Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bobby Ancam Bongkar Centre Point jika Tak Lunas Pajak Rp 250 Miliar

Kompas.com - 15/05/2024, 14:38 WIB
Rahmat Utomo,
Teuku Muhammad Valdy Arief

Tim Redaksi

MEDAN, KOMPAS.com- Wali Kota Medan Bobby Nasution menyegel Mall Centre Point karena menunggak pajak senilai Rp 250 miliar sejak 2011.

Bobby lalu mengultimatum pengelola Centre Point agar melunasi tunggak pajak paling lambat 30 Mei 2024.

"Tadi PT ACK (Center Point), sama PT KAI (pemilik tanah) memohon waktu sampai tanggal 30 ini," ujar Bobby usai menyegel Mall Centre Point, Rabu (15/5/2024).

Apabila hal ini tidak diindahkan pengelola Centre Point, Bobby akan membongkar mal yang berada di lahan 3,1 hektar tersebut.

"Ada (kemungkinan dibongkar) tanggal 30 kalau tidak ada uang masuk ke kami, dibongkar (Centre Point)," ungkapnya.

Baca juga: Tunggak Pajak Rp 250 Miliar, Wali Kota Medan Segel Mall Centre Point

Bobby menyatakan bangunan ini juga tidak memiliki izin.

Pemerintah Kota Medan juga sempat memberi tenggat waktu pelunasan hingga hari ini, tapi hal itu urung dilakukan pengelola Centre Point.

"Sudah kami sampaikan berkali kali dan kami sudah ketemu dengan PT KAI (pemilik tanah) dan PT ACK (Centre Point) selaku pengelola, sudah memberikan deadline sampai tanggal 15, tapi belum ada kesepakatan yang membuat mal ini melakukan pembayaran kewajibannya retribusinya, maka kami tutup," ujarnya

Disinggung alasan baru sekarang menyegel, Bobby mengatakan penagihan pajak sudah dilakukan sejak 2021.

Pemerintah Kota Medan pun sempat menyegel tempat itu, berkaitan dengan pajak bumi bangunan (PBB)

"(Tapi) itu pajak yang berbeda makannya pajak itu ada pajak PBB pajak bumi dan bangunan, waktu itu sudah diselesaikan waktu itu nilainya lebih dari Rp 50 miliar yang diselesaikan, sampai saat ini mal ini membayar PBB setiap tahunnya," ujar Bobby.

Baca juga: Pemkot Medan Segel Mal Centre Point, Semua Pengunjung Tinggalkan Gedung

Namun, untuk tunggakan Rp 250 miliar disebut jenis pajaknya berbeda.

Pajak itu meliputi pajak bangunan gedung (PBG) dan Bea Perolehan Hak dan Tanah dan Bangunan (BPHTB).

Bahkan, menurut Bobby, jumlah tunggakan pajak bisa lebih besar, karena di dalam mal ada apartemennya.

"Di sana belum lagi ada apartemennya ya, jadi Rp250 itu belum total keseluruhan, dari apa yang ada di sini potensinya lebih," ungkap Bobby.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com