burung dari Malaysia tidak memenuhi persyaratan," kata Lenny dalam konferensi pers di kantornya pada Selasa (15/3/2022) sore.

Baca juga: Tak Ada Sertifikat Karantina, 1.153 Burung dari Afrika dan Malaysia Tertahan di Kargo Bandara Kualanamu

Lenny berkata, pihaknya bersama Bea Cukai Kualanamu telah memeriksa importasi satwa burung dari Afrika Selatan dan Malaysia oleh CV Lestari alam Semesta.

Pemeriksaan itu dilakukan berdasarkan UU karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan Nomor 21/2019 serta Peraturan Pemerintah No. 82/2000 tentang Karantina Hewan.

Setelah dilakukan analisis risiko terhadap pemasukan serta pemeriksaan, tidak ada dokumen Health Certificate. Padahal, Afrika Selatan sedang dilanda wabah highly pathogenik avian influenza (flu burung ganas).

Lenny menjelaskan, highly pathogenicavian influenza merupakan penyakit influenza dengan serotype H7 yang utamanya menginfeksi hewan unggas. Penyakit tersebut bersifat zoonosis, artinya bisa menular dari hewan ke manusia.

Penyakit flu burung ganas ini, kata Lenny, dapat menyebabkan infeksi saluran pernafasan atas (ISPA) dan kematian baik pada unggas maupun pada manusia.

Lenny menambahkan, di Indonesia penyakit ini merupakan penyakit yang tergolong dalam hama penyakit hewan karantina (HPHK) golongan I berdasarkan Keputusan Menteri Pertanian No. 3238/Kpts/PD.630/9/2009 tentang penggolongan jenis-jenis hama penyakit hewan karantina, penggolongan dan klasifikasi media pembawa.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Laga Sepak Bola Bonas Cup 2022 di Medan Berhadiah Rp 3 Miliar 'Kick Off' 3 Agustus, Ini Link Pendaftarannya

Laga Sepak Bola Bonas Cup 2022 di Medan Berhadiah Rp 3 Miliar "Kick Off" 3 Agustus, Ini Link Pendaftarannya

Medan
Soal Holywings, Wagub Medan Minta Pelaku Usaha Hindari SARA

Soal Holywings, Wagub Medan Minta Pelaku Usaha Hindari SARA

Medan
Prakiraan Cuaca di Medan Hari Ini, 30 Juni 2022: Cerah Berawan Sepanjang Hari

Prakiraan Cuaca di Medan Hari Ini, 30 Juni 2022: Cerah Berawan Sepanjang Hari

Medan
Biografi Jamin Gintings, Sosok Pahlawan Nasional dari Tanah Karo

Biografi Jamin Gintings, Sosok Pahlawan Nasional dari Tanah Karo

Medan
Sebabkan 4 Penumpangnya Tewas, Sopir Angkot di Medan Divonis 13 Tahun Penjara

Sebabkan 4 Penumpangnya Tewas, Sopir Angkot di Medan Divonis 13 Tahun Penjara

Medan
Tersangka Kasus Rokok Ilegal di Medan Menangis Saat Akan Ditahan: Saya Cuma Menjualkan...

Tersangka Kasus Rokok Ilegal di Medan Menangis Saat Akan Ditahan: Saya Cuma Menjualkan...

Medan
Keluh Kesah Petani Kelapa Sawit di Sumut Saat Harga TBS Anjlok ke Rp 800 Per Kg

Keluh Kesah Petani Kelapa Sawit di Sumut Saat Harga TBS Anjlok ke Rp 800 Per Kg

Medan
Prakiraan Cuaca di Medan Hari Ini, 29 Juni 2022: Pagi hingga Siang Cerah Berawan, Sore dan Malam Hujan

Prakiraan Cuaca di Medan Hari Ini, 29 Juni 2022: Pagi hingga Siang Cerah Berawan, Sore dan Malam Hujan

Medan
Pemprov Sumut Bentuk Satgas PMK, Edy Rahmayadi: Rakyat Jangan Stres

Pemprov Sumut Bentuk Satgas PMK, Edy Rahmayadi: Rakyat Jangan Stres

Medan
Pendeta di Deli Serdang Diduga Ditembak dengan Senapan Angin

Pendeta di Deli Serdang Diduga Ditembak dengan Senapan Angin

Medan
Pendeta di Deli Serdang Ditembak Saat Duduk di Teras Rumah, Tak Ada yang Dengar Suara Tembakan

Pendeta di Deli Serdang Ditembak Saat Duduk di Teras Rumah, Tak Ada yang Dengar Suara Tembakan

Medan
Seorang Pendeta di Deli Serdang Ditembak Orang Tak Dikenal

Seorang Pendeta di Deli Serdang Ditembak Orang Tak Dikenal

Medan
Tolak Kebun Teh Sidamanik Ditanami Sawit, Warga Hentikan Operasi Alat Berat dan Ancam Tutup Jalan

Tolak Kebun Teh Sidamanik Ditanami Sawit, Warga Hentikan Operasi Alat Berat dan Ancam Tutup Jalan

Medan
Kronologi Siswi SMP Tewas Mengenaskan di Langkat, Polisi Sudah Tetapkan Tersangka

Kronologi Siswi SMP Tewas Mengenaskan di Langkat, Polisi Sudah Tetapkan Tersangka

Medan
Pemprov Sumut Tanggung Biaya Rehabilitasi 1.000 Pencandu Narkoba, Satu Pasien Rp 2 Juta untuk Sebulan

Pemprov Sumut Tanggung Biaya Rehabilitasi 1.000 Pencandu Narkoba, Satu Pasien Rp 2 Juta untuk Sebulan

Medan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.